Wonderful Banggai

Wonderful Banggai Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Sulawesi Tengah. Central Sulawesi. Indonesia

Tourist destinations in Banggai Regency, Banggai Island Banggai Sea.

Arsip penting pengangkatan Raja Banggai Tadj Mumbu Doi Sau tahun 1828.Sultan Ternate Tajul Malik Amiruddin Iskandar Kaul...
06/11/2022

Arsip penting pengangkatan Raja Banggai Tadj Mumbu Doi Sau tahun 1828.

Sultan Ternate Tajul Malik Amiruddin Iskandar Kaulain Syah, yang bergelar Kaicil Putra Muhammad Zain menobatkan Kapitan Laut Kaicil Taj (Tadj Mumbu Doi Sau) sebagai Raja Kerajaan Banggai. Demikian telah dijanjikan dan dikuatkan kaul waid perjanjian ini dengan sumpah diatas Quran al Azim serta termaterai dengan cap dan tanda tangan dari oleh paduka Syah Raja Tadj beserta dengan sekalian Bobato- Bobato dan Kaicil-Kaicil di atas Tanah Bolukan Negeri Banggai dengan Sangaji-Sangaji dari Tanah Peling dan Tanah Besar (Banggai Darat) di bawah keperintahan oleh Paduka Syah Raja Banggai pada 16 Rajab 1243 H atau 2 Februari 1828 Masehi.

Sumber: ANRI (Arsip Negara Republik Indonesia).

Landscape Banggai Darat catatan Clercq tahun 1890.Daerah Banggai darat yang berada di bawah Raja Banggai terdiri dari se...
06/11/2022

Landscape Banggai Darat catatan Clercq tahun 1890.

Daerah Banggai darat yang berada di bawah Raja Banggai terdiri dari sebelas Distrik atau Kampung dengan Tanjung Api "Ampana" menjadi batas utara (Baca perjanjian Raja Banggai dengan Raja Tojo La Riau tanggal 11 Desember 1887) dan batas selatan Teong didarat. Distrik mereka memiliki nama-nama berikut: Sonoran (Sinorang), Batumi (Batui), Tangkiang (Tangkian), Kenton (Kintom), Mandingo (Mondono), Lontiok, Nambo, Luu (Luwuk), Besame (Masama), Lamala, dan Pokomondolong yang dikenal dengan nama umum Balantak, sedangkan desa-desa di pantai utara semenanjung ini Pati-Pati dan Saloean berada di bawah Mangino dan Boalemo di bawah Mandono, Kentong, dan Tangkiang.

Di Mandono ada utusan atas nama Sultan Ternate. Kepala kampung adalah Sangaji dengan kepala desa yang lebih rendah yang menyandang gelar Kapita dan Diakanyo. Mayoritas penduduk pesisir adalah Muslim kecuali di Kentong (Kintom) ada tempat tinggal sejumlah Alfurus (Alfurus sebutan untuk orang yang belum memeluk agama samawi Islam maupun Kristen). Ada lebih dari tiga ribu penduduk tetapi jumlah penduduk gunung tidak dapat ditentukan.

Tempat perdagangan yang paling penting adalah Pokomondolong atau Balantak disini banyak terdapat padi dengan harga rata-rata 4.- per picul dijual ke Gorontalo. Balantak dikenal dengan tembakau berkualitas baik, yang dengan berat setengah kati dipelintir menjadi tali dan biasanya dijual dengan harga f 0,50 per depa. Daerah ini juga merupakan satu-satunya dimana pohon sagu berlimpah dan oleh karena itu dapat dengan tepat disebut gudang seluruh Banggai.

Banggai Pulau-pulau juga dikenal karena kekayaannya dalam jenis kayu yang tahan lama di antaranya eboni menjadi komuditas penting, sementara di tempat bernama Mambulusan yang milik Liang di Pulau Peleng, antimon atau mika yang menghiasi bagian luar kotak anyaman dan topi digali dari kedalaman empat sampai lima depa. Komoditas lainnya adalah damar dijual dengan harga f 10 sampai F 15 per picul. Sedangkan komoditas rotan tipis dan lilin terutama dari Batumi (Batui) dan Kentong (kintom) dijual hingga F 80 per picul. Beberapa komoditas lainnya ialah kopi yang ditanam di beberapa bukit di Pulau Peleng. Sejumlah kecil sarang burung dari pulau Salui dan musk atau timpaus dibawa ke pasar dengan potongan kecil seharga sepuluh farthings.

Uang umumnya tidak dicari, mereka lebih memilih farthings kuningan tua yang ada adalah seratus dua puluh dalam Gulden, dan di pedalaman gunung yang cockfarthings tua yang ada tiga ratus enam puluh dalam Gulden, selain empat sukus sebanding dengan masing-masing empat puluh sen real Makassar (Mata Uang Makassar) memiliki nilai figuratif f 2 dan sebagian besar digunakan untuk barter linen seperti kain blacu.

Kuda dan sapi utan (Kerbau Kerdil atau Anoa) di Sulawesi, serta tinggalu (luwak sawit), ular air dan sejumlah besar spesies ikan banyak dis**ai bagi umat Islam dan Alfurus. Orang Bajor (Bajo) s**a berburu ikan gergaji, hanya daging ikannya yang mereka makan sedangkan gergaji dibuang tanpa dimanfaatkan, mereka juga mencari tripang dan kura-kura bahkan pada kedalaman sepuluh depa. Orag Bajor (Bajo) menyebut tombak besar mereka dengan sebutan Kalai.

Perdagangan budak di Banggai berhenti sepenuhnya setelah penghapusannya pada tahun 1879. Namun kadang-kadang perdagangan budak masi dilakukan, jika diketahui maka pelaku perdagangan budak akan dibawa ke hadapan dewan negara di Ternate dan dihukum berat.

Sumber: Bijdrage tot de kennis der Residentie Ternate / door F.S.A. de Clercq tahun 1890.
Foto Peta: Banggai tahun 1883

06/07/2021

Kami Mimin Wonderful Banggai jarang upload karena lagi pendemi, semoga pendemi cepat berakhir dan fanpage ini akan aktif update kembali🙏

Danau Paisupok.....Location: Lukpanenteng, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.📷 Delim
29/05/2021

Danau Paisupok.....
Location: Lukpanenteng, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

📷 Delim


Bahasa pergaulan sehari-hari di Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo. Mungkin ada orang baru pertama mendengar ...
16/01/2021

Bahasa pergaulan sehari-hari di Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Mungkin ada orang baru pertama mendengar bahasa dan percakapan saat datang ke Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Ampana, Poso, Parigi Moutong, Buol dan sekitarnya, dan merasa tidak paham dengan bahasa pergaulan di Sulteng bisa liat ini.




04/01/2021

Pernah melihat anakan Burung Maleo menetas? Burung ini tidak mengerami telurnya seperti burung lainnya. Indukan burung maleo meletakan telurnya didalam tanah atau pasir dengan kedalaman maksimal 2 meter dan meninggalkannya begitu saja. Panas bumi yang memanaskan telur untuk mengeraminya (seperti penyu). Setelah menetas anakan burung maleo akan berjuang menuju permukaan tanah dan beberapa menit kemudian bisa langsung terbang.

Burung ini adalah satwa Endemik Sulawesi dan terancam Punah. Burung maleo dilindungi oleh undang-undang Indonesia secara menyeluruh. Berburu, menangkap, membunuh, atau mengganggu Burung Maleo dewasa atau telurnya dapat dikenai hukuman pidana penjara hingga 5 tahun dan didenda hingga Rp 200 juta (UU No. 5/1990).

Video eksklusif di alam liar anakan maleo muncul dari tanah (bukan di penangkaran). Kalau di luar negeri baliat momen bagini butuh ribuan dollar dan memang langkah.
Location: Taima, Banggai, Sulawesi Tengah.

Suling




Alami menginap merasakan alam....Location: Mbuang-mbuang, Banggai Laut, Sulawesi Tengah.📷 Budiarto Sualang.
04/01/2021

Alami menginap merasakan alam....
Location: Mbuang-mbuang, Banggai Laut, Sulawesi Tengah.

📷 Budiarto Sualang.


Pante Mandel.....Location: Totikum, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.📷 Ven.
04/01/2021

Pante Mandel.....
Location: Totikum, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

📷 Ven.


Aer Terjun Salodik.......Location: Salodik, Banggai, Sulawesi Tengah.📷 Avie Jilo.
04/01/2021

Aer Terjun Salodik.......
Location: Salodik, Banggai, Sulawesi Tengah.

📷 Avie Jilo.



Mulai besok masuk ke wilayah Sulawesi Tengah wajib menunjukan hasil Rapid Test Antigen/Swab PCR “NON REAKTIF” yang berla...
29/12/2020

Mulai besok masuk ke wilayah Sulawesi Tengah wajib menunjukan hasil Rapid Test Antigen/Swab PCR “NON REAKTIF” yang berlaku 3x24 jam. Berlaku bagi pelaku perjalanan dari luar Sulawesi Tengah baik via darat, laut dan udara.

Sesuai Surat Edaran Gubernur Sulawesi Tengah No : 443/692/DIS.KES Tanggal 28 Desember 2020. Peraturan ini berlaku hingga terjadinya penurunan kasus Covid19 di Sulawesi Tengah.

Address

Luwuk Banggai
Luwuk

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wonderful Banggai posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Wonderful Banggai:

Share