15/01/2016
Coban Raksasa terletak di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Anda bisa mencapai Desa Ngadas dengan melalui jalur menuju Gunung Bromo dari arah Tumpang, di sebelah timur dari Kota Malang. Sesuai namanya, coban yang berada di kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) itu benar-benar coban yang besar. Ketinggiannya mencapai 250 meter. Sedangkan, jumlah air yang jatuh dari aliran Sungai Amprong ini, lebih dari 450 liter per detik. Air terjun di Coban Raksasa ini terbagi dalam dua bagian. Pada bagian pertama, ketinggiannnya tidak lebih dari 25 meter. Sedangkan, pada bagian berikutnya, ketinggiannya mencapai 200 meter lebih. Begitu besar dan tingginya air yang jatuh, suaranya terdengar cukup jauh. Keberadaannya bahkan sudah terlihat dari kejauhan di antara rerimbunan hutan pinus.
Untuk mencapai Coban Raksasa yang elok ini, tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan keras untuk bisa mencapai lokasi ini. Karena dari perkampungan menuju coban ini hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Jaraknya mencapai 7 kilometer, sehingga memerlukan waktu hingga 4 jam. Tetapi di tengah perjalanan Anda akan dibuat takjub dengan pemandangan yang sangat indah. Selain dengan keindahan alam pegunungan juga suhunya yang sangat dingin.
Perjalanan dimulai dari lahan pertanian penduduk yang berbatasan dengan hutan belantara. Setelah sampai di ujung perbatasan lahan pertanian penduduk dan hutan, kita bisa menitipkan kendaraan sepeda motor pada penduduk. Karena medan yang akan dilalui berupa hutan yang tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Kondisi jalanan menurun menyisiri jalan setapak di antara tanaman pohon pinus. Panorama alam di sisi kiri dan kanan jalan setapak begitu indah. Di antara rerimbunan pohon pinus, terbentang pegunungan yang mengelilingi kawasan ini. Jalanan menurun dengan kemiringan tajam dan licin. Di beberapa titik, harus dilalui dengan menggunakan bantuan tali.
Setelah 1,5 jam melintasi jalanan yang menantang ini, suara air terjun mulai terdengar. Namun, beberapa saat kemudian, suara itu menghilang. Tidak lama kemudian, terlihat Coban Raksasa di antara rerimbunan hutan pinus. Semakin dekat, air terjun ini terlihat semakin besar. Namun, tidak terlihat jatuhnya air terjun. Kita akan kesulitan melihat air terjun meskipun melihat dari berbagai sudut. Perjalanan dilanjutkan untuk mencapai air Coban Raksasa ini terjatuh. Namun, medan yang dilalui semakin berat. Selain jalannya yang menurun dan licin, banyak sekali jalanan terputus sehingga membutuhkan bantuan peralatan tali. Selain mengandalkan tali, akar-akar pohon di kawasan hutan ini sangat membantu. Perjalanan akan terbantu dengan banyaknya akar pohon tangkang yang banyak tumbuh di hutan ini. Panjangnya beragam, satu meter hingga sepuluh meter.
Setelah empat jam melewati medan yang berat, maka akan sampailah di aliran sungai dari coban yang masih perawan ini. Ketinggian air sungai hanya selutut orang dewasa. Tetapi bila Anda datang pada musim penghujan, ketinggian airnya hingga setinggi paha. Airnya juga akan lebih keruh. Sewaktu-waktu air bisa bertambah tinggi, tergantung tinggi curah hujan yang di terjadi di bagian atas. Aliran sungai inilah satu-satunya untuk mencapai tempat jatuhnya Coban Raksasa. Hempasan angin di sekitar Coban Raksasa sangat kencang. Tetapi bila sudah mencapai Coban Raksasa dijamin tidak akan mengecewakan Anda. Objek wisata ini amat cocok bagi petualang sejati. Namun tidak cukup hanya kemauan keras untuk menuju coban ini, tapi harus dibekali peralatan hiking yang lengkap. Selain itu, bagi yang tertarik mengunjungi Coban Raksasa harus memiliki kondisi tubuh yang fit karena medannya yang sangat berat.
Nama Coban Raksasa yang diberikan warga Desa Ngadas, bukan saja dikarenakan ketinggian air terjun di kawasan ini. Tetapi juga cerita yang melekat di wisata alam yang menawan ini. Konon, hidup seorang sakti mandraguna yang tidak terkalahkan bernama Satumi yang tinggal di sekitar kawasan air terjun ini. Dia bersemedi di air terjun yang tidak mudah untuk dijamah manusia. Kepada siapa saja yang ingin mengalahkan dirinya, Satumi meminta untuk melewati hutan belantara terlebih dahulu. Setelah itu, dia baru bisa meladeninya. Karena bagi Satumi percuma melawan dirinya, jika tidak bisa mencapai Coban Raksasa. Untuk bisa mencapai Coban Raksasa memang tidak mudah. Dibutuhkan keberanian dan kekuatan yang luar biasa. Bukan saja karena medannya yang berat, tapi juga karena katanya banyak hewan buas yang berkeliaran di hutan belantara ini.
Satumi tidak saja sesumbar dirinya tidak terkalahkan, tapi juga terlalu congkak. Dan karena kecongkakannya itu, dia pun dapat dikalahkan di Coban Raksasa. Cerita itu diyakini warga sebagai pesan-pesan moral yang hingga saat ini masih dipegang teguh. Yakni dengan besikap berhati-hati saat memasuki kawasan Coban Raksasa. Berpikiran buruk saja tidak boleh, apalagi berucap dan bertindak merusak alam. Sebelum melakukan perjalanan ke Coban Raksasa, warga biasanya selalu mengingatkan supaya pengunjung tidak berkata buruk selama dalam perjalanan. (Dirangkum dari berbagai sumber)
map : http://wikimapia.org/32765298/Coban-Raksasa