17/07/2026
Didirikan pada tahun 762 M, Baghdad diberi nama Madinat As-Salam, yang berarti Kota Perdamaian.
Dalam waktu singkat, kota ini tumbuh menjadi salah satu kota terbesar dan paling maju di dunia. Para ilmuwan, dokter, matematikawan, filsuf, hingga pedagang dari berbagai negeri datang ke Baghdad untuk belajar dan bertukar ilmu.
Di sinilah berdiri Bayt al-Hikmah atau House of Wisdom, sebuah pusat ilmu pengetahuan yang menyimpan dan menerjemahkan karya-karya dari Yunani, Persia, hingga India. Dari tempat inilah lahir berbagai kemajuan dalam bidang matematika, astronomi, kedokteran, dan teknik yang kemudian memberi pengaruh besar bagi dunia.
Baghdad bukan hanya pusat pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah.
Ia adalah City of Knowledge, City of Trade, dan salah satu kota paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia.
Di kota inilah, ilmu berkembang pesat.
Aljabar... algoritma... astronomi... kedokteran... hingga filsafat mencapai masa keemasannya.
Baghdad menjadi rumah bagi para ilmuwan yang mengubah cara dunia memahami ilmu pengetahuan.
Meski mengalami berbagai perubahan sepanjang sejarah, kisah Baghdad mengingatkan kita bahwa sebuah kota tidak hanya dibangun oleh bangunan yang megah, tetapi juga oleh ilmu, budaya, dan semangat untuk belajar.
Sebuah pengingat bahwa kejayaan sebuah peradaban dibangun bukan hanya dengan kekuatan, tetapi juga dengan ilmu.”