25/08/2025
Mengapa ada bus yang memilih untuk tidak memutar musik?
Keputusan ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi lahir dari dua alasan penting: kenyamanan penumpang dan kepatuhan terhadap hukum.
Pertama, suasana hening diciptakan agar setiap penumpang dapat beristirahat dengan maksimal. Perjalanan jarak jauh seringkali melelahkan, dan ketenangan menjadi kebutuhan utama. Dengan tidak adanya musik yang diputar, penumpang memiliki ruang untuk tidur, membaca, atau bekerja tanpa gangguan.
Kedua, langkah ini juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap PP No. 56 Tahun 2021, yang mengatur kewajiban pembayaran royalti atas pemutaran musik di angkutan umum. Artinya, setiap musik yang diputar bukanlah hiburan gratis, tetapi ada konsekuensi hukum dan biaya tambahan yang harus ditanggung. Dengan memilih suasana hening, operator memastikan perjalanan tetap sesuai koridor hukum sekaligus melindungi penumpang dari beban biaya tambahan pada harga tiket.
Pilihan untuk tidak memutar musik adalah langkah sederhana, namun berdampak besar bagi kenyamanan dan kepastian hukum dalam transportasi umum.