22/06/2026
**“Dihentikan BPJN! Jalan Enang-Enang Ditutup Demi Keselamatan, Perjuangan Swadaya Warga Terancam Sia-Sia”**
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh resmi menghentikan sementara penggunaan Jalan Enang-Enang yang menghubungkan jalur Bireuen–Takengon. Jalan yang selama ini diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat melalui donasi publik itu dinyatakan tidak aman untuk dilalui.
Warga pun diminta segera mengalihkan perjalanan melalui jalur alternatif Wer Lah demi menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, di hadapan warga yang selama ini berjibaku memperbaiki ruas jalan tersebut. Di lokasi yang sama, Syahrial, sosok yang menjadi motor penggerak perbaikan jalan swadaya, tampak menyimak penjelasan itu dengan penuh perhatian.
**“Jalan ini kita hentikan. Semua kendaraan harus beralih ke Jalan Wer Lah demi keselamatan kita bersama,”** tegas Zulkarnaini dalam video yang viral di media sosial, Senin (22/6/2026).
Namun, di tengah keputusan penghentian itu, Syahrial menyatakan pihaknya tetap ingin melanjutkan pengaspalan yang sedang berlangsung. Ia mengaku pekerjaan sudah hampir rampung, sementara dana hasil donasi masyarakat telah dibayarkan untuk biaya pengaspalan.
**“Kami tetap lanjut mengaspal karena tinggal sedikit lagi selesai. Uang donasi yang dikumpulkan masyarakat juga sudah kami bayarkan untuk pekerjaan ini,”** ujar Syahrial dengan nada penuh kesedihan.
Mendengar hal itu, Zulkarnaini mengingatkan bahwa upaya pengaspalan yang dilakukan warga berpotensi menjadi sia-sia. Kondisi jalan yang dinilai belum stabil membuat seluruh material yang telah dikerjakan bisa hanyut jika hujan deras turun.
**“Nanti percuma bapak mengaspal. Dari kondisi yang saya lihat, sekali hujan saja material ini bisa terbawa semua,”** katanya.
Ia bahkan meminta agar para donatur diberi penjelasan bahwa penghentian pekerjaan dilakukan atas pertimbangan keselamatan oleh BPJN.
**“Sampaikan kepada para donatur, pekerjaan ini sudah saya hentikan atas nama BPJN. Dana yang masih tersisa mungkin bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang lebih bermanfaat,”** pungkasnya.
Keputusan tersebut langsung memicu perhatian publik. Di satu sisi, ada perjuangan dan semangat gotong royong masyarakat yang telah mengumpulkan donasi demi memperbaiki akses vital Bireuen–Takengon. Namun di sisi lain, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama yang tidak bisa diabaikan.