20/10/2026
Aliran Dana Pemulihan Desa Adat Sade: Sapo Rp2 Miliar, Sejumlah Bantuan Masih Sebatas Janji
Pemulihan Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pasca kebakaran terus berjalan. Salah satu dukungan terbesar datang dari PT Sapo Development Indonesia melalui bantuan Rp2 miliar untuk pembangunan rumah warga dan pemulihan infrastruktur dasar.
Owner SAPO Development, Alvaro Paribanez, menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk komitmen untuk menghidupkan kembali pembangunan Sade melalui pengadaan material, pembayaran upah pekerja, serta rencana penyediaan listrik dan air bersih.
“Pemanfaatan bantuan ini diharapkan mendukung pembangunan sekaligus membantu warga kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya. Investor ITDC itu juga berharap program Back To Sade Project mampu memulihkan Sade sebagai destinasi wisata unggulan bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
Tokoh Dusun Adat Sade, Thalib alias Amaq Aris, menjelaskan, dari total Rp2 miliar, separuh dialokasikan untuk pembangunan rumah, sedangkan sisanya ditempatkan di rekening satgas melalui Bank NTB Syariah untuk mendukung pemulihan infrastruktur dasar.
Dukungan pemulihan Sade juga datang dari sejumlah pihak, antara lain Raffi Ahmad sebesar Rp1 miliar untuk pembelian tiang rumah warga, PT Otsuka Rp500 juta melalui Satgas Pemulihan, serta Chili House Rp182 juta untuk pembangunan berugak Bale Sangkep.
Berbagai bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga dalam membangun kembali rumah dan fasilitas yang terdampak kebakaran.
— Kontribusi Sapo dalam Angka
Bantuan Rp2 miliar dari Sapo menjadi salah satu komponen penting pemulihan Sade. Namun, persentasenya terhadap total donasi belum dapat dipastikan.
Ketua Satgas Pemulihan dan Penataan Desa Adat Sade, Lalu Moh. Faozal, mencatat saldo rekening satgas sebesar Rp1,91 miliar, naik Rp765 juta dari saldo sebelumnya. Donasi besar pada periode tersebut antara lain berasal dari Kawula Madani sebesar Rp500 juta dan Widiyanti Putri Rp265 juta.
Sementara itu, Kepala Desa Rembitan, Lalu Minaksa, memperkirakan dana yang dikelola masyarakat mencapai Rp2,5 miliar, di luar bantuan material dan pembangunan langsung.
Karena cakupan dan periode pencatatannya berbeda, angka-angka tersebut belum dapat dijumlahkan untuk menentukan total donasi maupun persentase kontribusi Sapo secara akurat.
— Rp1 Miliar untuk Material dan Upah Rumah
Amaq Aris menjelaskan, bantuan Sapo dibagi dua: Rp1 miliar untuk material bangunan dan upah tukang melalui rekening Dusun Sade, serta Rp1 miliar melalui rekening satgas di Bank NTB Syariah untuk mendukung penyediaan listrik dan air bersih.
“Donasi Sapo dipakai untuk bangun rumah. Donasi dari Raffi Ahmad diperuntukkan membeli tiang pertama. Kalau konsumsi, alhamdulillah sudah lebih dari cukup,” ujarnya.
Pihak dusun juga telah berkoordinasi dengan PLN dan PDAM. Namun, data realisasi penggunaan dana untuk material, upah, listrik, dan air bersih masih diperlukan untuk mengukur progres pemanfaatan bantuan tersebut.
— Pemulihan Sade: 49 Rumah Mulai Dibangun
Kepala Desa Rembitan, Lalu Minaksa, menyebut 49 rumah mulai dibangun, sementara sekitar 10 bangunan lainnya belum dikerjakan. Dua berugak sekenem telah rampung, sedangkan masjid dan museum masih dalam pengerjaan.
Dengan estimasi biaya Rp115 juta per rumah, kebutuhan pembangunan 49 unit mencapai Rp5,635 miliar. Ketua Pokdarwis Dusun Adat Sade, Sanah Ardinata, memperkirakan progres pembangunan rumah baru mencapai 40–50 persen.
Bantuan Sapo menjadi salah satu penopang pemulihan, tetapi kebutuhan pendanaan lanjutan masih diperlukan untuk menuntaskan pembangunan.
— Peta Bantuan: Dana Terealisasi dan Komitmen
Berdasarkan keterangan Amaq Aris, bantuan pemulihan Desa Adat Sade berasal dari sejumlah pihak, dengan status penyaluran yang beragam.
Bantuan yang disebutkan meliputi Sapo Rp2 miliar, Raffi Ahmad Rp1 miliar, PT Otsuka Rp500 juta, Chili House Rp182 juta, Kementerian Pariwisata lebih dari Rp800 juta, DPR RI Sari Yuliati Rp200 juta, Wakil Gubernur NTB sekitar Rp60 juta, serta Bank BTN Rp75 juta.
BSI juga memiliki komitmen Rp1 miliar, dengan Rp153 juta disebut telah terealisasi untuk pembangunan gapura. Sementara itu, bantuan MIM Foundation dan Dharma Lautan Utama belum diketahui nilainya atau belum terealisasi.
Masih menurut Amaq Aris, bantuan sebesar Rp30 miliar dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon hingga kini belum terealisasi. Informasi mengenai status dan mekanisme penyaluran bantuan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.
Catatan: Data ini berdasarkan keterangan narasumber, bukan laporan keuangan terverifikasi. Nilai komitmen, dana yang telah diterima, dan bantuan barang perlu dipisahkan agar tidak terjadi penghitungan ganda.
—Transparansi Jadi Kunci Pemulihan Sade
Ketua Satgas Pemulihan dan Penataan Desa Adat Sade, Lalu Moh. Faozal, menegaskan pengelolaan donasi disesuaikan dengan peruntukan yang disepakati.
Di tengah kebutuhan pendanaan lanjutan, transparansi total donasi, realisasi penggunaan dana, dan progres pembangunan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik serta mempercepat pemulihan Sade.