SMART Traveling System

SMART Traveling System Sakatho Smart Traveling System adalah penyedia jasa tour hemat dan praktis. Kami menyediakan paket tour atau bisa mendesign tour sesuai budget Anda & Kel.

9 Tempat Oleh-Oleh di Bali1. Krisna BaliKrisna Bali merupakan pusat oleh-oleh terlengkap dan terbesar di Bali yang buka ...
18/04/2017

9 Tempat Oleh-Oleh di Bali

1. Krisna Bali

Krisna Bali merupakan pusat oleh-oleh terlengkap dan terbesar di Bali yang buka selama 24 jam penuh. Krisna Bali terletak di Jl Raya Tuban, Kuta, Bali, bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 menit dari Bandara Ngurah Rai. Barang yang dijual di Krisna Bali adalah oleh-oleh makanan khas bali, biasanya cemilan seperti pie susu, ceker garing, keripik, kue kering, buah salak, dodol kering, dan masih banyak lagi. Di toko ini juga menjual kopi khas Bali yaitu Kopi Kintamani, Kopi Mangsi dan Kopi Bali Spirit.

Selain menjual makanan khas Bali, Krisna Bali juga menjual berbagai macam pakaian. Harga yang ditawarkan pun cukup murah mulai dari Rp 15.000,- anda sudah bisa mendapatkan baju untuk oleh-oleh.

2. Kampung Nusantara Bali

Sama halnya dengan Krisna Bali, Kampung Nusantara juga menyajikan makanan khas Bali sebagai oleh-oleh. Kampung Nusantara letaknya dekat Kuta yaitu di Jl Sunset Road, Kuta, Bali. Di sini anda bisa berbelanja makanan cemilan ataupun barang kerajinan khas Bali. Untuk harga barang yang dijual masih standar tidak terlalu mahal.

Bagi anda pecinta seni, anda bisa membeli lukisan di Kampung Nusantara karena di sini disajikan berbagai lukisan yang ditempatkan dalam satu ruangan. Anda bisa memilih lukisan sesuka hati.

3. Galuh Art Shop Bali

Galuh Art Shop terletak di Jalan Raya Batubulan, Gianyar, Bali. Di Galuh Art Shop barang yang dijual yang terkenal adalah Batik. Selain itu di sini juga banyak dijual souvenir menarik seperti T-shirt, pernak-pernik, tas, hiasan dinding, dan masih banyak lagi. Untuk harga sendiri di Galuh Art Shop memberikan harga pas dan tidak bisa ditawar, akan tetapi dari barang-barang yang dijual sudah diberikan diskon khusus buat para pembeli.

4. Celuk Bali

Kawasan Celuk yang terletak di dekat Pasar Sukawati memang terkenal sebagai sentra perak khas Bali. Warna-warni batu mulia yang bertaburan dalam liukan desain khas seniman perak Bali membuat perak Celuk disukai wisatawan mancanegara maupun lokal.

Bila berbicara mengenai kerajinan perak yang ada di Indonesia pastilah nama Celuk di Bali dan Kotagede di Yogyakarta akan langsung terngiang di kepala. Sebagai sentra penghasil perak, kawasan Celuk dan Kotagede sama-sama memiliki pengrajin dan art-shop yang dapat dengan mudah ditemui di sudut-sudut jalan. Keunikan dan desain perak yang khas membuat perak-perak Celuk diburu wisatawan yang datang ke Bali. Hingga saat ini, hampir setiap hari selalu ada rombongan wisatawan yang datang ke Celuk, baik untuk berbelanja maupun melihat bagaimana proses pembuatan perak.

5. Discovery Shopping Mall Bali

Letaknya di Jalan Kartika Plaza sebelah Musro dan Discovery Kartika Plaza Hotel. Merupakan satu-satunya mall di Bali yang memiliki akses ke pantai. Anda dapat menuju pantai Kuta melalui mall ini. Berbagai merek pakaian dan juga tempat makan disediakan. Menjelang sore hari, wisatawan dapat menikmati matarahari terbenam sambil minum teh atau kopi di salah satu restoran. Shopping mall ini lebih dikenal dengan nama Centro dari pada Discovery Shopping Mall.

6. Bali Galleria

Lokasinya disebelah Simpang Siur yang ada patung Dewa Ruci. Hanya 15 menit dari Bandara Ngurah Rai, jika tidak terjadi kemacetan. Bagi orang yang pertama kali melewati simpang siur ini, pasti kebingungan muter-muter di bundaran.

Bali Galleria merupakan komplek shopping mall yang banyak terdapat departemen store, tempat makan dan minum, taman bermain, supermarket serta areal parkir kendaraan yang cukup luas. Hampir setiap hari tempat belanja di Bali Galleria selalu ramai pengunjung.

7. Oleh Oleh Khas Bali

Ada banyak tempat di Bali yang dapat dikunjungi untuk membeli oleh-oleh khas Bali. Pasar Seni Sukawati salah satunya. Namun lokasinya agak jauh dari Bandara Ngura Rai. Menempuh waktu sekitar 1 jam ke arah timur kota Denpasar. Dipasar seni ini ada berbagai macam barang yang dapat dipilih dengan harga terjangkau. Seperti baju kaos, kain pantai, celana pendek, lukisan, dan kerajinan tangan masyarakat Bali lainnya.

8. Kaos Joger Bali

Toko baju kaos yang terletak di Jalan Raya Kuta ini, hampir setiap hari tidak pernah sepi pengunjung. Belum lengkap rasanya liburan di Bali tidak mampir membeli kaos khas Joger Bali. Pabrik kata-kata Joger sudah lama terkenal, dan merupakan salah satu ikon Bali.

9. Jalan Legian Bali

Disepanjang jalan ini banyak terdapat toko-toko yang menjual berbagai barang merk terkenal. Outlet peralatan surfing, toko sepatu dan sandal, baju-baju bermerek, hingga supermarket 24 jam tersedia disepanjang jalan ini.

Sumber by Wikipedia / Google

Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. B...
18/04/2017

Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Betutu ini telah dikenal di seluruh kabupaten di Bali. Salah satu produsen betutu adalah desa Melinggih, kecamatam payangan kabupaten Gianyar. Ayam betutu juga merupakan makanan khas Gilimanuk. Betutu digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan di jual. Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali tetapi juga tamu manca negara yang datang ke Bali, khususnya pada tempat-tempat tertentu seperti di hotel dan rumah makan atau restoran. Betutu tidak tahan disimpan lama.

Sumber by Wikipedia

Gunung TaborGunung Tabor (Ibrani: הַר תָּבוֹר, bahasa Arab: جبل طابور; bahasa Yunani: Όρος Θαβώρ; bahasa Inggris: Mount ...
17/04/2017

Gunung Tabor
Gunung Tabor (Ibrani: הַר תָּבוֹר, bahasa Arab: جبل طابور; bahasa Yunani: Όρος Θαβώρ; bahasa Inggris: Mount Tabor) terletak di bagian selatan Galilea (Lower Galilee), di batas sebelah timur lembah Yizreel, 11 mile (18 km) sebelah barat Danau Galilea, diIsrael. Merupakan lokasi perang antara Barak dan tentara raja Yabin, yang dipimpin oleh panglimannya, Sisera selama masa pemerintahan hakim Debora pada pertengahan abad ke-14 SM. Diyakini oleh banyak orang Kristen sebagai lokasi Transfigurasi Kristus. Juga dikenal sebagai Har Tavor, Itabyrium, Jebel et-Tur, dan the Mount of Transfiguration (Gunung Transfigurasi).

Geologi
Gunung ini tergolong "monadnock"; bukit atau gunung kecil yang terpisah dan mendadak mencuat dari tanah rata di sekelilingnya, dan bukan gunung berapi. Meskipun dekat dengan pegunungan Nazaret, gunung ini merupakan bentuk geologis terpisah.

Sejarah
Di dasar gunung terletak persimpangan jalan penting: Via Maris melaluinya dari lembah Yizreel ke arah utara menuju keDamaskus. Lokasinya di jalan utama dan bentuk gunungnya di atas sekelilingnya membuat tempat ini bernilai strategis dan menjadi ajang berbagai perang sepanjang sejarah.

Periode Yosua dan Hakim-hakim
Gunung ini disebut pertama kali dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen dalam Kitab Yosua 19:22, sebagai batas wilayah tiga suku: Zebulon, Isakhar dan Naftali. Pentingnya gunung ini adalah karena dapat mengontrol persimpangan jalan utara-selatan dan timur-barat dari lembah Yizreel di Galilea secara strategis. Debora, seorang hakim dan nabi wanita Yahudi memanggil Barak dari suku Naftali dan memberikan perintah Tuhan, "Pergilah menuju gunung Tabor, dan bawalah sepuluh ribu orang dari suku Naftali dan Zebulon" (Kitab Hakim-hakim: Hakim-hakim 4:6). Turun dari gunung itu, orang Israel menyerang dan mengalahkan Sisera dan orang Kanaan.

Tempat ziarah Kristen
Menurut satu tradisi Kristen, Gunung Tabor adalah lokasi Transfigurasi Kristus, dimana Yesus dimuliakan di atas gunung, berubah wajah menjadi bersinar-sinar dan kelihatan berbicara dengan Musa dan Elia. Kisah ini dicatat dalam Injil Sinoptik (Injil Matius, Injil Markus dan Injil Lukas), dan juga disinggung dalam 2 Petrus 1:16-18, tetapi tidak ada catatan mengenai identitas nama "gunung yang tinggi" itu. Identifikasi paling awal gunung tempat transfigurasi ini adalah dari Origen pada abad ke-3 Masehi. Juga disinggung oleh St. Cyril dari Jerusalem dan Hieronimus pada abad ke-4.Kemudian disebut dalam Transitus Beatae Mariae Virginis pada abad ke-5. Ada tempat-tempat lain yang diduga lokasi transfigurasi selain gunung Tabor.
Pada tahun 1101, tentara Perang Salib menguasai daerah itu. Biarawan Benediktin membangun kembali basilika yang hancur dan mendirikan biara yang diperkuat.
Sekarang, di puncak gunung ada dua biara Kristen, dibagi atas bagian Gereja Ortodoks Timur (timur laut) dan Gereja Katolik Roma(tenggara).

Sumber by Wikipedia

Gunung NeboGunung Nebo (bahasa Arab: جبل نيبو, Jabal Nibu. bahasa Ibrani: הַר נְבוֹ, Har Nevo; bahasa Inggris: Mount Neb...
17/04/2017

Gunung Nebo
Gunung Nebo (bahasa Arab: جبل نيبو, Jabal Nibu. bahasa Ibrani: הַר נְבוֹ, Har Nevo; bahasa Inggris: Mount Nebo) adalah sebuah tebing yang menjulang di wilayah Yordania sekarang, sekitar 817 meter (2680 kaki) di atas permukaan laut, yang disebut dalam Alkitab Ibrani danPerjanjian Lama di Alkitab Kristen sebagai tempat di mana Musa diizinkan untuk memandang "Tanah Perjanjian", yaitu Tanah Kanaan, sebelum ia meninggal tanpa sempat memasukinya. Pemandangan dari puncaknya memberikan panorama "Tanah Suci" dan ke sebelah utara, sebagian lembah Sungai Yordan. Kota Yerikho di Tepi Barat sungai Yordan biasanya tampak jelas dari puncak, demikian p**a kota Yerusalem pada hari-hari yang cerah.

Sejarah kuno
Menurut pasal terakhir Kitab Ulangan, Musa mendaki gunung Nebo untuk melihat tanah Israel:
Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu ...
Berdasarkan tradisi Kristen, Musa dikuburkan di atas gunung itu, meskipun kuburannya tidak diketahui tempatnya. Di akhir Taurat, hanya disebutkan bahwa Tuhan Allah menguburkan Musa:.. di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
Para pakar terus berdebat apakah gunung yang sekarang disebut Nebo ini sama dengan yang disebut dalam Taurat. Sejumlah tradisi Islam mencatat hal yang sama, meskipun ada yang percaya makam nabi Musa terletak di Maqam El-Nabi Musa yang terletak 11 km (6.8 mi) sebelah selatan Yerikho dan 20 km (12 mi) sebelah timur Yerusalem di padang gurun Yudea.
Menurut Kitab 2 Makabe 2:4–7, nabi Yeremia menyembunyikan Kemah Suci dan Tabut Perjanjian dalam sebuah gua di sana.

Sejarah modern
Osama bin Laden merencanakan serangan menjelang perubahan tahun milenium 2000, termasuk meledakkan bom di gunung Nebo pada tanggal 1 Januari 2000.
Pada tanggal 20 Maret 2000, Paus Yohanes Paulus II mengunjungi tempat ini dalam kunjungannya ke Tanah Suci. Selama kunjungan itu, dia menanam sebatang pohon zaitun di sebelah kapel Bizantin sebagai lambang perdamaian.
Paus Benediktus XVI mengunjungi tempat ini pada tanggal 9 Mei 2009, menyampaikan pidato, dan memandang ke luar dari puncak gunung ini ke arah Yerusalem.
Patung salib dan ular ("Monumen Nehushtan" atau ular tembaga; lihat Bilangan 21:8-9, 2 Raja-raja 18:4, Yohanes 3:14-15) di puncak Gunung Nebo dibuat oleh artis Italia, Giovanni Fantoni. Merupakan simbol ular tembaga yang dibuat oleh Musa di padang gurun (Bilangan 21:4–9) dan salib di mana Yesus Kristus disalibkan (lihat Yohanes 3:14).

Arkeologi
Titik tertinggi gunung ini adalah Syagha, di mana pada tahun 1933 ditemukan reruntuhan sebuah gereja dan biara. Gereja ini pertama kali dibangun pada pertengahan kedua abad ke-4 Masehi untuk memperingati tempat kematian Musa. Desain gereja ini mengikuti model umum sebuah basilika. Kemudian diperluas pada akhir abad ke-5 Masehi dan dibangun kembali pada tahun 597. Gereja ini pertama kalinya disebut dalam catatan perjalanan seorang peziarah wanita, Egeria (Aetheria) pada tahun 394. Enam makam ditemukan dalam kubur yang digali dalam batu alamiah di bawah lantai mosaik yang menutupi dasar gereja ini. Dalam presbiteri kapel modern, yang dibangun untuk melindungi tempat ini dan sekaligus menyediakan tempat beribadah, dapat dilihat bekas-bekas lantai mosaik dari berbagai periode. Yang tertua adalah panel dengan salib berulir yang sekarang ini ditempatkan di ujung timur dari tembok sebelah selatan.

Sumber by Wikipedia

Gunung HermonGunung Hermon bahasa Arab: جبل الشيخ, Jabal el-Shaykh, bahasa Ibrani: הר חרמון, Har Hermon) adalah gunung y...
15/04/2017

Gunung Hermon
Gunung Hermon bahasa Arab: جبل الشيخ, Jabal el-Shaykh, bahasa Ibrani: הר חרמון, Har Hermon) adalah gunung yang terletak di pegunungan Anti-Lebanon. Tinggi gunung ini adalah 2.814 m (9.232 kaki) di atas permukaan laut. Puncak gunung ini berada di perbatasan antara Suriah dan Lebanon.

Geografi
Gunung Hermon sebenarnya adalah sederetan pegunungan dengan tiga puncak terpisah yang kurang-lebih sama tingginya. Pegunungan Anti-Lebanon membentang kira-kira sepanjang 150 km (93 mi) dalam arah timur laut ke barat daya, sejajar dengan pengunungan Lebanon di sebelah baratnya. Pegunungan Hermon mencakup wilayah sekitar 1000 km², di mana 70 km² berada di bawah pengawasan Israel. Sebagian besar daerah Gunung Hermon yang termasuk Dataran Tinggi Golan meliputi c***r alam "Hermon nature reserve".
Gunung ini merupakan salah satu sumber geografis terbesar di daerah tersebut. Karena ketinggiannya, gunung itu menangkap sejumlah besar curah hujan di daerah yang tergolong sangat kering di dunia ini. Batu kapur zaman Jurassic dipecahkan oleh garis gempa dan saluran berisi cairan sehingga membentuk topografi karst. Gunung Hermon mempunyai musim dingin dan semi di mana salju menutupi seluruh tiga puncaknya sepanjang tahun. Air yang mencair dari puncak gunung bersalju di sebelah barat dan selatan meresap ke dalam saluran dan lubang-lubang di bebatuan, muncul sebagai mata air di kaki gunung, dan membentuk sungai-sungai. Aliran-aliran ini kemudian menyatu menjadi Sungai Yordan. Di samping itu, permukaan yang subur di bawah garis salju menyebabkan banyaknya tumbuhan pinus, ek, poplar dan berbagai pohon lainnya, serta perkebunan-perkebunan anggur.
Mata air dan gunung itu sendiri diperebutkan oleh sejumlah negara di daerah itu mengenai penggunaan airnya. Gunung Hermon juga disebut "gunung bersalju" ("snowy mountain, mountain of snow") dan "gunung beruban" ("gray-haired mountain"). Juga disebut "mata bangsa" ("the eyes of the nation") di Israel, sebab ketinggiannya menjadikannya tempat sistem peringatan bahaya dini untuk negara tersebut.

Peninggalan sejarah
Dalam Epos Gilgames ditulis bahwa tokoh utamanya, Gilgames, melintasi Gunung Hermon, yang disebut Saria oleh orang Sumeria, "Saria dan Lebanon bergetar pada saat tumbangnya pohon-pohon cedars". Dalam Kitab Henokh, Gunung Hermon adalah tempat turunnya malaikat-malaikat yang sesat dari golongan Grigori (disebut "Watcher") ke bumi. Mereka bersumpah pada gunung itu bahwa mereka akan mengambil istri dari antara anak-anak perempuan manusia dan menanggung kutukan bersama atas dosa mereka (Henokh 6). Puncak gunung itu disebut Saphon dalam naskah Ugarit sebagai lokasi istana dewa Baal dalam suatu mitos mengenai dewa Attar. Kitab 1 Tawarikh menyebutkan Gunung Hermon sebagai tempat kediaman suku Manasye di mana Hefer, Yisei, Eliel, Azriel, Yeremia, Hodawya dan Yahdiel merupakan kepala-kepala puak mereka masing-masing.

Sumber by Wikipedia

Gunung SinaiGunung Sinai (juga dikenal dengan nama Jabal Musa جبل موسَى dalam bahasa Arab) adalahsebuah gunung yang terl...
15/04/2017

Gunung Sinai
Gunung Sinai (juga dikenal dengan nama Jabal Musa جبل موسَى dalam bahasa Arab) adalah
sebuah gunung yang terletak di Semenanjung Sinai di Mesir. Tingginya 2.285 meter dan berada di
barisan pegunungan di sebelah selatan semenanjung tersebut.
Pada 4 Februari 1859, Codex Sinaiticus, sebuah manuskrip Perjanjian Baru dari abad ke-4,
ditemukan oleh Konstantin von Tischendorf di kaki gunung ini.
Ada beberapa cendekiawan yang menganggapnya sama dengan "Gunung Sinai" yang disebut-
sebut dalam Alkitab Ibrani danPerjanjian Lama di Alkitab Kristen terutama dalam kump**an
kitab Taurat, namun hal ini belum dapat dipastikan.

Sinai adalah nama gunung, tempat TUHAN (YHWH) menampakkan Diri kepada Musa dan membuat
perjanjian dengan suku-suku bangsa Israel yang berkumpul di situ.
Tradisi yang cenderung menganggap Gunung Sinai adalah Jebel Serbal, dapat dijejaki sampai Eusebius (abad ke-4); yang menyebut Jebel Musa hanya sampai Yustinianus (abad ke-6). Karena tidak ada padang gurun di kaki Jebel Serbal, membuatnya tak mungkin sebagai gunung perjanjian. Pandangan A Musil, yang pernah diterima oleh kalangan luas, yg mengatakan bahwa gunung berapi dekat al-Hrob harus disamakan dengan Gunung Sinai, tidak lagi disukai oleh para ahli, karena dengan itu rute perjalanan Keluaran tak dapat disusun kembali, dan pendapat itu tidak menafsirkan Keluaran 19 secara tepat.

Tinggal hanya dua kemungkinan: Jebel Musa dan Ras ets-tsaftsafeh. Kedua gunung itu terletak pada punggung batu granit, yang memanjang ± 4 km dari barat laut ke tenggara. Ras ets-tsaftsafeh (1.993 m) terletak di bagian utara, dan Jebel Musa (2.244 m) di bagian selatan.

Tradisi dan kebanyakan ahli modern menerima Jebel Musa sebagai Gunung Sinai. Namun beberapa ahli lain dengan kuat lebih memilih Ras ets-tsaftsafeh sebagai gunung perjanjian, karena adanya dataran luas pada kakinya, cukup untuk jemaah Israel yang besar itu (bandingkan Keluaran 20:18 'dan mereka berdiri jauh jauh'). Tapi tradisi tentang Jebel Musa sudah begitu tua (sekitar 1500 tahun) dan gunung batu granit yg ada di situ begitu mengagumkan sehingga mungkin sekali itulah Gunung Sinai. Tambahan lagi, beberapa tempat perhentian pada jalan yg menuju ke gunung itu, mengarah ke kesimp**an yang sama.

Dalam Perjanjian Lama Gunung Sinai disebut juga Gunung Horeb. Sesudah melewati Mara dan Elim orang Israel sampai di Sinai pada bulan ke-3 sesudah berangkat dari Mesir (Keluaran 19:1), dan berkemah di dataran kaki gunung itu, dan dari situ puncak gunung dapat dilihat (Keluaran 19:16, 18, 20). YHWH menampakkan diriNya kepada Musa di puncak gunung ini dan memberikan Kesepuluh Firman dan hukum-hukum lainnya. Perjanjian yang diadakan Allah di situ dengan umat-Nya sangat penting dalam mengikat suku-suku itu menjadi satu, dan menempa mereka menjadi satu umat yang mengabdi kepada satu Allah. Keaslian berita ini mendapat tentangan dari aliran modern tertentu, berdasarkan Hakim-hakim 5:5, bahwa tradisi tentang Sinai termasuk bagian yang tua dari kepercayaan orang Israel. Peranan Gunung Sinai yang menonjol dalam Perjanjian Lama dan tradisi kuat yang dihubungkan dengan gunung itu, memberikan banyak bukti dalam menopang kebenaran sejarah dari berita ini.

Di kaki Gunung Jebel Musa terdapat biara St Katarina. Di sinilah ditemukan oleh Tischendorf naskah abad 4 yang termasyhur itu, bagian dari Alkitab Yunani, yang disebut Naskah Sinai, yang ditulis dengan huruf besar (uncial). Dalam perpustakaan St. Katarina ada naskah-naskah kuno dalam bahasa Yunani, Arab, Etiopia dan Siria (banyak dari situ belakangan ini umumnya bisa didapati dalam film mikro).

Sumber by Wikipedia

Gereja Gantung Gereja Ortodoks Koptik Santa Perawan Maria juga dikenal sebagai Gereja Gantung (El Muallaqa) adalah salah...
13/04/2017

Gereja Gantung

Gereja Ortodoks Koptik Santa Perawan Maria juga dikenal sebagai Gereja Gantung (El Muallaqa) adalah salah satu gereja tertua dan bersejarah di Mesir, Memiliki nama lain Al-Muallaqa yang artinya sesuatu yang digantung. Hal ini dikarenakan gereja tersebut dibangun di atas tanah dan ditunjang oleh tiang yang menahannya.
Gereja ini merupakan gereja Koptik yang paling terkenal di kota Kairo dan gereja ini dipersembahkan kepada Perawan Maria maka gereja ini dikenal juga sebagai gereja Maria.
Dibangun pada abad ke-7 Masehi dan pada abad ke-11 bangunan ini kediaman resmi Paus Ortodoks Koptik dar iAleksandria.
Di bagian depan terdapat mimbar yang ditunjang oleh 13 pilar yang mewakili Yesus bersama ke 12 murid-Nya. Yang menarik dari ke 13 pilar tersebut adalah terdapat pilar yang berwarna hitam yang berarti Yudas Iskariot dan yang berwarna abu-abu yang berarti Tomas.
Kebanyakan ikon di dalam gereja ini berasal dari abad ke 8 bahkan ada yang berasal dari abad ke 5 dan 6 masehi.
Di dalam dari gereja ini terdapat ruangan yang dipersembahkan kepada Perawan Maria, St. George dan Yohanes Pembaptis.

Sumber by Wikipedia

Gereja Sampah di CairoTersembunyi di balik pemukiman kumuh di Mesir, terdapat sebuah gereja yang disebut dengan Gereja S...
12/04/2017

Gereja Sampah di Cairo
Tersembunyi di balik pemukiman kumuh di Mesir, terdapat sebuah gereja yang disebut dengan Gereja Sampah. Penamaan itu melihat letaknya yang tidak jauh dari pemukiman kumuh. Namun, gereja itu juga indah. Unik!
Simon The Tanner Church adalah nama lain dari Gereja Sampah, Simon The Tanner sendiri adalah seorang santo yang hidup pada jaman itu yang juga merupakan seorang penyamak kulit. Pemberian nama Simon The Tanner Church sendiri didedikasikan kepada Santo Simon si penyamak kulit.
Gereja Sampah atau yang biasa disebut Gereja Mukjizat di bukit Mukattam ini merupakan Gereja Koptik tua atau Koptik Ortodoks dengan sejarah yang sangat menarik. Belasan ribu pemulung hidup di sana dengan mengais sampah dan hidup dari sampah. Namun bagi penduduk sekitar, Gereja Sampah ini memancarkan “bau harum”. Keharuman Kristus terpancar lewat kehadiran dan kesaksiannya. Pelayanan jemaatnya telah membawa banyak pemulung mengenal Kristus dan mendapatkan pegangan hidup. Setiap minggu mereka beribadah di situ. Memuliakan Tuhan di tengah himpitan kemiskinan dan teladan kasih yang ditunjukkan lewat berbagai bantuan baik moral maupun material yang diberikan bagi mereka.
Untuk mencapai gereja yang besar dan luas itu, kita harus melewati pemukiman kumuh tempat tinggal para pemulung sampah. Namun, begitu sampai di sana kita akan terkagum-kagum karena gereja ini terbuat dari gunung batu yang dipahat, yaitu gunung Mukhatam/Moqattam. Mereka bisa dikatakan suatu kalangan yang tak tersentuh. Ada hampir sekitar 50.000 orang jumlah penduduk mereka, mereka hampir seluruhnya memeluk keyakinan Kristiani, dan mereka benar-benar hidup dalam kesedihan. Lokasi yang berpenduduk 50.000 orang ini sangat beraroma bau busuk yang luar biasa karena dihasilkan dari kump**an sampah-sampah dari seluruh kota, sampah-sampah ditumpuk bersama dan disinari terik matahari dalam suhu yang amat panas. Namun orang-orang pemukim disitu yang mayoritas Kristiani menyelesaikan pekerjaan mereka, sebagian besar dengan senyum di wajah mereka.
Gua Gereja Sampah ini terdiri dari 3 set gua Berbentuk tribun stadion dengan atap batu gunung. Yang terbesar dikatakan dapat menampung 10.000 orang, yang di tengah berkapasitas sekitar 2.000 orang dan yang terkecil sekitar 200 orang. Gereja yang terletak di sebelah tenggara Kairo ini merupakan bukti mukjizat yang pernah terjadi di zaman lampau. Sebuah pegunungan yang bernama Gunung Mokatam berpindah tempat sejauh 3 km.
Pada abad 10M, Mesir berada di bawah kekuasaan Kekhalifahan dari sekte Fatimiyah yang menyebarkan agama baru, Islam, di Mesir dimana penduduknya waktu itu beragama Kristen Koptik dengan pusat keagamaan (Patriarchate) berada di Alexandria dan dipimpin oleh Patriarch (sejajar dengan posisi Paus di Vatican, Roma) bernama Abraam.
Khalifah Fatimiyah pertama yang memimpin bernama Al-Muizz. Khalifah ini sedang memperbesar kekuasannya dengan mambangun sebuah kota baru di tanah Mesir dan Khalifah ini juga senang mengundang agama-agama lain yang ada di Mesir untuk berdebat, dan Khalifah orang yang sangat fair dan sangat menghargai ajaran agama-agama lain seperti Kristen dan Yahudi.
Ada orang yang tidak senang dengan kedatangan Khalifah yaitu Ibnu Killis. Sebelum Mesir jatuh ke tangan Khalifah, jabatan Ibnu Killis saat itu adalah sebagai Gubernur. Namun dengan datangnya Khalifah menguasai Mesir, maka Ibnu Killis pun mencoba untuk menyelamatkan diri dan jabatannya, dengan cara ikut membantu melancarkan dan menyukseskan proses penguasaan Mesir ke tangan Khalifah. Bahkan untuk merebut hati sang Khalifah, dia tidak segan-segan merubah kepercayaannya dari seorang pengikut Kristus (Kristen Koptik) menjadi seorang Muslim (Islam).
Ibnu Killis memberi tahu kepada Khalifah bahwa ada ayat di kitab orang Kristen di Perjanjian Baru Injil Matius 17:20 yang berbunyi : ‘Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu’.

Sang Khalifah memanggil Patriarch Abraam bi zara untuk meminta konfirmasi atas ayat tersebut. Patriarch datang dan membenarkan adanya ayat tersebut seperti yang tertulis dalam injil Matius 17:20 pada Alkitab Perjanjian Baru. Lalu sang Khalifah meminta kepada Patriarch untuk membuktikan kebenaran ajaran iman Kristen seperti apa yang tertulis dalam ayat tersebut. Apabila tidak berhasil membuktikannya sesuai dengan apa yang tertulis pada ayat tersebut, maka seluruh umat Kristiani di Mesir akan mendapatkan 3 macam ultimatum yaitu: pertama, seluruh umat Kristiani di Mesir harus meninggalkan ajaran Iman Kristennya dan berpindah agama sebagai pemeluk agama Islam; kedua, apabila tetap mempertahankan keimanan Kristennya, maka umat Kristen harus berpindah keluar dari tanah Mesir ke daerah/ negara lainnya; ketiga, apabila (1) dan (2) tidak dipenuhi, maka umat Kristen akan langsung berhadapan dengan pedang! Ini sama artinya dengan kematian bagi orang-orang Kristen Koptik!
Sang Patriarch langsung berdoa dan meminta kepada TUHAN untuk membimbingnya dalam menghadapi masalah tersebut. Setelah selesai berdoa, sang Patriarch kemudian meminta waktu tiga hari untuk menjawab sekaligus membuktikan kepada sang Khalifah atas kebenaran ajaran Iman Kristen.
Sang Patriarch lalu bergegas meninggalkan sang Khalifah dan pergi ke Gereja Al-Mu’allaqah/ Gereja Gantung (Hanging Curch) di Babylon (sekitar daerah kota Kairo lama). Gereja ini dipercaya sebagai tempat tinggal Keluarga Kudus selama pelarian mereka ke tanah Mesir dari kejaran Herodes (Matius 2:13-14, 19).
Patriarch kemudian mengumpulkan para Bishop, pembantu Bishop, dan para biarawan, serta menyerukan kepada seluruh umat kristiani di Mesir untuk mulai saat itu juga berdoa dan berpuasa selama 3 hari ke depan. “Kita harus berdoa dan berpuasa selama tiga hari ini agar supaya Tuhan memberikan ampunan dalam kemegahanNya dan memberikan petunjukNya untuk menghadapi masalah ini”.
Tepat saat fajar mulai menampakkan sinarnya di ufuk Timur pada hari ketiga, yaitu hari yang dijanjikan Patriarch untuk menjawab permintaan sang Khalifah, Patriach Abraam bi zara mendapatkan mimpi berjumpa dengan Bunda Maria yang menyarankan untuk menemui seseorang di dekat jembatan besi. Patriarch bergegas menjumpai orang tersebut yang ternyata adalah seorang yang cacat mata (hanya tinggal satu mata saja yang masih bisa digunakan) bernama sant.Simon, profesi beliau adalah penjemur kulit binatang di perusahaan penyamakan kulit.
Santo Simonn terkejut atas mimpi Patriarch Abraam bi zara yang justru menyatakan bahwa dari dirinyalah “jawaban atas persoalan hidup matinya orang-orang Kristen Koptik Mesir ditentukan”. Padahal dia sendiri berpendapat bahwa dirinya adalah orang yang tidak layak dihadapan Tuhan karena banyaknya dosa yang telah dia lakukan dalam seluruh kehidupannya. Namun sang Patriarch tetap bersikukuh atas pesan yang dia dapatkan tersebut, sehingga akhirnya sant.Simon luruh hatinya. Kejadian yang aneh tiba-2 terjadi pada diri sant.Simon yang seolah-olah mendapatkan jawaban dari sorga tentang persoalan tersebut. Sant.Simon kemudian meminta syarat kepada sang Patriarch agar apa yang sudah terjadi saat itu, tidak boleh diketahui oleh siapapun selama masa hidupnya. Sang Patriarch menyetujui syarat yang diminta sant.Simon.

Patriarch lalu memberitahu sang Khalifah bahwa dia telah siap menjawab permintaan sang Khalifah dan mengundang Khalifah untuk pergi ke sisi timur dari gunung Muqattam. Patriarch membawa serta seluruh bawahannya serta seluruh jemaat (termasuk sant.Simon sang penjemur kulit) berjalan ke arah gunung tersebut, sementara sang Khalifah berangkat bersama beberapa pembantu terdekatnya termasuk Ibnu Killis, Moses rekannya orang Yahudi, serta Ibnu Mina dan seluruh prajuritnya bergerak ke arah sisi lain gunung menempati posisi yang saling berhadapan dengan rombongan sang Patriarch.
Setelah semua kelompok sudah berada pada posisi masing-masing, sang Patriarch memulai upacara keagamaan diawali dengan sakramen kudus, lalu berkumandanglah “KYRIE ELEISON… KYRIE ELEISON…!” ( TUHAN kasihanilah kami… TUHAN kasihanilah kami…!) berkali-kali yang diserukan dengan keyakinan iman yang penuh dan teguh! Begitu kuatnya keyakinan para pengikut Kristus sehingga sanggup menghadirkan suasana yang begitu kudus.
Setelah 400 kali ‘Kyrie Eleison’ dikumandangkan ( 100 kali menghadap timur, 100 kali mengadap barat, 100 kali menghadap utara dan 100 kali menghadap selatan ), suasana hening kembali untuk beberapa saat, lalu seluruh umat Kristus melakukan sujud sejenak kemudian bangkit berdiri dan sang Patriarch memberikan tanda salib ke arah gunung. Pada saat itulah keajaiban terjadi! Gunung tiba-tiba bergerak terangkat dari permukaan tanah sehingga sinar matahari bisa terlihat dari celah-celah antara dasar gunung yang terangkat tersebut dengan permukaan tanah! Kemudian mereka berdoa terus….. dan pegunungan timur Mochatam berpindah kesebelah barat dengan jarak 3 kilo meter dari Kota Cairo.
Sang Khalifah dan para pengikutnya menjadi terbelalak, takjub, dan sangat ketakutan menyaksikan keajaiban yang sedang berlangsung tersebut. Sang Khalifah langsung berteriak sekuat tenaga mengucapkan ‘Allah Maha Besar; Puji syukur atas namaNya’ dan langsung pergi menuju tempat Patriarch dan umat Kristus, meminta Patriarch untuk menghentikan apa yang sedang Patriarch dan umat Kristus lakukan, karena kuatir terhadap kota yang sedang dibangun akan hancur total akibat goncangan gempa yang ditimbulkannya.
Setelah semuanya kembali tenang, sang Khalifah kemudian mengaku ke Patriarch Abraam: “Anda sudah membuktikan kebenaran Iman Kristen Anda!”. Setelah itu, Khalifah dihinggapi dengan rasa takut dan memeluk hangat Patriarch Abraam dan ini adalah awal baru bagi persahabatan yang baik di antara mereka.
Setelah Kalifa ini melihat mujizat Tuhan maka Ia merasa bahwa pekerjaannya yang Ia geluti selama ini tidak ada artinya dihadapan Tuhan, akhirnya Ia menyerahkan dirinya untuk mengikuti Tuhan, kemudian hari berikutnya dia dibaptis menjadi orang kristen dan namanya berubah menjadi Stefanus. Untuk menghindari protes orang lain maka Stefanus pindah ke padang gurun. Cerita ini telah tercatat dalam sejarah bangsa Mesir dan bahkan menceritakan mengapa sampai Kalifa pindah ke padang gurun dan sampai mati melayani Tuhan.
Kalifa yang menjadi Stefanus dikuburkan di antara jalan Cairo dan Alexandria yang lokasinya disebut Aldi Allmakrun tetapi ada juga yang mengatakan bahwa tulang belulangnya dipindahkan ke Gereja Gantung / Al-Mu’allaqah (Hanging Curch) di Babylon (sekitar daerah kota Kairo lama) tetapi tidak ada dokumen yang menceritakan dengan jelas.

Sumber by Wikipedia

Address

MTC
Manado
91241

Opening Hours

Monday 09:00 - 19:00
Tuesday 09:00 - 19:00
Wednesday 09:00 - 19:00
Thursday 09:00 - 19:00
Friday 09:00 - 19:00
Saturday 09:00 - 15:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMART Traveling System posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share