PT. Komodo Trekker Indonesia

PT. Komodo Trekker Indonesia Wildlife & Cultural Experiences in Flores. Herpetological Wildlife
Nature & Adventure
Flores Culture & Local Heritage
Komodo National Park

19/08/2026

Badannya melilit ranting kecil. Warna tubuhnya hijau cerah, semakin berkilau ketika cahaya senter menyorot tubuhnya, berpadu dengan ekor merah kecokelatan. Kami menemukannya di tepi kali yang sedang kering pada musim kemarau seperti saat ini. Ia bertengger tenang di sebuah pohon kecil.

Inilah salah satu viper hijau Flores, Trimeresurus insularis. Ular ini memiliki bisa yang kuat dan bersifat hemotoksik, yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan serta sel-sel darah mangsanya.

Masyarakat Manggarai menyebutnya Liko. Di beberapa tempat, ular ini masih kerap dianggap sebagai perwujudan makhluk gaib. Ketika muncul di sekitar rumah, tak jarang ia dibunuh karena dianggap membawa pertanda buruk. Namun malam ini, kami memilih cara yang berbeda: mengamati, memahami, dan menghargainya sebagai bagian dari ekosistem.

Kami tidak menyentuh ataupun mengganggunya. Kami hanya menikmati keindahan tubuhnya, sisiknya yang berkilau kehijauan, lidahnya yang sesekali menjulur ke arah kami, serta perilakunya yang unik di habitat alami yang khas. Bagi tamu kami, Mr. Oriol, seorang biolog dari Spanyol, perjumpaan ini menjadi pengalaman yang sangat istimewa. Ia begitu antusias dapat menyaksikan secara langsung salah satu reptil tropis Flores di habitat aslinya.

Setiap ular memiliki perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan alam. Mengenalnya adalah langkah pertama untuk belajar menghargainya.

Wildlife is better observed than feared.





18/08/2026

Warna tubuhnya yang didominasi cokelat tua begitu menyatu dengan kontur bebatuan dan dedaunan kering di area herping kami malam ini. Namun, kulitnya seketika tampak mengilap ketika sorotan cahaya senter mengenainya.

Ia diam tak bergerak, hanya sesekali menjulurkan lidahnya mungkin untuk membaca jejak aroma di sekitarnya. Inilah Common Wolf Snake atau yang dikenal sebagai ular cecak (Lycodon capucinus). Ular mungil ini dapat tumbuh hingga sekitar 76 cm dan merupakan salah satu predator penting dalam ekosistem malam.

Mangsanya antara lain cicak, kadal, tokek, dan katak. Dengan memangsa satwa-satwa tersebut, ular cecak turut membantu menjaga keseimbangan populasi di dalam rantai makanan. Menariknya, Common Wolf Snake tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia. Meski demikian, seperti satwa liar lainnya, ular ini tetap sebaiknya diamati dari jarak aman tanpa diganggu.

Satu lagi penghuni malam yang berhasil kami temukan dalam perjalanan herping di Flores.




Liko — Sang Viper Hijau Ekor MerahBadannya melilit ranting kecil. Warna tubuhnya hijau cerah, semakin berkilau ketika ca...
18/08/2026

Liko — Sang Viper Hijau Ekor Merah

Badannya melilit ranting kecil. Warna tubuhnya hijau cerah, semakin berkilau ketika cahaya senter menyorot tubuhnya, berpadu dengan ekor merah kecokelatan. Kami menemukannya di tepi kali yang sedang kering pada musim kemarau seperti saat ini. Ia bertengger tenang di sebuah pohon kecil.

Inilah salah satu viper hijau Flores, Trimeresurus insularis. Ular ini memiliki bisa yang kuat dan bersifat hemotoksik, yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan serta sel-sel darah mangsanya.

Masyarakat Manggarai menyebutnya Liko. Di beberapa tempat, ular ini masih kerap dianggap sebagai perwujudan makhluk gaib. Ketika muncul di sekitar rumah, tak jarang ia dibunuh karena dianggap membawa pertanda buruk.

Namun malam ini, kami memilih cara yang berbeda: mengamati, memahami, dan menghargainya sebagai bagian dari ekosistem.

Kami tidak menyentuh ataupun mengganggunya. Kami hanya menikmati keindahan tubuhnya, sisiknya yang berkilau kehijauan, lidahnya yang sesekali menjulur ke arah kami, serta perilakunya yang unik di habitat alami yang khas.

Bagi tamu kami, Mr. Oriol Oriol , seorang biolog dari Spanyol, perjumpaan ini menjadi pengalaman yang sangat istimewa. Ia begitu antusias dapat menyaksikan secara langsung salah satu reptil tropis Flores di habitat aslinya.

Setiap ular memiliki perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan alam. Mengenalnya adalah langkah pertama untuk belajar menghargainya.

Wildlife is better observed than feared.





17/08/2026

Mata kami tertuju pada dahan yang rindang, di antara daun-daun hijau yang mengilap. Tubuhnya meliuk-liuk dan sesekali memancarkan kilapan saat cahaya senter kami mengarah kepadanya.

Kami pun berteriak kegirangan, satwa yang menjadi salah satu target pencarian malam itu akhirnya ditemukan!

Saat kami mendekat, ia tampak aktif dan sedikit agresif. Kami tahu, cahaya dan suara bukanlah sesuatu yang ia sukai. Karena itu, kami hanya mengabadikan momen indah bersamanya selama beberapa menit, lalu memberinya ruang untuk kembali melanjutkan aktivitas malamnya.

Bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman mencari satwa nokturnal seperti ini di alam liar, silakan hubungi kami melalui WhatsApp: 📲 +62 823-3910-3561

Komodo Trekker — Explore. Discover. Respect.





17/08/2026

Herping tour around the stream.

Dengan backpack dan headlamp, keduanya keluar dari lift menuju lobi Hotel Zasgo Labuan Bajo. Saya segera menghampiri mer...
15/08/2026

Dengan backpack dan headlamp, keduanya keluar dari lift menuju lobi Hotel Zasgo Labuan Bajo. Saya segera menghampiri mereka, menyapa, bersalaman, dan saling memperkenalkan diri.

Francesco adalah warga negara Italia, sementara Alisa berasal dari Rusia. Keduanya merupakan mahasiswa PhD yang sedang menempuh studi di Selandia Baru dengan fokus pada bidang biologi.

Selama empat hari, mereka telah menjelajahi pedalaman Manggarai untuk mengamati kehidupan burung-burung endemik. Namun malam ini, petualangan mereka berlanjut untuk mengenal kehidupan satwa reptil nokturnal yang mendiami gua, semak belukar, dan pepohonan tinggi di pesisir utara Labuan Bajo.

Perjalanan malam kami memberikan kesempatan untuk menjumpai sedikitnya empat jenis ular, di antaranya Green Tree Viper, Mock Viper, ular lidi, dan Wolf Snake. Selain itu, kami juga menemukan berbagai jenis katak serta laba-laba yang aktif di tengah kegelapan malam.

Di tepian kota, ternyata tersimpan kehidupan yang begitu padat dan menakjubkan. Dunia kecil para penghuni malam yang sering luput dari perhatian manusia.

Di balik cahaya lampu kota dan hiruk-pikuk peradaban, alam masih terus bergerak dalam diam. Dan malam menjadi waktu terbaik untuk menyaksikan kehidupan liar yang tersembunyi itu.




Almost two hours of searching for the forest dwellers with a family of four from the Netherlands Harm Linda Reijs  gijs....
13/08/2026

Almost two hours of searching for the forest dwellers with a family of four from the Netherlands Harm Linda Reijs gijs.schreven We walked across bushes and streams, shining our torches at every twig and branch, but found nothing.

Then we moved to another side of the area, where fallen leaves covered the ground and huge rocks surrounded the stream.

Suddenly, something sparkling caught our attention. A snake was crawling along the trunk of a teak tree. We looked closer and there it was: a Yellow Viper, one of the rare and fascinating creatures found around Labuan Bajo and Komodo National Park.

Our guests were thrilled and captured some amazing moments with this beautiful creature.

We continued searching, and luckily, Ms. Linda spotted another Yellow Viper crawling among the leaves. It was truly a jackpot - two rare Yellow Vipers in one night! They are not easy to find, making this encounter even more special.

Unfortunately, we didn’t find any Green Pit Viper tonight. But two Yellow Vipers were more than enough to make this a memorable night in the forest.




Petualangan ke pedalaman Manggarai untuk menyaksikan kehidupan sosial dan budaya masyarakat adat akhirnya berakhir. Keen...
12/08/2026

Petualangan ke pedalaman Manggarai untuk menyaksikan kehidupan sosial dan budaya masyarakat adat akhirnya berakhir. Keenam anak muda dari Milan, Italia, tersenyum bangga setelah memperoleh pengalaman wisata yang otentik, merasakan langsung kehidupan masyarakat yang jauh dari hiruk-pikuk peradaban metropolitan Milan.

Bagi kami, pertemuan dengan mereka dalam petualangan kali ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan wisata yang lebih seru di masa mendatang. Setiap perjumpaan meninggalkan cerita, setiap perjalanan menghadirkan kenangan, dan setiap tamu selalu menjadi bagian dari perjalanan kami.

Karena itu, kami selalu percaya bahwa perjalanan yang indah tidak pernah benar-benar berakhir. Kami hanya berpisah untuk sementara dan berharap dapat kembali bertemu di petualangan berikutnya.

“See you when I see you again.”


Aroma bunga dan buah kopi semerbak memenuhi seantero Kampung Waerebo. Hujan yang turun dalam beberapa pekan terakhir mem...
12/08/2026

Aroma bunga dan buah kopi semerbak memenuhi seantero Kampung Waerebo. Hujan yang turun dalam beberapa pekan terakhir memicu tanaman kopi untuk berbuah lebat. Di setiap pelepah, buah-buah kopi bergelantungan, sebagian masih hijau, namun sebagian besar telah berubah merah ranum, menandakan siap dipanen.

Keenam anak muda dari Milan, Italia, begitu gembira ketika mengetahui bahwa tanaman hijau yang tumbuh subur di sekitar perkampungan Waerebo itu adalah tanaman kopi yang selama ini mereka nikmati selama berada di kampung adat tersebut. Mereka mengamatinya dengan penuh kagum, menyadari bahwa secangkir kopi yang mereka teguk ternyata berasal dari tanaman yang tumbuh begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Waerebo.

Pengalaman itu berlanjut pada malam hari. Bersama seorang mama Waerebo, mereka belajar menyangrai biji kopi secara tradisional di atas tungku api, di dalam rumah adat Waerebo.

Asap dari tungku mengepul dan perlahan memenuhi seluruh ruangan. Di tengah udara pegunungan yang semakin dingin, kepulan asap dan bara api justru menghadirkan kehangatan. Keenam anak muda itu duduk bersama sang mama, menyaksikan proses sederhana namun penuh makna, bagaimana kopi dari tanah Waerebo diolah dengan tangan dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Malam itu, bagi mereka, kopi bukan lagi sekadar minuman. Kopi menjadi cerita tentang tanah, hujan, manusia, tradisi, dan kehidupan masyarakat Waerebo yang mereka alami secara langsung.





Address

Jalan Dalu Bintang, Waemata, Labuan Bajo
Labuanbajo
86763

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PT. Komodo Trekker Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category