26/05/2026
مَن لم يستطع الوقوفَ بعَرَفَةَ، فليقف عند حدود الله الذي عَرَفَه،
“Siapa yang belum bisa berdiri di Arafah, maka berdirilah di batas-batas Allah yang sudah Dia kenalkan padanya.
ومن لم يستطع المبيت بمُزدلفة، فليبيت عزمه على طاعة الله ليقرّبه ويزدلفه،
Siapa yang belum bisa bermalam di Muzdalifah, maka bermalamlah dengan tekad untuk taat kepada Allah agar Dia mendekatkan dirinya.
ومن لم يقدر على نحر هديه بمنى، فليذبح هواه هنا ليبلغ به المُنى،
Siapa yang belum mampu menyembelih hewan kurban di Mina, maka sembelihlah hawa nafsunya di sini agar ia sampai pada cita-cita mulia.
ومن لم يستطع الوصول للبيت لأنه منه بعيد، فليقصد ربَّ البيت فإنه أقرب إليه من حبل الوريد.
Dan siapa yang belum bisa sampai ke Baitullah karena jarak yang jauh, maka menghadaplah kepada Rabb pemilik Ka’bah, karena Dia lebih dekat daripada urat lehernya sendiri.”
— Ibn Rajab al-Hanbali