Taqwa Tours

Taqwa Tours taqwatours | travel umrah - haji khusus - wisata halal

Taqwa Tours adalah travel yang memberangkatkan ibadah umrah dan haji khusus, berkantor di kota magelang dan kota surakarta

Kabar kurang menyenangkan datang bagi calon jemaah umrah. Dalam beberapa hari terakhir, harga tiket pesawat menuju Arab ...
14/05/2026

Kabar kurang menyenangkan datang bagi calon jemaah umrah. Dalam beberapa hari terakhir, harga tiket pesawat menuju Arab Saudi dilaporkan mengalami lonjakan cukup drastis, bahkan mencapai Rp 6,5 juta per tiket. Kenaikan ini disebut terjadi pada sejumlah maskapai penerbangan yang melayani rute umrah dan haji.

Sekretaris Jenderal Amphuri, Zaky Zakaria, membenarkan bahwa kondisi ini sedang membuat banyak travel umrah “heboh” dan kesulitan menyesuaikan harga paket yang sebelumnya sudah dipasarkan kepada calon jemaah. Menurutnya, kenaikan tarif bervariasi mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 6,5 juta, tergantung maskapai dan jadwal penerbangan.

Faktor utama yang disebut menjadi penyebab lonjakan ini adalah naiknya harga avtur atau bahan bakar pesawat. Selain itu, kondisi geopolitik di Timur Tengah juga dikabarkan ikut memengaruhi biaya operasional penerbangan, mulai dari perubahan jalur terbang hingga premi asuransi maskapai. Dampaknya, sejumlah travel mulai khawatir karena biaya paket umrah berpotensi ikut melonjak dalam waktu dekat.

Beberapa jadwal penerbangan dari Surabaya bahkan disebut sempat mengalami pembatalan akibat ketidakstabilan harga tiket. Karena itu, gabungan asosiasi penyelenggara haji dan umrah kini tengah menyusun surat kepada pemerintah Arab Saudi agar ada mediasi dengan pihak maskapai supaya kenaikan harga tidak semakin memberatkan jemaah Indonesia.

Sumber: Detik Hikmah, Amphuri Indonesia.

13/05/2026

Saudi Arabia sedang menjalankan proyek besar bernama Saudi Vision 2030, sebuah program transformasi nasional yang salah satu fokus utamanya adalah memperbesar kapasitas layanan haji dan umroh dunia. Lewat proyek ini, Saudi membangun dan memperluas infrastruktur besar-besaran di Makkah dan Madinah, mulai dari transportasi cepat Haramain, pengembangan Mina dan Arafah, perluasan layanan digital Nusuk, hingga peningkatan kapasitas pelayanan jutaan jemaah. Pemerintah Saudi bahkan menargetkan mampu menampung sekitar 5 juta jemaah haji per tahun pada 2029–2030, jauh lebih besar dibanding kapasitas haji internasional saat ini yang berada di kisaran 2 jutaan jemaah per tahun.

Dampaknya mulai dibahas serius oleh pemerintah Indonesia. Wakil Menteri Haji RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut bahwa jika target Saudi Vision 2030 benar-benar tercapai, kuota haji Indonesia yang saat ini sekitar 221 ribu jemaah per tahun berpotensi meningkat hingga 500–600 ribu jemaah per tahun. Dengan kenaikan sebesar itu, masa tunggu haji Indonesia yang rata-rata sekitar 26 tahun disebut bisa turun menjadi sekitar 10–13 tahun. Artinya, antrean berpotensi terpangkas hingga lebih dari separuhnya. Saat ini sendiri, jumlah antrean haji Indonesia sudah mencapai sekitar 5,7 juta orang, bahkan di beberapa daerah masa tunggunya bisa menyentuh puluhan tahun.

Meski begitu, hingga sekarang belum ada keputusan resmi bahwa Saudi Vision 2030 otomatis akan memangkas masa tunggu haji dalam waktu dekat. Penambahan kuota tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur Saudi, kebijakan pembagian kuota internasional, serta kesepakatan dengan masing-masing negara. Namun banyak pihak menilai bahwa proyek besar ini menjadi harapan paling realistis dalam sejarah modern untuk mempercepat antrean haji dunia, khususnya bagi negara dengan jumlah Muslim besar seperti Indonesia.

Sumber: DetikHikmah, Saudi Vision 2030 Annual Report 2024, Kompas.com, MKRI

10/05/2026

Patroli keamanan di Kota Makkah menangkap seorang warga negara Indonesia yang diduga terlibat dalam penipuan layanan haji ilegal melalui media sosial. Pelaku diketahui memposting iklan jasa haji palsu dan menyesatkan dengan menawarkan fasilitas haji tanpa izin resmi dari otoritas Arab Saudi.

Menurut keterangan aparat keamanan Saudi, modus yang digunakan adalah menawarkan paket haji ilegal lengkap dengan janji penginapan, transportasi, hingga akses ke area Masyair. Padahal, seluruh layanan tersebut tidak memiliki permit resmi yang diwajibkan pemerintah Saudi untuk musim Haji 1447 H / 2026.

Arab Saudi saat ini memang tengah memperketat pengawasan menjelang musim haji demi mencegah masuknya jemaah tanpa izin resmi. Pemerintah Saudi juga menegaskan bahwa pelanggaran terkait haji ilegal dapat berujung pada hukuman berat, mulai dari denda besar, deportasi, hingga larangan masuk ke Arab Saudi selama beberapa tahun. Karena itu, calon jemaah diimbau untuk berhati-hati terhadap tawaran haji instan maupun promosi mencurigakan di media sosial.

Sumber: security_gov | Arab News

09/05/2026

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menetapkan bahwa vaksinasi bagi jemaah haji harus dilakukan maksimal paling lambat 10 hari sebelum musim Haji dimulai. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan jutaan jemaah yang akan berkumpul di Tanah Suci.

Aturan ini berlaku untuk vaksin yang menjadi syarat perjalanan haji, termasuk vaksin meningitis dan beberapa vaksin tambahan sesuai ketentuan kesehatan terbaru dari pemerintah Saudi. Dengan adanya batas waktu tersebut, kondisi kesehatan jemaah diharapkan sudah stabil sebelum memasuki fase puncak ibadah haji yang padat dan membutuhkan stamina tinggi.

Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir memang semakin memperketat protokol kesehatan haji demi mencegah penyebaran penyakit menular di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara. Karena itu, calon jemaah diimbau untuk tidak menunda vaksinasi agar proses keberangkatan dan persiapan ibadah dapat berjalan lancar.

Sumber: Saudi Ministry of Health

08/05/2026

Jauh sebelum jutaan jemaah haji datang dan memadati Mina, kawasan ini sebenarnya sudah lebih dulu “hidup”. Tenda-tenda putih yang menjadi tempat tinggal sementara para jemaah mulai dipersiapkan bahkan sejak beberapa minggu sebelum puncak ibadah haji berlangsung.

Pada April 2026, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dilaporkan telah meninjau langsung kesiapan tenda-tenda di Mina. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa proses persiapan sudah dimulai lebih awal, termasuk perakitan dan pengecekan fasilitas untuk memastikan seluruh layanan berjalan optimal saat jemaah tiba. Waktu peninjauan ini berada sekitar 5–6 minggu sebelum puncak haji, menandakan bahwa pembangunan tenda memang dilakukan jauh hari sebelumnya.

Tenda-tenda di Mina bukan sekadar tempat berteduh. Setiap unit dirancang tahan panas, dilengkapi sistem pendingin, serta ditata dengan perhitungan logistik yang sangat detail untuk menampung jutaan jemaah dari seluruh dunia dalam waktu yang bersamaan. Semua ini dilakukan agar ibadah di hari-hari penting, seperti mabit dan melontar jumrah, dapat berjalan dengan aman dan tertib.

Persiapan lebih awal ini menjadi bukti bahwa penyelenggaraan haji bukan hanya soal ibadah, tetapi juga manajemen skala besar yang membutuhkan perencanaan matang. Dari luar terlihat sederhana—hanya deretan tenda putih. Namun di baliknya, ada sistem kompleks yang sudah mulai bekerja bahkan sebelum jemaah pertama tiba.

Sumber: Antara News (April 2026), HIMPUH (2026)

07/05/2026

Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sosial Arab Saudi menegaskan bahwa pekerja yang memenuhi syarat berhak mendapatkan cuti khusus untuk menunaikan ibadah haji. Durasi cuti ini berkisar antara 10 hingga 15 hari, dan sudah termasuk libur Idul Adha, sehingga karyawan tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kehilangan hak gaji.

Namun, kebijakan ini tidak berlaku untuk semua pekerja secara otomatis. Ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu karyawan telah bekerja minimal dua tahun berturut-turut di perusahaan yang sama. Selain itu, hak cuti haji ini hanya diberikan satu kali selama masa kerja, khususnya untuk pelaksanaan haji pertama.

Perusahaan juga memiliki kewenangan untuk mengatur pemberian cuti ini, termasuk menentukan jumlah karyawan yang bisa berangkat haji setiap tahunnya, agar operasional tetap berjalan dengan baik. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Arab Saudi dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji, tidak hanya bagi jemaah internasional, tetapi juga bagi tenaga kerja di dalam negeri.

Sumber: Saudi Gazette, Gulf News

06/05/2026

Arab Saudi kembali menyoroti aspek keselamatan dalam penyelenggaraan Haji 2026 dengan membatasi usia jemaah. Dalam laporan media Indonesia, disebutkan bahwa anak di bawah usia 12 tahun tidak diperbolehkan berhaji, mengingat tingginya suhu ekstrem serta kepadatan jutaan jemaah di puncak ibadah.

Menariknya, sempat beredar kabar bahwa batas usia minimum dinaikkan menjadi 15 tahun. Kebijakan ini bahkan dikaitkan dengan efisiensi operasional dan skema pengembalian dana bagi jemaah terdampak. Namun, aturan tersebut tidak berlangsung lama dan kemudian direvisi, sehingga ketentuan kembali pada batas usia yang lebih rendah seperti sebelumnya.

Perubahan ini menunjukkan bahwa regulasi haji bisa sangat dinamis, terutama dalam menjaga keselamatan jemaah di tengah kondisi cuaca dan kepadatan yang tinggi. Karena itu, calon jemaah perlu memastikan selalu mengikuti informasi resmi terbaru agar tidak terkendala saat proses keberangkatan.

Sumber: Detik.com, Jawa Pos Group, Dawn Pakistan, Daily Times

03/05/2026

Di tengah suhu ekstrem yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, petugas di Arab Saudi melakukan berbagai upaya untuk menjaga kondisi jemaah haji tetap stabil. Salah satunya dengan menyemprotkan air ke arah jemaah di beberapa titik perjalanan, seperti jalur menuju Jamarat dan area sekitar Mina.

Penyemprotan air ini dilakukan secara berkala menggunakan selang bertekanan maupun perangkat kabut air (mist spray), yang bertujuan menurunkan suhu tubuh jemaah secara cepat. Langkah sederhana ini terbukti membantu mengurangi risiko dehidrasi dan kelelahan akibat paparan panas langsung, terutama saat pergerakan massa dalam jumlah besar.

Selain penyemprotan manual oleh petugas, Arab Saudi juga melengkapi sejumlah area dengan sistem pendingin tambahan seperti kipas kabut dan jalur teduh. Semua ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mengelola jutaan jemaah agar tetap aman dan mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan optimal meski dalam kondisi cuaca yang menantang.

Upaya ini menunjukkan bahwa pelayanan haji tidak hanya berfokus pada aspek ibadah, tetapi juga pada perlindungan kesehatan jemaah secara menyeluruh selama berada di Tanah Suci.

Sumber: Saudi Press Agency (SPA), Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Al Arabiya (laporan layanan haji & mitigasi panas)

01/05/2026

Dalam pelaksanaan ibadah haji, ada 3 jenis yang perlu kamu pahami: Tamattu’, Qiran, dan Ifrad ✨

Masing-masing punya cara pelaksanaan yang berbeda, tapi semuanya sama-sama sah dan punya keutamaan.

Supaya gak bingung, ini penjelasan singkatnya:

1️⃣ Haji Ifrad
Dilakukan dengan mendahulukan haji, baru umrah setelahnya.

Jamaah tetap dalam keadaan berihram sampai tahallul di 10 Dzulhijjah, dan tidak dikenakan DAM (denda).

2️⃣ Haji Qiran
Niat haji dan umrah dilakukan sekaligus dalam satu ihram.

Jenis ini mengharuskan jamaah untuk membayar DAM.

3️⃣ Haji Tamattu’
Umrah dilakukan terlebih dahulu, lalu haji di waktu yang berbeda dalam satu musim. Umumnya ini yang paling sering dilakukan jamaah Indonesia karena jadwal keberangkatan lebih awal.

Jenis ini juga dikenakan DAM.

❗ Catatan penting:
– Semua jenis haji tetap sah dan memiliki keutamaan masing-masing.
– Tinggal disesuaikan dengan kemampuan, kondisi, dan pengaturan jadwal dari penyelenggara.

30/04/2026

Masjidil Haram bukan hanya pusat ibadah umat Islam terbesar di dunia, tetapi juga salah satu kompleks dengan kebutuhan energi terbesar. Operasional yang berjalan 24 jam tanpa henti membuat konsumsi listriknya sangat tinggi.

Berdasarkan laporan televisi Saudi Al Ekhbariya yang dilansir Gulf News, tagihan listrik Masjidil Haram mencapai sekitar 15 juta riyal Saudi atau setara Rp66–69 miliar setiap bulan. Angka ini digunakan untuk menunjang berbagai fasilitas, mulai dari pencahayaan area tawaf, pendingin udara berskala besar, hingga sistem suara dan eskalator yang melayani jutaan jemaah.

Besarnya kebutuhan energi ini mencerminkan skala pelayanan Masjidil Haram yang terus berjalan tanpa henti demi kenyamanan tamu Allah dari seluruh dunia.

Sumber: Al Ekhbariya TV, Gulf News, Detik, Himpuh News

27/04/2026

Cuaca panas dan udara kering di Arab Saudi menjadi tantangan yang perlu diwaspadai para jemaah haji. Perbedaan suhu yang ekstrem dan kelembapan yang rendah membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan, bahkan tanpa terasa, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi selama menjalankan ibadah.

Kondisi ini dapat memicu dehidrasi ringan yang ditandai dengan bibir kering dan pecah-pecah. Meski terlihat sepele, dehidrasi merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami jemaah haji dan dapat berdampak pada stamina serta kelancaran ibadah jika tidak diantisipasi sejak awal.

Karena itu, jemaah dianjurkan untuk menjaga asupan cairan dengan minum secara rutin sebelum merasa haus, misalnya dengan pola sedikit tetapi sering. Langkah ini penting agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi di tengah suhu panas ekstrem di Tanah Suci.
Selain itu, penggunaan pelembap bibir juga menjadi upaya sederhana untuk melindungi bibir dari udara kering. Dengan menjaga hidrasi dan kondisi tubuh, jemaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lebih nyaman dan optimal.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI, Metro TV News, Media Center (diolah)

Address

Ruko Taqwatours Jalan Urip Sumoharjo No. 37 C Wates Kota Magelang
Magelang
56113

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Saturday 08:00 - 16:00
Sunday 08:00 - 16:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Taqwa Tours posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Taqwa Tours:

Share

Category