25/05/2016
Planet bumi merupakan karunia Pencipta bagi kita. Bumi, tempat tinggal kita telah lama ada, jauh sebelum kita - manusia mendiami dan mengusahakannya. Bumi juga dilengkapi dengan sumberdaya alam yang melimpah untuk menopang kehidupan di atasnya.
Akan tetapi, sejak abad ke-19, pertumbuhan dan penyebaran pop**asi yang begitu cepat menghadapkan kita pada persoalan keterbatasan sumberdaya alam. Laju penurunan sumberdaya alam ini pun semakin tajam menuju kelangkaan tatkala kemampuan kita mengkonsumsi lebih besar daripada kemampuan alam untuk menyediakan. Misalnya, penebangan dan pengrusakan hutan terjadi dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan di Indonesia, baik untuk memenuhi kebutuhan kayu maupun pembakaran hutan untuk areal pertanian.
Kita memang tidak mungkin menghentikan penebangan kayu, karena kayu merupakan bahan multi fungsi bagi kehidupan kita. Akan tetapi menyadari betapa pentingnya peran hutan bagi kelangsungan biodiversitas dapat membantu kita mengambil langkah kecil untuk mempertahankan keberadaan hutan atau berpartisipasi dalam penanaman pohon di lingkungan kita. Selain itu, perlu kiranyaa kitamemahami dan menyadari pentingnya pohon untuk manusia dan untuk lingkungan tepat tinggal manusia khususnya di areal perkotaan.
Mari kita teropong seberapa pemting pohon dalam kehidupan manusia
Pohon dalam piramida makanan mempati posisi paling bwah yaitu sebagai produsen. Hal ini dikarenakan pohon mampu memproduksi makanannya sendiri atau yang kita kenal dengan autotrof. Roses pohon dalam memproduksi makanannya ini kita kenal dengan proses fotosintesis dengan memanfaatkan air dan karbondioksida sebagai bahan baku utama proses ini di bantu dengan klorofil yang terkandung pada pohon dan unsure penunjang lainnya yaitu cahaya matahari sehingga menghasilkan karbohidrat dan oksigen.
Karbohidrat yang dihasilkan oleh pohon berpperan penting untuk makhluk lainnya sebagai sumber energy terbesar untuk makhuk hidu lain. Karbohidrat pada tanaman tidak selalu terkandung pada buah, bisa di batang seperti pda sagu, tebu, bisa pada akar sperti pda singkong ubi, talas, dan lain lain.
Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi jika pohon di bumi ini punah ?
Kemudian hasil ari fotosinteis yang lainnnya ialah oksigen. Dalam satu hari sebatang pohon menyerap CO2 antara 20 dan 36 gram per hari. Bila di pekarangan rumah anda terdapat 10 buah pohon, maka dalam sebulan pekarangan anda memberikan kontribusi menyerap CO2 sebanyak 5,6 – 10,08 kg atau menyimpan 750 kg karbon selama tanaman itu tumbuh di sana. Kalau di sekitar rumah anda ada 99 KK yang memiliki jumlah pohon sama dengan di rumah anda, maka jumlah CO2 yang diserap menjadi 0,5 – 1,008 ton atau karbon yang disimpan sebanyak 75 ton.
Hasil estimasi ilmiah menunjukkan bahwa dalam sejam satu lembar daun memperoduksi oksigen sebanyak 5 ml. Dengan mengambil contoh pekarangan rumah anda dan sekitarnya yang ditanami pepohonan tadi dan bila rata-rata jumlah daun per pohon 200 lembar, maka pohon-pohon di tempat tinggal anda dan sekitarnya akan menyumbang oksegen sebanyak 10 x 100 x 200 x 5 ml = 1.000 liter per jam. Angka ini setara dengan jumlah kebutuhan oksigen untuk pernapasan sebanyak 18 orang (kebutuhan oksigen untuk satu orang bernapas adalah 53 liter per jam.
Oksigen (O2) merupakan kunci segala kehidupan. Kita bisa hidup beberapa hari tanpa makanan dan air, tetapi tidak dapat hidup selama 4 menit saja tanpa Oksigen. Bahkan sel-sel Otak kita akan mati bila dalam waktu 15 detik tanpa adanya Oksigen. Setiap sel didalam tubuh manusia membutuhkan Oksigen, untuk membelah, untuk bertumbuh dan uintuk sel tetap hidup.
Manfaat Oksigen :
* Meningkatkan daya ingat dan kecerdasan otak.
* Menegah kanker, asthma dan berbagai penyakit.
* Meningkatkan metabolisme.
* Mengurangi racun dalam darah.
* Menstabilkan tekanan darah.
* Memperkuat jantung dan sistem kekebalan tubuh.
* Mencegah stress dan gugup.
* Mempercantik kulit dan mencegah penuaan dini.
Banyak penyakit di era modern sekarang ini yang disebabkan oleh kekurangan oksigen. Ini adalah masalah serius dunia. Dengan Oksigen tubuh akan mampu meregenerasi sel, membantu memperbesar daya absorbsi vitamin dan nutrisi, meningkatkan sitem kekebalan tubuh dan menetralkan zat-zat beracun dalam aliran darah. pakar biokimia yang terkenal dan juga pemenang anugerah Nobel sebanyak dua kali, menyatakan bahwa sel-sel kanker tidak dapat bertumbuh dan berkembang dalam tubuh yang kandungan Oksigen nya tinggi. Dr. Freibott, menyatakan juga bahwa kekurangan Oksigen (O2) dalam jumlah yang besar akan menghambat degenerasisel secara biologi. Oksigen sangat memainkan peranan penting dalam sistem imunisasi tubuh, sehingga kebal terhadap penyakit, bakteri dan virus. kekurangan Oksigen adalah penyebab utama bagi segala penyakit. Dan kekurangan Oksigen dalam darah telah menyebabkan menurunnya sistem imunisasi, dan kemungkinan menyebabkan kanker, Leukimia, AIDS dan gangguan syaraf.
Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi jika pohon di bumi ini punah ?
Itulah beberapa peran pokok pohon yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi jika pohon di bumi ini punah ?
Selanjutnya ialah pentingnyaa pohon di lingkungan perkotaan. Kehidupan perkotaan identik dengan kepadatan penduduk, gedung besar dan tinggi menjulang, industry, polusi, dan lain lain. Alhasil yang terjadi adalah pencemaran di mua lini mmulai ari udara akibat industry an emisi kendaraan yag berlebihan, air akibat limah sis produksi industry, dan tanah.
selain masalah pencemaran, daerah perkotaan yang tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan memerlukan biaya pembangunan sarana dan pemeliharaan kualitas air. Oleh karena pepohonan adalah paru-paru, filter air, dan pendingin udara kota, maka kota menerapkan prinsip-prinsip ekologi dalam perencanaan dan pembangunan kota, sehingga menjadi hunian yang nyaman bagi kita. Belakangan, ada beberapa kota dunia yang telah mendapat julukan kota hijau (green city).
Sebuah survei terhadap kota-kota metropolitan menunjukkan bahwa kota-kota yang dipenuhi gedung-gedung tinggi, namun hanya memiliki sedikit pohon mendapat curah hujan yang sangat sedikit. Modernisasi dan gaya hidup serba instan dan perubahan yang begitu cepat membuat kita terlena dan tidak acuh terhadap peran alam bagi kelangsungan hidup kita. Akibatnya, kita menuai reaksi alam dalam bentuk pemanasan globalyang menimbulkan sejumlah masalah bagi lingkungan seperti banjir bandang, badai, kekeringan, dan sebagainya.
Risiko terhadap kesehatan akibat minimnya pohon jauh lebih tinggi. Menurut penelitian, keberadaan pepohonan dapat mengurangi suhu perkotaan hingga 4 derajat Celcius (7F). Selain itu pepohonan perkotaan juga menyerap polusi dari semua jenis, partikulat, kimia dan kebisingan, tetapi kontribusinya tergantung pada ukuran dan kuantitas pohon perkotaan.
Suhu rata-rata di kota-kota besar Indonesia kini berkisar 32 hingga 33 derajat Celcius.
Bayangkan, bila dengan menyediakan taman kota dan menanami pohon sepanjang jalan kita dapat mengurangi suhu tersebut 4 derajat saja. Tentu, kita akan lebih nyaman, sama seperti suhu 20 tahun lalu berkisar 27 sampai 29 derajat Celcius. Semoga kota-kota kita di Indonesia mulai menyadari hal ini dan beralih menuju green city.
Yakin belum tertarik untuk menanam pohon?