30/05/2016
Bismillah....
Menunaikan ibadah umrah memerlukan pengorbanan yang cukup besar. Baik dari segi waktu, biaya, bahkan tenaga.
Sangat disayangkan sebab ada fenomena di kalangan kaum muslimin yang berangkat menunaikan ibadah umrah, namun tidak berusaha semaksimal mungkin untuk menunaikan shalat di Masjidil Haram ketika di kota Makkah, dan di Masjidil Nabawi ketika di kota Madinah.
Pertanyaannya, apakah pelipatgandaan pahala shalat itu hanya berlaku di Masjidil Haram saja ataukah di seluruh Makkah?
Komisi Fatwa di Kerajaan Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah ditanya, “Apakah pahala shalat di seluruh tempat di Makkah berlipat-lipat sama dengan shalat di Masjidil Haram itu sendiri? Lalu apakah berbuat maksiat juga akan dilipatgandakan dosanya sebagaimana pada kebaikan?
Para ulama yang duduk di komisi tersebut menjawab,
Dalam masalah ini, ada silang pendapat antara para ulama. Pendapat terkuat, berlipatnya pahala berlaku umum di seluruh tanah haram (di seluruh Makkah). Karena dalam Al Qur’an dan As Sunnah, seluruh tempat di Makkah disebut dengan Masjidil Haram.
Sedangkan mengenai maksiat, tidaklah dilipatgandakan dosanya secara jumlah baik di tanah haram atau selainnya. Dosa itu dilipatgandakan dilihat dari maksiat yang dilakukan (kaifiyah), berbeda-beda antara dosa, ada dosa yang amat berat, ada yang balasannya keras karena dilakukan di waktu dan tempat tertentu, seperti dilakukan di bulan Ramadhan, di tanah haram yang mulia, di Madinah Al Munawwaroh dan semacamnya.
Karena Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya” (QS. Al An’am: 160). Dan juga banyak hadits yang shahih yang menerangkan hal ini.
Namun demikian, marilah kita murnikan niat bahwa kita berangkat menunaikan ibadah umrah semata-mata untuk ibadah, dan mari kita konsentrasikan perhatian, waktu dan pikiran kita terhadapnya.
Alahu a'lam
(sebagian isi diambil dari Rumaysho.com)