29/05/2026
Mbah Guru : Gurunya Sejarawan Lasem
Kalau kita bicara soal sejarah Lasem dan Rembang, ada satu nama yang pasti muncul dan dianggap sebagai "kunci"-nya: Mbah Guru, atau yang bernama lengkap Takrip Hadidarsana.
Bisa dibilang, Mbah Guru ini adalah sosok perpustakaan berjalan sekaligus narator utama bagi sejarah di wilayah tersebut. Pengetahuannya soal asal-usul, silsilah, sampai cerita-cerita lokal Lasem bukan cuma didapat dari satu buku, tapi diracik dari berbagai catatan kuno, naskah, dan ingatan kolektif masyarakat yang kemudian beliau susun dengan sangat rapi.
Mbah Guru melakukan pekerjaan luar biasa dalam mendokumentasikan apa yang mungkin hilang dimakan zaman. Beliau tidak hanya membaca naskah, tapi juga melakukan verifikasi dan memastikan cerita-cerita lisan dari para sesepuh tetap terjaga. Catatan-catatan beliau akhirnya menjadi acuan utama bagi siapa saja yang ingin serius menelusuri sejarah Lasem.
Ilmu yang beliau kumpulkan tidak berhenti di catatan saja. Mbah Guru dikenal sangat terbuka untuk membagikan ilmunya. Beliau punya banyak murid dan penerus yang kemudian menjadi "pengeras suara" untuk sejarah Lasem. Jadi, ketika kita membaca ulasan sejarah Lasem hari ini, seringkali akarnya bermuara pada apa yang pernah diajarkan atau ditulis oleh Mbah Guru.
Singkatnya, kalau Lasem punya "wajah" sejarah yang kuat dan terstruktur seperti sekarang, itu tidak lepas dari peran besar Mbah Guru yang telah meletakkan fondasinya dengan sangat kokoh. Beliau bukan sekadar penulis, tapi sosok yang memastikan identitas sejarah daerahnya tidak terputus di tengah jalan.
VIdeo Full Credit :