11/04/2014
Proyek Pariwisata Koperasi Nelayan Bahari Pulau Banyak Kab. Aceh Singkil.
Singkil - Jum'at, 04/04/2014
Koperasi Nelayan Bahari merupakan salah satu Badan Usaha masyarakat di Kepulauan Banyak Kabupaten Aceh Singkil yang dibentuk pada 20 Juni 2010 di Pulau Balai yang merupakan pintu gerbang dari pulau – pulau lain disekitarnya. Koperasi ini dipimpin oleh Bapak Musdar sebagai ketua dan beranggotakan 33 orang. Koperasi ini didirikan juga atas dasar keinginan yang kuat para anggota koperasi yang merupakan penduduk asli pulau banyak yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan yang sebelumnya juga tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) didaerah tersebut. Koperasi ini didirikan dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat kepulauan pada umumnya dan khususnya para anggota koperasi itu sendiri. Saat ini, manfaat dari koperasi itu sudah mulai dapat dirasakan oleh para nelayan di daerah tersebut. Karena dengan adanya sistem simpan pinjam untuk para angota koperasi, maka sebagian dari anggota dapat mengolah pinjaman dari koperasi tersebut untuk dijadikan modal pembuatan sampan, jaring, Box Fiber (untuk menyimpan ikan yang akan dikirim), bahkan ada yang digunakan untuk membuat kerambah. Sehingga para nelayan tersebut bisa terus melaut dan menambah hasil tangkapannya. Hasil tangkapan ikan dari para nelayan dan anggota koperasi tersebut kebanyakan mereka jual dipasar - pasar tradisional didaerah medan dan sekitarnya. Keuntungan yang mereka dapat dari hasil penjualan sangat memuaskan yakni rata - rata berkisar antara 700 ribu hingga 1,5 juta perharinya.
Setelah melihat perkembangan tersebut, maka Bapak Musdar selaku ketua koperasi ingin mengembangkan koperasi yang dikelolanya disektor lain selain perikanan yakni dari sektor Pariwisata. Hal ini didasari oleh rasa tanggung jawab akan kesejahteraan para anggota Koperasi dan juga keinginan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat disekitar Pulau Balai.
Pulau Banyak bukan hanya kaya akan perikanan nya tapi juga ada daerah pulau - pulau yang masih alami dan sangat menakjubkan dan juga menjanjikan untuk dijadikan sebagai objek wisata. Diantaranya Pulau Palambak, Ujung Lolok dan lain sebagainya. Adapun objek wisata yang ditawarkan adalah hamparan pasir putih yang luas, lautan yang berwarna hijau dan biru yang kaya akan panorama bawah lautnya bagi para pecinta Snorkeling (Menyelam) juga sapuan ombaknya yang panjang dan tinggi yang merupakan surga bagi para peselancar (Surfer). Dan nantinya..objek wisata ini akan dikelola oleh koperasi dan anggotanya dengan melibatkan pihak - pihak lain dan juga masyarakat sekitar tanpa melupakan tujuan awal dari koperasi yaitu untuk mensejahterakan masyarakat sekitar pada umumnya dan khususnya para anggota koperasi itu sendiri.
Untuk itu Bapak Musdar merasa perlu melakukan kerja sama dengan pihak pemerintah setempat dalam hal ini adalah Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Aceh Singkil untuk kiranya dapat membantu proses pembuatan Rancangan Pengajuan Proposal Bantuan Alat Transportasi Air dan seterusnya Proposal ini akan ditujukan kepemerintah pusat terkait (Kemenkop). Bentuk proposal yang diajukan adalah bantuan Kapal Pariwisata sejenis kapal ferry yang nantinya kapal ini akan digunakan sebagai alat transportasi penyeberangan dari Singkil ke Pulau Balai. Dan kapal inilah yang nantinya diharapkan dapat mendongkrak sektor pariwisata dipulau tersebut dengan cara mengangkut para wisatawan yang ingin menyeberang kepulau objek wisata. Disamping itu, kapal ini juga diharapkan nantinya juga dapat menjadi alat transportasi umum (penyeberangan antar pulau) sehingga memudahkan masyarakat untuk melakukan kegiatannya sehari – hari.
Hal lain yang mendasari pembuatan kapal ini adalah, karena pada saat ini transportasi yang digunakan sebagai alat untuk menyeberang dari Singkil ke Pulau Balai kapasitas daya angkutnya masih terbatas. Artinya, speedboat yang digunakan selama ini sebagai alat transportasi untuk penyeberangan hanya mampu menampung penumpang maksimal 6 orang penumpang. Hal ini dirasakan belum cukup baik untuk kegiatan pariwisata mengingat waktu yang ditempuh untuk sekali penyeberangan berkisar 1 - 2 jam dalam kondisi cuaca baik.
Harapannya, dengan adanya kapal ini maka jumlah penumpang yang diangkut dapat lebih banyak dari sebelumnya meski waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang menggunakan kapal ini berbeda dengan menggunakan speedboat (lebih lambat 1 jam). Sehingga, nantinya para penumpang baik itu masyarakat maupun para wisatawan dapat memilih alternatif sendiri transportasi yang akan digunakan untuk menyeberang. Hal ini berkaitan dengan tarif/ongkos juga waktu tempuh. Jadi, para penyedia jasa speedboat juga tidak perlu khawatir dengan adanya kapal ini mata pencarian mereka akan terhenti. Karena, untuk mereka yang ingin menyeberang tapi tidak ingin memakan waktu yang lama dapat menggunakan penyedia jasa speedboat.
Saat ini, proyek pariwisata Koperasi Nelayan Bahari dalam hal ini pengajuan bantuan alat transportasi kapal penyeberangan ke Kemenkop sudah sampai tahap peninjauan langsung lokasi yang akan dijadikan lokasi pariwisata oleh Kabid.Pariwisata Kemenkop dan Humas Kemenkop. Beliau juga didampingi oleh Kabid.koperasi Kabupaten Aceh Singkil Bapak Amsardin. Selanjutnya mereka mengadakan pertemuan dengan para pengurus dan anggota koperasi Nelayan Bahari diPulau Balai guna membahas rencana alokasi dana pembuatan kapal penyeberangan dan juga hal – hal lain yang berkaitan dengan pariwisata dan koperasi. (pazzi82 - red)
Keterangan gbr :
Gbr. 1
Suasana saat melakukan pertemuan antara Pejabat Pemerintah Pusat, Pejabat daerah Kabupaten dengan Pengurus Koperasi terkait
Gbr. 2
Kiri - kanan : Ibu Ratna (Humas Kemenkop), Ibu sari (Kabid.Pariwisata Kemenkop), Bapak Musdar (Ketua Koperasi Nelayan Bahari), Bapak Amsardin dan Bapak Sukri (Pejabat Daerah Kabupaten)