01/01/2022
Sebuah cerita perjalanan sanggar sambil makan kue tahun baru..😁
2012 ada 7 orang sepakat berlatih ndikkar, saya, venos, azis, bpk ira(padegil), ponis, gideon, dan bapak aziz. Kami berlatih selama hampir setahun.
2013 kami sudah mulai mengenal pertunjukan ndikkar, Dan sudah mulai tau tentang gendang karo dan landek. Dan akhirnya sepakat membentuk sanggar. Sebelumnya sudah ada sanggar yg mengaku dibawah pemerintahan desa. Yaitu SANGGAR RUDANG MAYANG, setelah mencari tau, rupanya sanggar ini ada diluar desa lingga, tapi mengatasnamakan desa lingga karena ada potensi budaya. Namun sanggar ini tidak ada aktifitas.
Fasilitas sanggar ini sudah sangat banyak , alat musik, alat tukang, alat bordir, papan bunga, alat tari, pakaian tari, dan lain lain. Namun fasilitas ini terpecah pecah dan tidak tau siapa yang pegang dan siapa yang bertanggung jawab ( si bana bana)
2014, akhirnya kami sepakat membentuk sebuah sanggar, dan diberi nama SANGGAR NGGARA SIMBELIN , karena Hari sepakat itu terjadi di WARI NGGARA SIMBELIN.
2015 - 2016 Nggara Simbelin masih kuat dan bersatu, walau tidak ada fasilitas sanggar, tidak ada kas sanggar hanya latihan dan undangan pertunjukan.
2017 , saya , Egi sinulingga, dan 2 orang dosen Usu kerja sama untuk mencari dana, dan dapat dana 100jt dari kemendikbud. Semua uang harus jadi barang , tidak boleh beli minum atau makan, bahkan ongkos pun tidak boleh. Sehingga lengkaplah alat alat sanggar.
2018, sekretaris dan bendahara mengajak beberapa team membuat sanggar baru, karena saya dibilang makan uang bantuan. Tapi mereka tidak sadar, bahwa barang yg dibeli adalah barang mereka sendiri (kurang galang kapna sikrajangenna)
2019, pemerintah mengeluarkan dana bantuan sanggar, sehingga sanggar yg baru dibentuk bendahara dan sekretaris sangat senang, karena mereka mendapat bantuan. Namun Saat itu terbentuk sanggar-sanggar baru yg tidak tau namanya(barisan sakit hati). Nggara simbelin tidak dianggap samasekali.. Tapi tetap berdiri walau tertatih tatih.
2020 sanggar nggara simbelin kembali bangkit dengan pengurus baru yaitu Teddita Ginting dan Venos Sinulingga. Dan kembali mencari jaringan, sehingga mendapat apresiasi tertinggi dari Kemdikbud lewat karya FILM.
2021 nggara simbelin mendapat 4 program sekaligus , 3 dari Kemdikbud, 1 dari Kemensos. anggaran pertunjukan sekitar 55 juta (3program kemdikbud), dan anggaran peningkatan kapasitas sanggar 50jt (kemensos). Sanggar akan bergerak lewat Rumah Pintar dan Krya (kerajinan).
Sanggar yang dibentuk sebelumnya hilang tak berbekas karena hanya mengandalkan Uang, kebencian ,iri dan dengki. Yang jadi korban adalah anggota sanggar, terbentuk menjadi manusia apatis, dan pada akhirnya semua sanggar akan dianggap tidak becus. Banyak anggota dulu yang jadi kebingunan, karena sudah di doktrin pikiran salah yaitu Egois.
Sanggar itu adalah komunitas (milik bersama) , di atur dalam anggaran dasar yang kuat dan di urus oleh pengurus.
2022 ???. Prediksi..
(Akan muncul sanggar baru, dengan dasar sakit dan balas dendam)
Catatan :
Mari bersinergi membangun desa..
Atau mari bersaing sehat menuju sukses di masa depan.. Semoga anak anak lingga tidak terpecah pecah dalam kelompok Radikal.
Jgn Masuk sanggar A , sanggar B jadi musuh, bukan itu karakter Desa Budaya Lingga.
Jika sempat, sampai keseluruh masyarakat lingga, kepada orang tua kita dan teman teman,,, lingga tidak boleh dipecah pecah dan bahwa sanggar NGGARA SIMBELIN sudah 7 tahun tidak Goyah... 😍😍😍🤩🤩🥳🥳
Selamat Tahun Baru Masehi 2022.