Turrima Ticket

Turrima Ticket Kami menyediakan Tiket pesawat dan beberapa paket wisata dengan harga terbaik untuk Anda, khusus untuk destinasi di wilayah Malang dan sekitarnya

Kami menyediakan tiket pesawat dan beberapa paket wisata dengan harga terbaik untuk Anda, khusus untuk destinasi di wilayah Malang dan sekitarnya, seperti wisata Bromo, wisata Batu, dan wisata luar negeri seperti Singapura. Paket wisata tersebut kami sediakan dengan berbagai pilihan harga, disesuaikan dengan permintaan Anda.

05/03/2015

Dapatkan diskon 20% untuk semua penerbangan rute internasional kami. Beli sekarang sampai 8 Maret di www.airasia.com ya!

05/03/2015

Rayakan Ulang Tahun Kedua, Malindo Air Tebar Tiket Promo

Anak perusahaan Lion Group di Malaysia, Malindo Air, merayakan ulang tahunnya yang kedua pada 22 Maret 2015 dengan memberikan harga tiket promo menarik. Pasalnya, maskapai penerbangan yang berbasis di Kuala Lumpur itu menggratiskan tarif dasar atau setara dengan RM 0 pada tiket yang dijualnya.

Tarif dasar nol ringgit itu tersedia untuk penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Bangkok, Jakarta, Bandung, Denpasar, Singapura, Langkawi, Kota Kinabalu, dan Kuching. Promo juga berlaku untuk penerbangan dari Subang tujuan Penang, Langkawi, Kota Baru, Johor Baru, Alor Setar, Kuala Terengganu, dan seluruh rute penerbangan lain di Semenanjung Malaysia.

Dengan memanfaatkan program promo ini, calon penumpang cukup membayar airport tax dan biaya lain yang mungkin dikenakan, kecuali tarif dasar. Tiket promo ini bisa dibeli mulai dari sekarang hingga 22 Maret 2015 dengan jadwal keberangkatan mulai dari sekarang hingga 22 Oktober 2015. “Kami telah menempuh jalan panjang dari hanya mengoperasikan dua pesawat Boeing 737 untuk sektor ke Kota Kinabalu dan Kuching di bulan Maret 2013, hingga sekarang memiliki armada campuran dengan total 19 pesawat, terdiri dari pesawat Boeing 737 dan pesawat baling-baling ATR,” ungkap Chief Executive Officer Malindo Air Chandran Rama Muthy.

sumber : http://indo-aviation.com

05/03/2015

Tangani Kasus Lion Air, Menhub Dinilai Lambat

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dinilai Wakil Ketua Komisi VI DPR Heri Gunawan lambat dan terkesan kurang tegas terkait penyelesaian masalah Lion Air, beberapa waktu lalu. Alhasil, banyak penumpang terlantar dan bahkan, terlunta-lunta karena informasi yang tak jelas.

Seperti dilansir dari laman resmi DPR, Heri Gunawan mengemukakan, Menteri Perhubungan harus segera mengambil langkah tegas kepada Lion Air kalau terbukti ada kesalahan prosedur di maskapai tersebut, . “Pemerintah harus segera memerintahkan Lion Air melaksanakan kewajibannya kepada penumpang,” katanya.

Menurut Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut, Menteri Perhubungan cepat sekali merespon kasus itu, dengan segera membekukan rute penerbangan Surabaya-Singapura milik Air Asia menyusul jatuhnya pesawat QZ8501 PK-AXC.

Namun, untuk kasus Lion Air, responnya agak lambat, karena itu, dirinya meminta jangan sampai ada kesan adanya perlakuan khusus pada operator. “Harus ada ketegasan, karena seluruh operator punya hak dan kewajiban yang sama sesuai peraturan Perundang-Undangan dan prosedur yang berlaku,”tegasnya.

Dia menegaskan kembali, terkait pembayaran biaya talangan ( pengembalian ticket, dan lain sebagainya) oleh PT Angkasa Pura II harus disikapi secara hati-hati.

Karena Tupoksi PT Angkasa Pura II bukan untuk menghandle kewajiban operator yang melanggar prosedur seperti Lion Air. “Jangan sampai itu memperkuat kesan perlakuan khusus pada operator tertentu. Selain itu, pemerintah harus tegas pada semua operator sekaligus melindungi kepentingan semua operator,” katanya .

sumber : http://indo-aviation.com

04/03/2015

Kepada pelanggan setia Garuda Indonesia,

Berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia untuk menutup loket penjualan tiket penerbangan di gedung terminal penumpang secara bertahap. Terhitung mulai 1 Maret 2015, Garuda Indonesia akan menutup loket penjualan di Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng dan Bandara Internasional Kualanamu, Medan.

Untuk membaca berita lengkap mengenai penutupan loket penjualan tiket, dapat anda baca di http://bit.ly/1ByAgAr

04/03/2015

Konter Tiket di Bandara Ahmad Yani Tutup Mulai 15 Maret 2015

PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang akan menutup konter penjualan tiket di bandara itu mulai 15 Maret 2015. Penutupan konter penjualan tiket di gedung terminal bandara ini sesuai dengan permintaan dari Kementerian Perhubungan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa transportasi udara. Saat ini penutupan konter penjualan tiket baru diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Kuala Namu Medan.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang Priyo Jatmiko mengungkapkan bahwa penutupan belum bisa dilakukan sekarang karena masih dalam tahap persiapan. “Jadi berdasarkan arahan dari direksi, pemberlakukan penutupan loket penjualan tiket dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing bandara,” ujarnya.

Dia mengatakan, sebelum melakukan penutupan konter penjualan tiket di gedung terminal Bandara Ahmad Yani, Angkasa Pura I perlu melakukan proses evaluasi dan kajian lebih lanjut. Selain itu, Angkasa Pura I harus melakukan sosialisasi kepada maskapai-maskapai penerbangan, sehingga berbagai macam hal sudah siap ketika kebijakan itu diberlakukan. Menurut Priyo, jika tidak dipersiapkan secara matang, penutupan konter penjualan tiket ini malah akan menyusahkan calon penumpang yang akan berpergian dengan menggunakan jasa transportasi udara. “Sebelum diberlakukan harus benar-benar siap supaya tidak merepotkan masyarakat,” katanya.

sumber : indo-aviation.com

03/03/2015

Lion Air Akui Belum Siap Sediakan Mesin Pembelian Tiket di Bandara

Kementerian Perhubungan telah meminta operator bandara dan maskapai penerbangan untuk menutup konter penjualan tiket di seluruh bandara Indonesia. Pada tahap awal, penghapusan konter penjualan tiket dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Kuala Namu Medan mulai 1 Maret 2015. Bandara-bandara lain akan melakukan hal serupa secara bertahap dengan batasan waktu hingga 1 Mei 2015.

Setelah konter penjualan tiket ditutup, Kementerian Perhubungan meminta maskapai penerbangan menyediakan mesin pembelian tiket di ruang customer service agar penumpang yang pergi dadakan masih tetap bisa melakukan pembelian tiket di bandara. Maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia dan Indonesia AirAsia sudah menyediakan ticket vending machine seperti yang diminta oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, namun Lion Air mengaku belum siap untuk menyediakan fasilitas tersebut.

Direktur Operasional dan Airport Service Lion Air Daniel Putut meminta waktu selama dua bulan kepada Kementerian Perhubungan untuk menyediakan ticket vending machine, karena pengadaan alat seperti itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. “Kalau itu proses, kita sedang pesan mesinnya. Itu perlu waktu ya, mudah-mudahan sampai 1 Mei bisa karena kita juga minta sampai 1 Mei 2015,” ujar Daniel.

Daniel menuturkan, ticket vending machine itu tidak hanya diperlukan di Bandara Soekarno-Hatta saja, tetapi juga di bandara-bandara besar lainnya, seperti Medan, Makassar, Denpasar, Surabaya, dan Balikpapan. Oleh karena itu, Daniel mengatakan bahwa Lion Air berharap bisa segera menyediakan ticket vending machine tersebut. Untuk sementara waktu, Lion Air baru bisa menyediakan komputer di ruang customer service yang bisa digunakan oleh penumpang untuk memesan tiket secara online. “Kita siapkan reservasi online di bekas ticket sales di kantor customer service, jadi itu sudah ada. Call center juga kita siapkan, jadi kita siapkan telepon juga. Kalau penumpang ke situ, kita bantu untuk langsung menghubungi call center, booking lewat online gitu,” kata Daniel.

sumber : http://indo-aviation.com

AirAsia X, maskapai penerbangan berbiaya rendah yang fokus melayani rute jarak menengah hingga jarak jauh, pada laporan keuangan tahun 2014 menderita kerugian yang cukup parah. Total kerugian AirAsia X pada tahun lalu mencapai RM 605,18 juta, sangat jauh...

03/03/2015

1 Juli, Maskapai Wajib Punya Lima Pesawat Milik dan Lima Pesawat Sewa

Mulai 1 Juli mendatang, operator penerbangan diwajibkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menguasai lima pesawat berstatus milik dan lima lainnya berstatus sewa.

Seperti diungkapkan Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Muzaffar Ismail, kewajiban tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang No 1/2009 tentang Penerbangan.

Sayang dengan alasan maskapai kesulitan pendanaan, pengimplementasinya terus diundur. “Kami sudah sampaikan, mereka sudah gede-gede, mereka mengertilah. Pokoknya kalau 30 Juni tidak memenuhi itu, ya udah lah kami hentikan (operasinya) daripada capek-capek. tidak akan mundur-mundur lagi (penerapannya, red),” katanya.

Ditambahkan, Kemenhub akan bertindak tegas dengan mencabut izin bila maskapai belum memenuhi persyaratan kepemilikan pesawat tersebut, . Tetapi, dengan mempertimbangkan faktor finansial, Kemenhub pun menyarankan beberapa opsi agar semua maskapai dapat menjalankan regulasi kepemilikan armada.

“Datanya sudah masuk, kalau ada yang belum dipenuhi, ada tiga skenario. Salah satunya berhenti, gabung dengan temen-temennya, atau penuhi pesawatnya itu. Berhenti operasi artinya cabut (izin operasional, red),” ucapnya.

sumber : http://indo-aviation.com

03/03/2015

Tiger Dituding Terkesan Paksakan Pengajuan Pailit Mandala

Sejumlah masalah masih terjadi menyusul putusan pailit Mandala Mandala Airlines oleh Pengadilan Niaga Jakarta pada 26 Januari 2015. Seperti diungkapkan Komisaris Utama Mandala Airlines, Budi Priyantoro pihak Tiger Airlines dari Singapura selaku investor asing terkesan memaksakan pengajuan pailit itu tanpa persetujuan investor lokal.

“Ini sama saja Tiger Airlines dari Singapura lari dari tanggung jawab finansial. Padahal kesulitan keuangan yang dihadapi tidak parah dan pihak investor lokal sudah mendapat tambahan investor lokal baru yang siap mengucurkan dana, tapi karena pailit diajukan, maka mereka menunda,” tutur Budi Priyantoro seperti dilansir suaramerdeka.com.

Menurutnya, Tiger ingin lari dari tanggung jawab finansial, sehingga mengajukan pailit dan itu di luar kontrol dari pihaknya. Menurut Budi pada saat hampir bersamaan sudah dapat investor dan sudah hampir ada kesepakatan.

Ditambahkan, Tiger enggan memberi dana tambahan sebagai bagian dari komitmen perjanjian bisnis. Pihak Tiger sendiri mengaku sudah mengucurkan investasi sebesar Rp 1,1 trilun.

“Tetapi, kami dari investor lokal juga telah menyetor dana sekitar 30 persen dari jumlah dana Tiger. yakni sekitar Rp 300 miliar sebagai penambahan modal proporsional. Masak mereka pergi begitu saja dengan memailitkan perusahaan” jelas Budi

Dia menegaskan, dari sisi keuangan, Mandala sesungguhnya tidak seburuk Merpati atau Sriwijaya. ”Jadi, sebenarnya tidak ada alasan untuk mengajukan pailit Mandala, Namun karena mereka sepihak mengajukan gugatan dan untuk mencabutnya sulit karena sudah diproses, akhirnya ya diputus pailit,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkan, untuk mengajukan pailit harus ada rapat umum pemegang saham (RUPS). Pihak investor lokal sudah meminta untuk menunda pelaksanaan RUPS sambil mencari tambahan investor lokal, tetapi pihak Tiger berjalan sendiri. Ketika akan memberi surat kuasa untuk pailit, pihak Tiger tidak melakukan konfirmasi pada investor lokal.

sumber : http://indo-aviation.com

Dapatkan promo harga tiket termurah untuk maskapai Malaysia Airlines hanya di Turrima Ticket selama bulan Maret 2015!! A...
02/03/2015

Dapatkan promo harga tiket termurah untuk maskapai Malaysia Airlines hanya di Turrima Ticket selama bulan Maret 2015!! Ajak pelanggan Anda berlibur dengan promo maskapai Malaysia Airlines ini!!

Info lebih lanjut hubungi (0341) 482 122

Ayo ajak Keluarga Anda mengelilingi negeri "Gajah Putih" dengan promo paket promo tour Bangkok Pattaya Wekeend Shopping ...
27/02/2015

Ayo ajak Keluarga Anda mengelilingi negeri "Gajah Putih" dengan promo paket promo tour Bangkok Pattaya Wekeend Shopping selama 4 hari 3 malam hanya dengan harga Rp 4.888.000 all in!! Dapatkan paketnya sekarang juga untuk keberangkatan dari Jakarta di tanggal 12 dan 26 Mar 2015.

Untuk reservasi silahkan menghubungi 0341-482122 / 08 222 100 5555 atau email [email protected]

27/02/2015

Sriwijaya Air Gabungkan PSC dengan Tiket Mulai 1 Maret 2015

Berbeda dengan maskapai penerbangan berbiaya rendah Indonesia AirAsia yang sudah menjual tiket termasuk dengan passenger service charge (PSC) atau airport tax sejak 25 Februari 2015 untuk penerbangan mulai 1 Maret 2015, maskapai penerbangan lainnya, Sriwijaya Air, baru akan menjual tiket yang sudah dilengkapi PSC mulai 1 Maret 2015.

Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Agus Soedjono mengungkapkan bahwa Sriwijaya Air kini sudah siap menggabungkan PSC ke dalam tiket. “Kami secara kesuluruhan siap, perta tanggal 1 Maret 2015 kami siap menjual tiket yang sudah include PSC,” kata Agus.

Agus menjelaskan, sistem PSC on ticket ini sudah terhubung dengan sistem milik operator bandara, sehingga tidak terjadi kekeliruan saat menyetorkan uang PSC kepada pengelola bandara. Menurut Agus, Kementerian Perhubungan telah melakukan sosialisasi terkait dengan penerapan PSC on ticket kepada semua maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia dan operator bandara, jadi nanti seluruh maskapai penerbangan dan operator bandara harus melakukan sosialisasi serupa kepada penumpang. “Jadi ini kan one stop service, bagus. Bahwa seandainya orang beli tiket tidak perlu lagi membayar airport tax. Ini harus diedukasi bahwa pelanggan membayar tiket ini sudah termasuk airport tax dan pihak bandara membantu sosialisasi itu,” ungkap Agus.

sumber : http://indo-aviation.com

27/02/2015

Travira Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu, Lion Air Ke Berapa?

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah mengumumkan daftar tingkat ketepatan waktu maskapai penerbangan domestik di Indonesia. Tingkat ketepatan waktu itu dihitung sejak Januari hingga Desember 2014. Maskapai penerbangan mana yang paling tepat waktu dan mana yang paling sering mengalami penundaan?

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan, maskapai penerbangan Travira memperoleh tingkat ketepatan waktu terbaik, bahkan dikatakan sempurna karena bisa mencapai 100 persen dengan mengoperasikan 47 penerbangan. Di bawah Travira secara berturut-turut terdapat maskapai penerbangan NAM Air yang memiliki tingkat ketepatan waktu 92,92 persen dari 3.477 penerbangan, Batik Air 90,78 persen dari 13.536 penerbangan, Tigerair Mandala 88,79 persen dari 1.721 penerbangan, dan Garuda Indonesia menempati posisi kelima dengan tingkat ketepatan waktu 88,52 persen dari 164.623 penerbangan.

Di bawah Garuda Indonesia terdapat Xpressair dengan ketepatan waktu 86,30 persen dari 10.156 penerbangan, Sriwijaya Air 83,02 persen dari 65.940 penerbangan, Indonesia AirAsia 78,67 persen dari 22.536 penerbangan, Citilink Indonesia 78,20 persen dari 54.881 penerbangan, dan Lion Air berada di posisi ke-10 dengan catatan tingkat ketepatan waktu mencapai 73,80 persen dari total 171.498 penerbangan yang dioperasikannya.

Selain itu, ada maskapai penerbangan Wings Air yang menorehkan tingkat ketepatan waktu 71,12 persen dari 57.810 penerbangan, Aviastar Mandiri 69,40 persen dari 2.193 penerbangan, Kalstar Aviation 65,30 persen dari 22.151 penerbangan, Trigana Air Service 62,91 persen dari 15.475 penerbangan, dan di posisi paling buncit terdapat maskapai penerbangan yang fokus beroperasi di Bali dan Nusa Tenggara, TransNusa Aviation Mandiri, dengan tingkat ketepatan waktu hanya 54,41 persen dari total 5.902 penerbangan.

sumber : http://indo-aviation.com

Address

Malang
65115

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Turrima Ticket posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share