19/08/2026
Badannya melilit ranting kecil. Warna tubuhnya hijau cerah, semakin berkilau ketika cahaya senter menyorot tubuhnya, berpadu dengan ekor merah kecokelatan. Kami menemukannya di tepi kali yang sedang kering pada musim kemarau seperti saat ini. Ia bertengger tenang di sebuah pohon kecil.
Inilah salah satu viper hijau Flores, Trimeresurus insularis. Ular ini memiliki bisa yang kuat dan bersifat hemotoksik, yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan serta sel-sel darah mangsanya.
Masyarakat Manggarai menyebutnya Liko. Di beberapa tempat, ular ini masih kerap dianggap sebagai perwujudan makhluk gaib. Ketika muncul di sekitar rumah, tak jarang ia dibunuh karena dianggap membawa pertanda buruk. Namun malam ini, kami memilih cara yang berbeda: mengamati, memahami, dan menghargainya sebagai bagian dari ekosistem.
Kami tidak menyentuh ataupun mengganggunya. Kami hanya menikmati keindahan tubuhnya, sisiknya yang berkilau kehijauan, lidahnya yang sesekali menjulur ke arah kami, serta perilakunya yang unik di habitat alami yang khas. Bagi tamu kami, Mr. Oriol, seorang biolog dari Spanyol, perjumpaan ini menjadi pengalaman yang sangat istimewa. Ia begitu antusias dapat menyaksikan secara langsung salah satu reptil tropis Flores di habitat aslinya.
Setiap ular memiliki perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan alam. Mengenalnya adalah langkah pertama untuk belajar menghargainya.
Wildlife is better observed than feared.