Lombok Friendly

Directions Website Contact the business

Lombok Friendly Your Guide to everything Lombok & Beyond: Wisata | Sejarah | Budaya | What's On Your guide to everything Lombok & Beyond
(280)

Mandalika dan Pantai Sira Masuk Rencana Rute Santai Seaplane dari BaliMandalika dan Pantai Sira di Lombok masuk dalam re...
23/10/2026

Mandalika dan Pantai Sira Masuk Rencana Rute Santai Seaplane dari Bali

Mandalika dan Pantai Sira di Lombok masuk dalam rencana pengembangan jaringan penerbangan pesawat amfibi (seaplane) Santai Seaplane yang direncanakan mulai beroperasi dari Bali pada 2026.

Layanan ini dikembangkan oleh Santai Seaplane, bagian dari Seaplane Asia, melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk memperluas konektivitas menuju destinasi pesisir dan kep**auan.

Selain Bali, Mandalika dan Pantai Sira, sejumlah destinasi lain yang dijajaki meliputi Labuan Bajo, Kep**auan Kangean, Maluku Utara, dan Danau Toba. Pengembangan konektivitas menuju Kep**auan Mentawai juga turut menjadi perhatian.

Berbeda dari pesawat konvensional, seaplane dapat lepas landas dan mendarat di air maupun darat, sehingga berpotensi menjadi alternatif transportasi menuju destinasi wisata yang memiliki keterbatasan akses.

Meski demikian, seluruh titik pendaratan tersebut masih dalam tahap penjajakan. Jadwal operasional, kepastian rute, harga tiket, dan mekanisme pemesanan akan menunggu pengumuman resmi dari pihak penyelenggara.

Jika terealisasi, layanan ini berpotensi membuka pilihan perjalanan baru bagi wisatawan sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata Lombok dengan Bali.

Sumber: TribunTravel

Nyawer Gazali Rp11 Juta, Emak-emak di Batu Rintang Minta Uangnya DikembalikanSeorang emak-emak di Batu Rintang, Lombok T...
22/10/2026

Nyawer Gazali Rp11 Juta, Emak-emak di Batu Rintang Minta Uangnya Dikembalikan

Seorang emak-emak di Batu Rintang, Lombok Tengah, menjadi sorotan setelah meminta kembali uang saweran sebesar Rp11 juta yang diberikan kepada penyanyi Sasak, Gazali, saat pentas musik bersama grup Alba 05.

Permintaan pengembalian uang tersebut muncul setelah ia menyadari bahwa tindakannya yang disebut spontan itu memicu persoalan dalam keluarga.

Merespons hal tersebut, Gazali bersama grup musik Alba 05 sepakat mengembalikan seluruh uang saweran secara utuh. Pengembalian dilakukan di hadapan masyarakat Batu Rintang.

Video pengembalian uang tersebut viral setelah diunggah melalui akun Facebook Alba 05 dan mendapat beragam respons dari warganet.

Dalam unggahannya, Alba 05 menyampaikan permohonan maaf atas kejadian saweran yang disebut tidak direncanakan. Pihaknya juga memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan dengan baik oleh kedua belah pihak.

“Jadi semuanya sudah terselesaikan dengan baik dan tidak ada masalah di kedua belah pihak,” tulis akun Alba 05.

— Beragam Komentar Netizen

Peristiwa ini turut memancing beragam komentar di media sosial. Sebagian warganet menyoroti besarnya uang yang digunakan untuk menyawer, sementara lainnya mengapresiasi keputusan Gazali dan Alba 05 yang bersedia mengembalikannya.

“Dear inak-inak kampung, itu duit 10 juta loh. Lu pikir itu daun,” tulis akun Cf Syafir dalam komentarnya.

Sementara itu, akun Pak Lukman menulis, “Ibu ini melet viral ruen nyawer sampe 11 begak, bati mako ruen, untung Gazali mau mengembalikan, mantap.”

Komentar lain datang dari akun Ramli Pratama Lombok yang menulis, “entah apa yang merasuki, mak” tulis akun Zhu Rong Ji dengan emoji menangis.

Komentar-komentar tersebut memperlihatkan beragam respons warganet terhadap peristiwa yang menjadi perbincangan di Lombok Tengah itu.

Pada akhirnya, uang saweran sebesar Rp11 juta tersebut dikembalikan kepada pemiliknya. Pihak Alba 05 pun menyatakan persoalan telah selesai dan tidak ada masalah di antara kedua belah pihak.

Aliran Dana Pemulihan Desa Adat Sade: Sapo Rp2 Miliar, Sejumlah Bantuan Masih Sebatas Janji. Pemulihan Desa Adat Sade, L...
22/10/2026

Aliran Dana Pemulihan Desa Adat Sade: Sapo Rp2 Miliar, Sejumlah Bantuan Masih Sebatas Janji.

Pemulihan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pasca kebakaran mendapat dukungan berbagai pihak. Sapo Developments menyalurkan Rp2 miliar, masing-masing Rp1 miliar untuk material dan upah pembangunan rumah serta infrastruktur listrik dan air bersih.

Sebanyak 49 rumah mulai dibangun, dengan progres diperkirakan 40–50 persen. Kebutuhan pembangunan mencapai Rp5,635 miliar, sementara sekitar 10 bangunan belum dikerjakan.

Bantuan lain datang dari Raffi Ahmad Rp1 miliar, PT Otsuka Rp500 juta, dan beberapa pihak lainnya.

Sejumlah bantuan lain masih berupa komitmen, termasuk Rp30 miliar dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang belum terealisasi, menurut Amaq Aris.

Baca selengkapnya. Swipe ⬅️

MotoGP Australia Tinggal Beberapa Hari, Jorge Martin Masih Betah di Lombok: Unggah Foto Bareng Anak-Anak LokalGelaran Mo...
22/10/2026

MotoGP Australia Tinggal Beberapa Hari, Jorge Martin Masih Betah di Lombok: Unggah Foto Bareng Anak-Anak Lokal

Gelaran MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island tinggal menghitung hari. Namun, juara dunia MotoGP 2024, Jorge Martin nampaknya masih menikmati suasana Lombok, dan membagikan momen kebersamaannya bersama anak-anak lokal.

Dalam unggahan Instagram terbarunya, Rabu (21/10/2026), pembalap Aprilia Racing itu menuliskan kalimat singkat, “Good people, Good Energy”, disertai emoji island life.

Unggahan tersebut menghadirkan cerita menarik di tengah persiapan menuju seri ke-18 MotoGP 2026 yang berlangsung pada 23–25 Oktober di Phillip Island, Australia. Persaingan di lintasan segera berlanjut, tetapi Martin masih menyempatkan diri menikmati suasana dan interaksi dengan masyarakat Lombok.

Momen ini menjadi gambaran bahwa pengalaman seorang pembalap dunia tidak hanya terbentuk di lintasan balap. Keramahan warga, kehangatan anak-anak, dan suasana p**au yang khas juga menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Bagi Indonesia, khususnya Lombok, ini menjadi kebanggaan tersendiri. Pulau ini bukan hanya dikenal sebagai tuan rumah MotoGP Mandalika, tetapi juga memiliki daya tarik yang bisa dirasakan langsung oleh para bintang dunia.

Dari Mandalika hingga panggung dunia, Lombok punya cerita, keramahan, dan energi positif yang layak dibanggakan. Indonesia bukan sekadar tujuan balapan, tetapi juga tempat untuk menciptakan kenangan yang berkesan.

Camat Bayan Larang Joget Anco-AncoCamat Bayan, Kabupaten Lombok Utara, menerbitkan himbauan terkait kegiatan joget anco-...
21/10/2026

Camat Bayan Larang Joget Anco-Anco

Camat Bayan, Kabupaten Lombok Utara, menerbitkan himbauan terkait kegiatan joget anco-anco. Himbauan tersebut menekankan pentingnya menjaga nilai adat istiadat, agama, dan budaya leluhur masyarakat Bayan.

Berdasarkan unggahan akun Facebook Jurba Bayan di grup Sejarah Pejanggik Selaparang, Rabu (21/10/2026), terdapat tiga poin utama dalam himbauan tersebut:

1. Menjaga adat istiadat dan kesopanan sesuai dengan nilai budaya Bayan.
2. Menghindari kegiatan joget anco-anco yang dinilai tidak sesuai dengan norma agama dan adat.
3. Melestarikan budaya leluhur dengan tetap berpegang pada ajaran agama Islam.

Melalui himbauan itu, masyarakat Kecamatan Bayan juga diajak untuk bersama-sama menjaga ketertiban, menghormati adat dan budaya leluhur, serta menjunjung tinggi nilai agama dan semangat gotong royong demi keharmonisan bersama.

Dokumen tersebut mencantumkan Kantor Camat Bayan sebagai pihak penerbit, dengan keterangan waktu Oktober 2024.

Sementara itu, Kepala Desa Bayan, Satradi, dilansir Lombok Post, menjelaskan bahwa pembatasan penyelenggaraan hiburan anco-anco merupakan bagian dari upaya menjaga marwah adat dan tradisi leluhur yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Bayan.

Ia berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung kebijakan tersebut.

Joget Anco Anco sendiri adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat Lombok terhadap pertunjukan tari atau joget yang kerap mempertontonkan gerakan dan bahkan aksi erotis antara penari dan pengibing.

—

Pendapat kami, kegiatan joget anco anco ini sudah sangat meresahkan karena kerap dilakukan di depan anak anak seperti pada tangkapan layar dari sebuah video yang dibagikan di grup Sahabat Lombok Friendly.

Catatan: Lokasi kejadian di foto bukanlah di Bayan.

Bagaimana menurut teman teman, haruskah Joget Anco Anco ini dilarang di semua daerah di p**au seribu masjid ini?

50 Tahun di Bawah Payung Hitam Putih KolonialSejarah mencatat bahwa Indonesia dijajah selama sekitar 350 tahun oleh Bela...
21/10/2026

50 Tahun di Bawah Payung Hitam Putih Kolonial

Sejarah mencatat bahwa Indonesia dijajah selama sekitar 350 tahun oleh Belanda dan Jepang. Namun, jika kita melihat lebih dekat pada catatan sejarah di masing-masing daerah, seperti di Pulau Lombok, kita menemukan cerita yang sedikit berbeda.

Awal Kedatangan Belanda di Lombok

1674: Belanda mengirim Fransen Holstein ke Lombok dan ditolak. Di bawah kekuasaan I Gusti Wayan Tegeh, Belanda mengirim Vandring Alexander Lecerf, tetapi juga ditolak.

1843:Belanda mengirim H.J. Huskus Koopman yang berhasil menjalin kerjasama dengan I Gusti Anglurah Ketut Karangasem, menghasilkan perjanjian 7 poin, salah satunya; Mengakui kekuasaan Hindia Belanda.

Meski perjanjian ini menegaskan kekuasaan Belanda atas Lombok, tetapi Kerajaan Selaparang Sasak tetap diberikan wewenang penuh untuk mengatur pemerintahannya sendiri.

Jadi kesimp**an kami, Belanda belumlah menjajah p**au Lombok.

Perang Lombok 1891 - 1894

Belanda bersama rakyat sasak berhasil mengalahkan Kerajaan Mataram Lombok. Kemudian Belanda menerbitkan Stb. No.183/1895 tanggal 31 Agustus 1895 tentang pembentukan Afdeling Lombok dengan ibukota Ampenan, dengan dua onder afdeling; Lombok Timur dengan ibukota Sisik dan Lombok Barat dengan ibukota Mataram.

Hal ini menandai awal kolonialisme Belanda di Lombok, yang berlangsung hingga tahun 1942 saat pendudukan Jepang.

Filip Salac Sebut Indonesia yang Terbaik Usai MotoGP MandalikaPembalap Moto2 Filip Salac membagikan momen liburannya di ...
21/10/2026

Filip Salac Sebut Indonesia yang Terbaik Usai MotoGP Mandalika

Pembalap Moto2 Filip Salac membagikan momen liburannya di Indonesia setelah merampungkan rangkaian balapan MotoGP Mandalika. Lewat unggahan Instagram pada Selasa (20/10/2026), pembalap asal Ceko itu mengungkapkan kesannya terhadap Indonesia.

“Terima kasih Indonesia, kamu yang terbaik 🇮🇩,” tulis Salac dalam bahasa Indonesia.

Unggahan tersebut berisi sejumlah foto aktivitas Salac setelah balapan di Mandalika. Tak langsung meninggalkan Indonesia, ia tampak mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan di luar lintasan, mulai dari berselancar, menyelam, hingga menyaksikan matahari terbenam di sebuah beach club.

Salac juga membagikan suasana santai di resor mewah yang menghadap laut. Ada p**a momen menarik saat dirinya berinteraksi dengan warga lokal ketika membeli BBM eceran.

Lewat rangkaian foto itu, Salac memperlihatkan pengalaman yang ia dapatkan setelah menjalani agenda balap di Mandalika. Ungkapan terima kasihnya pun menjadi penutup manis dari momen kebersamaannya dengan Indonesia di luar lintasan.

Aliran Dana Pemulihan Desa Adat Sade: Sapo Rp2 Miliar, Sejumlah Bantuan Masih Sebatas JanjiPemulihan Desa Adat Sade, Des...
20/10/2026

Aliran Dana Pemulihan Desa Adat Sade: Sapo Rp2 Miliar, Sejumlah Bantuan Masih Sebatas Janji

Pemulihan Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pasca kebakaran terus berjalan. Salah satu dukungan terbesar datang dari PT Sapo Development Indonesia melalui bantuan Rp2 miliar untuk pembangunan rumah warga dan pemulihan infrastruktur dasar.

Owner SAPO Development, Alvaro Paribanez, menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk komitmen untuk menghidupkan kembali pembangunan Sade melalui pengadaan material, pembayaran upah pekerja, serta rencana penyediaan listrik dan air bersih.

“Pemanfaatan bantuan ini diharapkan mendukung pembangunan sekaligus membantu warga kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya. Investor ITDC itu juga berharap program Back To Sade Project mampu memulihkan Sade sebagai destinasi wisata unggulan bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Tokoh Dusun Adat Sade, Thalib alias Amaq Aris, menjelaskan, dari total Rp2 miliar, separuh dialokasikan untuk pembangunan rumah, sedangkan sisanya ditempatkan di rekening satgas melalui Bank NTB Syariah untuk mendukung pemulihan infrastruktur dasar.

Dukungan pemulihan Sade juga datang dari sejumlah pihak, antara lain Raffi Ahmad sebesar Rp1 miliar untuk pembelian tiang rumah warga, PT Otsuka Rp500 juta melalui Satgas Pemulihan, serta Chili House Rp182 juta untuk pembangunan berugak Bale Sangkep.

Berbagai bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga dalam membangun kembali rumah dan fasilitas yang terdampak kebakaran.

— Kontribusi Sapo dalam Angka

Bantuan Rp2 miliar dari Sapo menjadi salah satu komponen penting pemulihan Sade. Namun, persentasenya terhadap total donasi belum dapat dipastikan.

Ketua Satgas Pemulihan dan Penataan Desa Adat Sade, Lalu Moh. Faozal, mencatat saldo rekening satgas sebesar Rp1,91 miliar, naik Rp765 juta dari saldo sebelumnya. Donasi besar pada periode tersebut antara lain berasal dari Kawula Madani sebesar Rp500 juta dan Widiyanti Putri Rp265 juta.

Sementara itu, Kepala Desa Rembitan, Lalu Minaksa, memperkirakan dana yang dikelola masyarakat mencapai Rp2,5 miliar, di luar bantuan material dan pembangunan langsung.

Karena cakupan dan periode pencatatannya berbeda, angka-angka tersebut belum dapat dijumlahkan untuk menentukan total donasi maupun persentase kontribusi Sapo secara akurat.

— Rp1 Miliar untuk Material dan Upah Rumah

Amaq Aris menjelaskan, bantuan Sapo dibagi dua: Rp1 miliar untuk material bangunan dan upah tukang melalui rekening Dusun Sade, serta Rp1 miliar melalui rekening satgas di Bank NTB Syariah untuk mendukung penyediaan listrik dan air bersih.

“Donasi Sapo dipakai untuk bangun rumah. Donasi dari Raffi Ahmad diperuntukkan membeli tiang pertama. Kalau konsumsi, alhamdulillah sudah lebih dari cukup,” ujarnya.

Pihak dusun juga telah berkoordinasi dengan PLN dan PDAM. Namun, data realisasi penggunaan dana untuk material, upah, listrik, dan air bersih masih diperlukan untuk mengukur progres pemanfaatan bantuan tersebut.

— Pemulihan Sade: 49 Rumah Mulai Dibangun

Kepala Desa Rembitan, Lalu Minaksa, menyebut 49 rumah mulai dibangun, sementara sekitar 10 bangunan lainnya belum dikerjakan. Dua berugak sekenem telah rampung, sedangkan masjid dan museum masih dalam pengerjaan.

Dengan estimasi biaya Rp115 juta per rumah, kebutuhan pembangunan 49 unit mencapai Rp5,635 miliar. Ketua Pokdarwis Dusun Adat Sade, Sanah Ardinata, memperkirakan progres pembangunan rumah baru mencapai 40–50 persen.

Bantuan Sapo menjadi salah satu penopang pemulihan, tetapi kebutuhan pendanaan lanjutan masih diperlukan untuk menuntaskan pembangunan.

— Peta Bantuan: Dana Terealisasi dan Komitmen

Berdasarkan keterangan Amaq Aris, bantuan pemulihan Desa Adat Sade berasal dari sejumlah pihak, dengan status penyaluran yang beragam.

Bantuan yang disebutkan meliputi Sapo Rp2 miliar, Raffi Ahmad Rp1 miliar, PT Otsuka Rp500 juta, Chili House Rp182 juta, Kementerian Pariwisata lebih dari Rp800 juta, DPR RI Sari Yuliati Rp200 juta, Wakil Gubernur NTB sekitar Rp60 juta, serta Bank BTN Rp75 juta.

BSI juga memiliki komitmen Rp1 miliar, dengan Rp153 juta disebut telah terealisasi untuk pembangunan gapura. Sementara itu, bantuan MIM Foundation dan Dharma Lautan Utama belum diketahui nilainya atau belum terealisasi.

Masih menurut Amaq Aris, bantuan sebesar Rp30 miliar dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon hingga kini belum terealisasi. Informasi mengenai status dan mekanisme penyaluran bantuan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.

Catatan: Data ini berdasarkan keterangan narasumber, bukan laporan keuangan terverifikasi. Nilai komitmen, dana yang telah diterima, dan bantuan barang perlu dipisahkan agar tidak terjadi penghitungan ganda.

—Transparansi Jadi Kunci Pemulihan Sade

Ketua Satgas Pemulihan dan Penataan Desa Adat Sade, Lalu Moh. Faozal, menegaskan pengelolaan donasi disesuaikan dengan peruntukan yang disepakati.

Di tengah kebutuhan pendanaan lanjutan, transparansi total donasi, realisasi penggunaan dana, dan progres pembangunan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik serta mempercepat pemulihan Sade.

Desa Sesaot Masuk 15 Besar Wonderful Indonesia Awards 2026Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, berhas...
20/10/2026

Desa Sesaot Masuk 15 Besar Wonderful Indonesia Awards 2026

Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, berhasil masuk 15 besar Wonderful Indonesia Awards 2026. Capaian ini menjadi pengakuan atas upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mengembangkan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal.

Kepala Desa Sesaot, Muliyadi, mengatakan bahwa menjaga hutan dan sumber air merupakan bagian dari pengabdian untuk mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.

“Menjaga hutan dan sumber air merupakan bentuk pengabdian guna mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera,” kata Muliyadi, dikutip dari Lombok Post.

Dalam proses penilaian, tim dewan juri Kementerian Pariwisata bersama jajaran pemerintah daerah melakukan visitasi langsung ke Desa Sesaot.

Pengembangan pariwisata desa ini mengintegrasikan keindahan alam, nilai religiusitas, serta adat istiadat masyarakat Sasak sebagai daya tarik wisata.

Wonderful Indonesia Awards merupakan ajang apresiasi Kementerian Pariwisata untuk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing pariwisata Indonesia, termasuk melalui pengakuan terhadap pelaku dan pengelola destinasi yang berkontribusi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Turis Lokal Mengaku Diminta Bayar Rp150 Ribu di Pantai Klui, Netizen Sebut “Pulau 1000 Pungli”Sebuah video yang diunggah...
20/10/2026

Turis Lokal Mengaku Diminta Bayar Rp150 Ribu di Pantai Klui, Netizen Sebut “Pulau 1000 Pungli”

Sebuah video yang diunggah akun Facebook Hikmah Alvian menyita perhatian warganet setelah memperlihatkan sekelompok wisatawan lokal yang memilih meninggalkan Pantai Klui, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), lantaran diminta membayar Rp150.000.

Dalam video berdurasi 29 detik tersebut, perekam menyampaikan kekecewaannya karena mengaku tetap diminta membayar meski tidak menggunakan tempat yang tersedia.

“Kita ndak pakai tempat, mau pakai tempat atau ndak pakai tempat, katanya harus bayar Rp150 ribu. Kita pindah, guys. Kita di Pantai Klui. Terus, kita disuruh pergi kalau ada pelanggan yang datang. Uh, kita p**ang, guys. Kita p**ang nih dari Pantai Klui.” ujar perekam dalam video tersebut.

Unggahan itu kemudian memancing beragam komentar. Sejumlah warganet menyayangkan dugaan pungutan tersebut karena dinilai dapat membuat wisatawan enggan berkunjung ke pantai-pantai di Lombok.

“Pulau 1000 pungli, 1000 kang parkir,” tulis Roe Enggineer.

Komentar serupa disampaikan Satria Sasak. “Waduh, pemalakan namanya itu, harus segera ditindaklanjuti,” tulisnya.

Dian Wijayanti juga mempertanyakan biaya yang dibebankan kepada pengunjung. “Itu pantai fasilitas semua warga Lombok, kenapa harus bayar segitu?” komentarnya.

Namun, ada p**a warganet yang mengingatkan agar duduk perkaranya diperjelas. Surya Amakn Zaydan Zaydan berpendapat, rombongan wisatawan mungkin diminta membayar untuk menggunakan berugak atau tempat duduk yang disediakan pengelola warung.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan pentingnya transparansi mengenai jenis biaya yang dikenakan kepada pengunjung, termasuk apakah pungutan berlaku untuk penggunaan fasilitas tertentu atau merupakan biaya wajib masuk kawasan pantai.

Hingga informasi dalam unggahan tersebut dapat diverifikasi lebih lanjut, belum diketahui secara pasti siapa pihak yang meminta pembayaran, apa dasar penetapan tarif Rp150.000, serta apakah pungutan tersebut merupakan tarif resmi atau biaya penggunaan fasilitas.

Kejadian ini kembali memunculkan pertanyaan tentang pengelolaan destinasi wisata di Lombok: bagaimana memastikan wisatawan memperoleh informasi tarif yang jelas, tanpa mengabaikan hak pengelola usaha untuk menarik biaya atas fasilitas yang memang mereka sediakan?. —LF

Bagaimna menurut teman teman, wajarkah angka Rp150.000 untuk sebuah fasilitas pantai?

Address

Pringgarata, Lombok Tengah
Lombok
83562

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lombok Friendly posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Lombok Friendly:

Shortcuts

Share