06/03/2020
Hingga kini, coronavirus menjadi kekhawatiran masyarakat luas berbagai negara dan permasalahan kesehatan global.
Coronavirus atau Novel Coronavirus (2019-nCov) merupakan virus jenis baru dalam keluarga virus seperti SARS dan MERS dengan gejala, demam >38 derajat celcius, batuk, dan sesak napas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan kematian.
Lalu, bagaimana cara mencegah coronavirus?
Selain dengan kondisi badan sehat dan imunitas yang baik, berikut perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar coronavirus sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):
1. Cuci tangan sesering mungkin, teratur dan gosok menyeluruh dengan sabun dan air atau antiseptik berbahan dasar alkohol untuk membunuh virus yang mungkin ada di tangan.
2. Jaga jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) dengan orang yang sedang batuk, bersin, dan demam. Hal ini untuk mencegah kemungkinan kita dapat menghirup partikel kecil mengandung virus saat seseorang terinfeksi dengan penyakit saluran pernafasan sedang batuk atau bersin.
3. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut. Hal ini untuk mencegah munculnya penyakit yang bersumber dari virus hasil kontaminasi tangan yang bersentuhan dengan banyak benda.
4. Tutup mulut dan hidung ketika mengalami gangguan pernapasan seperti batuk atau bersin dengan bagian dalam siku lengan atau tisu untuk mencegah penyebaran kuman dan virus, dan segera buang tisu bekas ke tempat sampah tertutup.
Bersihkan juga tangan dengan antiseptik berbahan dasar alkohol atau cuci tangan dengan sabun dan air lalu gunakan masker pelindung yang menutupi area hidung dan mulut agar tidak menularkan virus atau kuman ke orang lain sekitar kita.
5. Tetap di rumah jika merasa tidak sehat, dan jika disertai gejala demam, batuk dan sesak napas, segera cari bantuan medis, hubungi terlebih dahulu karena hal ini bisa jadi disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atau kondisi serius lainnya bergantung pada riwayat perjalanan dan kondisi badan, lalu ikuti prosedur sesuai arahan dinas kesehatan setempat.
(info: WHO, Kemenkes RI, berbagai sumber)