Sakapitu

Sakapitu HOSPITALITY CONSULTANT

Founded in 2007, SAKAPITU is a Hospitality Consulting company in Bali marked by dynamism and constant innovation and specializes in providing services to the hospitality and tourism industry with solutions geared towards service excellence and growth of shareholders profitability. With over a 20 years of Hospitality Management Services experience the team at SAKAPITU offers hospitality related con

cepts, efficiencies and performances, whilst providing practical and simplistic strategies, solutions and services that focus on Revenue Generation and Profitability for our clients.

03/04/2017

K2 Eco Boutique

Ramadhan membasuh hati yang berjelagaSaatnya meraih rahmat dan ampunan-NyaSelamat Idul Fitri 1437HMinal Aidin Walfaidzin
05/07/2016

Ramadhan membasuh hati yang berjelaga
Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya
Selamat Idul Fitri 1437H
Minal Aidin Walfaidzin

02/07/2016

OMIO CLUB is a living, breathing environment that forges a delicate balance between nature and design.

HARI RAYA PAGERWESIMenyambut hari raya Pagerwesi, tentu tidak lengkap rasanya tanpa tahu  makna hari raya Pagerwesi itu ...
02/12/2015

HARI RAYA PAGERWESI

Menyambut hari raya Pagerwesi, tentu tidak lengkap rasanya tanpa tahu makna hari raya Pagerwesi itu sendiri. Bagi umat Hindu, setiap Buda Kliwon Sinta merayakan rerahinan Pagerwesi. Kita dapat membayangkan daerah-daerah yang mayoritas penduduknya umat Hindu pasti sudah tampak sibuk mempersiapkan sarana upakara untuk merayakan Pagerwesi. Umat, terutama ibu-ibu sudah tampak menghaturkan sesajen atau banten di merajan atau sanggah masing-masing di pagi hari.
Di Bali khususnya, di Pura-Pura yang sehari-harinya juga menjadi daerah kunjungan wisata, biasanya pemedek tampak berbaur dengan sejumlah wisatawan mancanegara yang memasuki areal pura (non-Utama Mandala) diantar oleh guide-nya. Mereka rupanya ingin menyaksikan dari dekat proses persembahyangan di pura tersebut. Nampaknya umat yang sudah terbiasa dengan situasi itu tidak begitu terpengaruh oleh kehadiran bule-bule tersebut.

Perayaan Pagerwesi masih satu rangkaian dengan perayaan Saraswati. Dalam perayaan Saraswati, kita memuja Shakti Brahman sebagai sumber dari segala sumber pengetahuan, dan sumber kebijaksanaan. Setinggi-tingginya ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang, itu tidak akan berarti apa-apa untuk kesempurnaan jiwanya, jika hal itu tidak menuntunnya untuk memuja Brahman yang merupakan pengetahuan murni dirinya.
Pada perayaan Pagerwesi ini, mari kita panjatkan permohonan-permohonan dan kukuhkan komitmen-komitmen yang luhur. Berkomitmen untuk melaksanakan dharma lebih baik lagi dari hari-hari sebelumnya.

HARI RAYA SARASWATIHari Raya Saraswati adalah hari turunnya Ilmu Pengetahuan. Umat Hindu Dharma di Bali merayakannya set...
28/11/2015

HARI RAYA SARASWATI
Hari Raya Saraswati adalah hari turunnya Ilmu Pengetahuan. Umat Hindu Dharma di Bali merayakannya setiap 210 hari sekali pada Sabtu (Saniscara), Umanis (Legi), Watugunung. Pada hari saraswati dilakukan pemujaan pada Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni.
Kata "Saraswati: ber-asal dari : ‘Sara’ berarti: "Dia yang memberi essensi/arti", ‘Swa’ berarti: 'diri sendiri',dan 'Thi, berarti: 'dia yang mengetahui'. "Sarasvati" juga berasal dari akar kata sr yang berarti "yang mengalir", di dalam Rig Weda beliau digambarkan sebagai sebuah sungai yang senantiasa mengalir, beliau memberi kesu-buran setiap kandungan wanita dan juga kesuciaan bagi semua pemu-janya. Oleh karena itu di India terdapat tiga sungai suci, yaitu: Gangga, Yamuna, dan Saraswati, yang selalu di puja dan dihormati.Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih, merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan suci akan memberikan keindahan dalam diri. Ia tampak berpakaian dengan dominasi warna putih, terkesan sopan, menunjukan bahwa pengetahuan suci akan membawa kesahajaan. Saraswati dapat digambarkan duduk atau berdiri diatas bunga teratai, dan angsa yang merupakan wahana atau kendaraan suci darinya, yang mana semua itu merupakan simbol dari kebenaran sejati. Selain itu, dalam penggambaran sering juga terlukis burung merak.

MAKNA DAN SIMBOL DARI DEWI SARASWATI.

Dewi Saraswati disimbolkan sebagai seorang dewi yang sangat cantik, duduk diatas teratai dengan berwahanakan se-ekor angsa (Hamsa) atau seekor merak, berlengan empat dengan membawa sitar/veena dan ganatri di kedua tangan kanan, tangan kiri membawa pustaka/kitab..
Makna dari simbol-simbol ini adalah:..
1. Berkulit putih, bermakna: sebagai dasar ilmu pengetahuan itu suci.
2. Kitab/pustaka ditangan kiri, bermakna: Semua bentuk ilmu dan sains yang bersifat se-kular. Tetapi walaupun vidya (ilmu pengetahuan spiritual) dapat mengarahkan kita untuk mencapai moksha.
3. Veena, bermakna : seni, musik, budaya dan suara AUM. Juga merupakan simbol keharmonisan pikiran, budhi, kehidupan dengan alam lingkungan.
4. Genitri, bermakna: Ilmu pengetahuan spiritual itu lebih berarti daripada berbagai sains yang bersifat secular (ditangan kiri). Akan tetapi bagaimanapun pentingnya kitab-kitab dan ajaran berbagai ilmu pengetahuan, namun tanpa penghayatan dan bakti yang tulus, maka semua ajaran ini akan mubazir atau sia-sia.
5. Wajah cantik, bermakna : ilmu pengetahwan itu bersifat lemah lembut dan menarik
6. Angsa melambangkan: ilmu pengetahwan itu bersifat bijaksana
7. Bunga Teratai Melambangkan : Ilmu Pengetahwan Itu Sanagat Suci Meskipun Berada Dan Tumbuh Dalam Lingkungan yang Kotor ( Lumpur )

PEMUJAAN TERHADAP DEWI SARASWATI

Pemujaan terhadap Dewi Saraswati adalah memuja dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memfokuskan pada aspek Dewi Sa-raswati (simbol vidya) atas karunia ilmu penge-tahuan
yang di karuniakan kepada kita semua, sehingga kita bisa terbebas dari kebodoh-an, agar dibimbing menuju ke kedamaian yang abadi dan pencerahanyang sempurna.

Pada hari Saraswati Ini, semua pustaka terutama Weda dan sastra-sastra agama dikumpulkan sebagai lambang stana pemujaan Dewi Saraswati. Di tempat pustaka yang telah ditata rapi dihaturkan upacara Saraswati. Upacara Saraswati yang pa-ling inti adalah banten (sesajen) Saraswati, daksina, beras wangi dan dilengkapi dengan air kumkuman (air yang diisi kembang dan wangi-wangian). Banten yang lebih besar lagi dapat p**a ditambah dengan banten sesayut Saraswati, dan banten tumpeng dan sodaan putih-kuning. Upacara ini dilangsungkan pagi hari dan tidak boleh lewat tengah hari.Widhi widhana (bebanten = sesajen) terdiri dari peras daksina, bebanten dan sesayut Saraswati, rayunan putih kuning serta canang-canang, pasepan, tepung tawar, bunga, sesangku (samba = gelas), air suci bersih dan bija (beras) kuning.
Pemujaan / permohonan Tirtha Saraswati dilakukan mempergunakan bahan-bahan: air, bija, menyan astanggi dan bunga.

Address

Jalan Gili Asahan No. 2 Kawasan Udayana
Mataram
803123

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sakapitu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share