Sulut Inside

Sulut Inside Berita dan Informasi Sulawesi Utara

28/06/2026

๐Ÿšจ DETIK-DETIK PENCURI MOTOR GAGAL BERAKSI!

Seorang bocah berkaos kuning menjadi penghalang aksi pencurian motor di Cakung Residence 2, Jakarta Timur. Pelaku yang panik langsung melarikan diri dan meninggalkan motor hasil curian.

Kejahatan bisa digagalkan ketika ada keberanian dan kepedulian.

25/06/2026

Kalau semua peristiwa disamakan dengan film G30S/PKI, jangan-jangan kalau Roy Suryo hidup tahun 1965, beliau juga bakal berandai-andai jadi Pahlawan Revolusi.

Bedanya, sejarah ditulis berdasarkan fakta, bukan berdasarkan imajinasi dan perumpamaan.

Boleh berpendapat, tapi jangan sampai setiap drama merasa pemeran utamanya sendiri.

22/06/2026

Fanpage Persma Manado diserbu netizen usai kekalahan telak 0-3 dari Pesik Kuningan.

Yang diserang bukan pemain. Yang dipertanyakan bukan pelatih. Kali ini sorotan mengarah ke manajemen.

Sebab ketika target gagal, prestasi mandek, dan tim terancam tersingkir, publik mulai bertanya: sebenarnya apa yang sudah dikerjakan para pengurus?

Sepak bola tidak diukur dari banyaknya foto bersama atau slogan "satu komando". Sepak bola diukur dari hasil.

Dan hasilnya hari ini: Persma 0, Pesik 3.

22/06/2026

Ahmad Khozinudin lagi-lagi bikin publik garuk kepala. Pernyataannya hari ini A, besok bisa jadi B, lusa entah sudah sampai huruf berapa. ๐Ÿ˜…

Netizen pun mulai bingung, yang dipegang argumennya atau jadwal revisinya? Jangan-jangan satu-satunya yang konsisten adalah perubahan pernyataannya.

17/06/2026

Gas air mata kembali menjadi jawaban atas suara mahasiswa di Sulawesi Utara.

Kericuhan dalam aksi di DPRD Sulut memang tak bisa dibenarkan. Namun, penggunaan kekuatan oleh aparat juga harus dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Demokrasi tidak diukur dari seberapa cepat massa dibubarkan, melainkan seberapa serius kritik rakyat didengarkan.

Jika setiap demonstrasi berakhir dengan kepulan gas air mata, publik berhak bertanya: apakah negara sedang menjaga ketertiban, atau justru semakin alergi terhadap kritik?

16/06/2026

Dari Aktivis Kesejahteraan ke "CEO MBG": Ketika Kritik Berganti Kesibukan Mengelola Program

Di masa lalu, Melky Jakhin Pangemanan (MJP) dikenal sebagai salah satu figur yang cukup vokal berbicara soal kesejahteraan masyarakat, kemiskinan, hingga ketimpangan sosial. Namun kini, publik mulai melihat perubahan peran yang cukup mencolok. Dari sosok yang lantang mengkritik kebijakan dan memperjuangkan kepentingan rakyat, ia justru lebih dikenal sebagai "CEO MBG Sulut" yang mengurusi jaringan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perubahan itu tentu bukan sesuatu yang salah. Aktivis boleh masuk ke dalam sistem dan ikut menjalankan program pemerintah. Namun yang menjadi pertanyaan adalah: apakah suara kritis terhadap persoalan rakyat masih terdengar ketika seseorang sudah berada di lingkaran pengelolaan program yang bernilai miliaran rupiah?

Belakangan, nama MJP menjadi sorotan setelah muncul desakan kepada Kejaksaan Agung untuk menelusuri dugaan keterlibatannya dalam pengelolaan sedikitnya 11 dapur MBG di Sulawesi Utara. Sejumlah pihak mempertanyakan dugaan adanya pola koordinasi terpusat dalam pengelolaan dapur-dapur tersebut, meski hingga saat ini tuduhan tersebut masih berupa dugaan dan belum terbukti secara hukum.

Yang menarik bukan hanya soal dugaan tersebut, melainkan perubahan posisi politik dan sosial yang menyertainya. Dulu berbicara atas nama rakyat, kini sibuk mengelola program untuk rakyat. Dulu mengawasi kekuasaan, sekarang menjadi bagian dari ekosistem yang perlu diawasi.

Dalam demokrasi, publik berhak bertanya: apakah semangat memperjuangkan kesejahteraan masyarakat masih menjadi prioritas utama, atau telah bergeser menjadi fokus pada pengelolaan proyek dan jaringan program pemerintah?

MBG memang program yang mulia. Namun program yang baik tetap membutuhkan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan. Justru ketika seorang tokoh yang dahulu dikenal vokal membela rakyat kini berada di pusat pengelolaan program, standar pengawasan publik harus semakin tinggi, bukan semakin longgar.

Karena pada akhirnya, rakyat tidak hanya menilai siapa yang paling keras berteriak tentang kesejahteraan. Rakyat juga menilai siapa yang tetap konsisten ketika berada di posisi yang memiliki akses terhadap kekuasaan dan anggaran.

Pertanyaannya sederhana: apakah suara perjuangan itu masih sama kerasnya ketika mikrofon kritik telah berganti menjadi meja pengelolaan program?

16/06/2026

Di Manado, sedangkan ODGJ maso mall iko jadi peks-peks
Ini tu bilang AMAN?
๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

16/06/2026

KPK Bidik Malut, Sherly Diminta Buka Data

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menaruh perhatian serius terhadap tata kelola pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Dalam evaluasi terbaru, KPK menyoroti potensi kerawanan pada sistem e-purchasing, pengadaan langsung, hingga proses tender proyek. Lembaga antirasuah itu juga meminta media dan masyarakat ikut menyerahkan data jika menemukan indikasi penyimpangan.

Sorotan tersebut menyeret perhatian pada kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda Laos, terutama terkait isu dugaan monopoli proyek dan pengondisian pengadaan yang belakangan ramai diperbincangkan.

KPK memberi waktu tiga bulan kepada Pemprov Malut untuk menindaklanjuti berbagai catatan yang telah disampaikan. Tenggat itu menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam membuktikan bahwa pengelolaan proyek berjalan transparan dan bebas intervensi.

Kini publik menunggu: apakah berbagai dugaan yang beredar hanya sebatas polemik, atau akan bermuara pada temuan yang lebih serius.

"Jika tidak ada yang disembunyikan, maka data harus dibuka."

Address

Tuminting
Badung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sulut Inside posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share