01/07/2026
LEO
Sebelum mendirikan Djarum, Oei Wie Gwan merintis bisnisnya sebagai pemilik pabrik kembang api dan mercon (petasan) sukses di era 1930-an di Rembang, Jawa Tengah, dengan Cap Leo (atau Leo). Merek ini sukses besar dan sempat menguasai pasar domestik hingga menembus pasar ekspor.
Arsip surat kabar kolonial Bataviaasch Nieuwsblad tanggal 28 Januari 1938, pabrik kembang api Cap Leo di Rembang mengalami kecelakaan fatal berupa ledakan hebat yang menewaskan 14 pekerja dan melukai puluhan lainnya.
Pabrik sempat dibangun kembali dan beroperasi selama Perang Dunia II, namun operasionalnya terganggu oleh kedatangan penjajah Jepang.
Setelah Indonesia merdeka, pemerintah secara resmi melarang total produksi mercon dan kembang api di seluruh negeri karena alasan keamanan.