18/04/2026
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Pemdes Dasun Rampungkan Pembangunan Teras Balai Desa dari Dana Penghargaan
REMBANG dasun-rembang.desa.id- Pemerintah Desa Dasun, Kecamatan Lasem, resmi menyelesaikan pembangunan Teras Balai Desa Dasun yang menjadi simbol baru integritas dan pelayanan publik. Proyek ini dibiayai sepenuhnya melalui dana Bantuan Keuangan Khusus Pemerintah Kabupaten Rembang tahun anggaran 2025 senilai Rp.50 juta. Alokasi dana tersebut merupakan bentuk apresiasi atau "reward" dari Pemkab Rembang atas keberhasilan Desa Dasun meraih predikat sebagai Desa Anti Korupsi melalui filosofi tata kelola "Politik Naleni Weteng" pada tahun 2024.
Kepala Desa Dasun, Sujarwo, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas selesainya pembangunan ini. Baginya, bangunan ini bukan sekadar fisik semata, melainkan buah dari komitmen seluruh perangkat desa dan masyarakat dalam menjaga transparansi anggaran sejak pertama kali menjabat tahun 2007. Dengan adanya fasilitas balai desa yang lebih representatif, Sujarwo optimis kualitas pelayanan publik kepada masyarakat akan semakin meningkat dan efisien.
Kualitas bangunan tersebut pun telah teruji secara formal. Pada tanggal 14 April 2026, tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang bersama tim Kecamatan Lasem telah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara langsung di lokasi. Hasilnya, Dinpermades menyatakan bahwa pembangunan tersebut bersih dari temuan, dengan kualitas yang sangat baik dan sudah sesuai dengan spesifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun gambar kerja yang direncanakan.
Pihak Dinpermades dalam kunjungannya turut mengapresiasi integritas Pemdes Dasun yang mampu mengelola dana penghargaan tersebut secara akuntabel. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Dasun sebagai desa percontohan di Kabupaten Rembang dalam hal pemberdayaan dan pencegahan korupsi. Atas capaian ini, Kades Sujarwo menaruh harapan besar agar penghargaan serupa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat terealisasi pada tahun 2026 ini melalui bantuan kegiatan pembangunan jalan aspal untuk memperkuat aksesibilitas desa.
Desa yang juga dikenal sebagai Desa Wisata Bahari dan Desa Budaya ini terus bergerak dinamis. Tidak hanya fokus pada infrastruktur perkantoran, Pemdes Dasun berkomitmen untuk terus meningkatkan sarana prasarana publik guna menunjang kenyamanan warga dan wisatawan. Langkah ini sejalan dengan visi desa dalam mengembangkan potensi pariwisata pantai dasun, konservasi mangrove, situs sejarah, tambak garam dan bandeng yang menjadi identitas kuat wilayah Lasem.
Ke depan, penguatan infrastruktur ini diharapkan menjadi stimulus bagi kebangkitan UMKM lokal di Desa Dasun. Dengan pelayanan publik yang prima dan sarana yang memadai, Pemerintah Desa Dasun bertekad menyinergikan transparansi anggaran dengan pengembangan ekonomi kreatif. "Kami ingin membuktikan bahwa desa yang bersih dari korupsi adalah desa yang paling cepat maju dan sejahtera masyarakatnya," pungkas Sujarwo. (admin)