04/04/2022
Sirkuit Mandalika dicanangkan bakal menggelar event olahraga balap mobil Formula 1 (F1). Meskipun beredar kabar pengelola Sirkuit Mandalika harus membayar biaya lisensi cukup besar mencapai 40 juta dolar AS atau sekitar Rp537 miliar jika ingin menggelar event tersebut. namun pemerintah tetap optimis dapat menggelar ajang balap roda empat kelas dunia itu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, Ridwan Syah menyebut biaya lisensi yang perlu dikeluarkan masih bisa berubah.
Ridwan sendiri sempat dikirim sebagai delegasi untuk bertemu Presiden dan CEO F1, Stefano Domenicali di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Desember 2021 lalu. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang Sirkuit Mandalika menjadi tuan rumah F1 awal 2024 mendatang. Menurutnya, ITDC sebagai pengelola KEK Mandalika saat ini memang tidak bisa seorang diri menyiapkan Sirkuit Mandalika untuk menjadi tuan rumah F1. Seperti saran dari Duta Besar Indonesia di Abu Dhabi, agar Indonesia dapat memanfaatkan kedekatan pribadi antara Presiden Jokowi dengan Uni Emirat Arab untuk membuka komunikasi yang bagus.
Diakui, ada beberapa syarat dan standar yang harus dipenuhi Sirkuit Mandalika untuk bisa menggelar F1. Oleh karena itu, Dinas PUPR NTB sudah mengevaluasi teknis penyelenggaraan MotoGP untuk melihat aspek mana yang perlu ditingkatkan. Selain itu, Gubernur NTB, ITDC, serta IMI (Ikatan Motor Indonesia) telah melakukan pertemuan dengan pihak F1 di Sirkuit Yas Marina Abu Dhabi. Hasil pertemuan tersebut Sirkuit Mandalika dilirik untuk menyelenggarakan F1.
Hanya saja ada beberapa tahap yang harus dilakukan, termasuk untuk peningkatan grade agar sesuai untuk spesifikasi balap mobil. Termasuk melihat minat penonton, dampak ekonomi dan pangsa pasarnya. Ridwan menyebutkan syarat menjadi tuan rumah F1 harus sukses MotoGP. Kedua, harus tersedia 3 ribu kamar hotel bintang 5 seperti halnya di Abu Dhabi. Sedangkan saat ini di NTB, khususnya di sekitar sirkuit baru punya 800 kamar setara bintang 5.
Kendati demikian, pemerintah sangat sangat optimis akan ada investor yang berinvestasi untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur agar NTB lebih siap menggelar berbagai event internasional.