13/11/2020
LOKONBANUA RAJA TERMASYUR DI SULAWESI UTARA
By David DS Lumoindong
Di masa pemerintahan LOKONBANUA kerajaan Manado tampil menjadi kekuatan besar yang menguasai jalur per dagangan international yang melewati laut Sulawesi. Para pedagang dari Tiongkok dan Europa yang melewati daerah ini harus melapor minta ijin berlayar dari raja.
Half inilah yang melatarbelakangi kedatangan armada Portugis Spanyol untuk berlabuh di pulau Manado tua, pusat pemerintahan kerajaan Manado. Kedatangan pelaut Europa ini membuat peta Manado berada di pulau tersebut, belum ada Manado di daratan sekitar sungai Wenang (Kota Manado masa kini).
Raja Manado dapat menguasai perairan ini tentu tidak dengan serta merta karena warisan kekuasaan dan kekuatan kerajaan. Sebab di masa yang sama antara tahun 1400-1500 ada kekuatan para pemimpin negara perserikatan di tanah Minahasa, juga ada kerajaan Mongondow dan Bolaang, juga ada kerajaan di pulau Siau sampai Talaud. Apakah kerajaan Manado tidak mendapatkan perlawanan?.
Tahun 1511 Cucu raja Manado ditempatkan sebagai raja Siau pertama dengan gelar sebutan Lokongbanua II. Ini salah satu bukti pengaruh kerajaan Manado dibawah pimpinan LokonBanua (Lokongbanua) memiliki pengaruh sangat besar di Siau.
Raja Lokonbanua jika melihat nama atau gelar ini, menunjukkan ia di hormati di negeri sekitar gunung Lokon dalam hal ini ia mendapatkan dukungan suku Tombulu yang menguasai daratan sekitar gunung Lokon. Sebab tanpa dukungan negara Tombulu maka ia akan mendapatkan lawan yang akan memperlemah kekuatannya, tapi jika mendapatkan dukungan maka ia akan menjadi kuat berdampingan dengan Tombulu.
Kerjasama ini pasti akan dijalin oleh seorang raja yang ingin memiliki pengaruh besar di SULAWESI UTARA. Untuk mendapat kekuasaan kerajaan ini sampai mencapai Buol, Toli-toli di Sulawesi Tengah sampai di perbatasan Kerajaan di Mindanau.
Kerajaan Gumansalangi di Sangihe juga menikahkan keturunannya dengan keturunan raja-raja Manado termasuk keturunan Raja Siau. Raja Siau pertama adalah putra dari keturunan kedua raja ini, ibunya adalah putri raja Manado, ayahnya putra raja di Sangihe.
Raja Manado juga mendapatkan dukungan dari suku walak Terbesar yaitu Tonsea itu sebabnya kerajaan ini menjadi kerajaan yang kuat dan ditakuti oleh para pelaut asing. Para pelaut Spanyol yang dipenjara oleh Portugis di Ternate tahun 1522 dapat melarikan diri justru di bantu oleh orang-orang dari kerajaan Manado, seehingga bisa bersembunyi di pedalaman Minahasa.