De Karanganjar Koffieplantage

De Karanganjar Koffieplantage Wisata buka setiap hari (09.00-17.00)
Modangan Nglegok - Blitar - Jawa Timur

Wisata Edukasi
Wisata

Edukasi Kopi
Wisata sejarah budaya
Cafe
Outbond
ATV
Fun Cross
Gathering
Camping
Prewedding

Main ke kebun kopi, bisa ngapain aja?Eits, nggak cuma ngopi loh.Di De Karanganjar Koffieplantage, kamu bisa menghabiskan...
20/09/2026

Main ke kebun kopi, bisa ngapain aja?
Eits, nggak cuma ngopi loh.

Di De Karanganjar Koffieplantage, kamu bisa menghabiskan waktu dengan banyak cara, dari belajar sejarah sampai sekadar duduk santai menikmati suasana perkebunan.

1️⃣ Menjelajahi perkebunan kopi, menikmati suasana kebun di lereng Gunung Kelud dan lihat langsung lingkungan tempat kopi De Karanganjar tumbuh.

2️⃣ Belajar sejarah di Museum Roemah Lodji, melihat jejak sejarah perkebunan dan bangunan lama yang masih menjadi bagian dari kompleks De Karanganjar.

3️⃣ Melihat kamar B**g Karno, salah satu ruang bersejarah di Roemah Lodji yang menyimpan cerita tersendiri dari masa lalu De Karanganjar.

4️⃣ Mengunjungi Museum Noegroho dan melihat berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah keluarga dan perjalanan De Karanganjar.

5️⃣ Kenalan dengan rusa dan satwa lain yang ada di De Karanganjar.

6️⃣ Kalau ingin menikmati suasana alam lebih lama, tersedia camping ground untuk menghabiskan waktu di kawasan perkebunan.

7️⃣ Duduk santai di OG Café sambil menikmati kopi dan menu istimewa.

8️⃣ Ada juga sudut baca dengan rak buku yang bisa menjadi tempat untuk duduk tenang sambil membaca.

9️⃣ Selain minum kopi, kamu juga bisa mengenal lebih jauh tentang kopi, mulai dari jenis-jenisnya sampai karakter rasanya di dalam cangkir.

🔟 Dan pastinya, foto-foto estetik. Kompleks perkebunan, bangunan heritage, interior museum, café, sampai lanskap kebun bisa menjadi latar foto yang berbeda-beda.

Jadi, kalau main ke De Karanganjar, kamu mau melakukan yang mana dulu?

Ngopi, keliling kebun, belajar sejarah, camping, baca buku, atau hunting foto?

🤗

Kalian tim mana? Arabika, Robusta, atau Excelsa?Sama-sama kopi, tapi karakter di cangkirnya bisa beda banget.Arabika cen...
19/09/2026

Kalian tim mana? Arabika, Robusta, atau Excelsa?

Sama-sama kopi, tapi karakter di cangkirnya bisa beda banget.

Arabika cenderung punya keasaman yang lebih menonjol dengan aroma kompleks. Di De Karanganjar Koffieplantage, Arabika dari lereng Gunung Kelud ini dikenal dengan karakter asam-manis yang lembut.

Sebaliknya, Robusta memiliki body lebih tebal, rasa lebih kuat, dan pahitnya lebih tegas. Kopi Robusta juga merupakan komoditas utama yang ditanam di De Karanganjar.

Nah, kalau Excelsa mungkin lebih jarang didengar. Kopi ini memiliki karakter unik, dengan aroma buah nangka yang khas.

Hm ... tapi, hanya membaca definisinya mungkin kurang, ya. Bagaimana kalau ketiganya dicoba dalam satu pengalaman?

Di De Karanganjar, kalian bisa mengikuti Coffee Cupping, yaitu kegiatan mencicipi Arabika, Robusta, dan Excelsa dalam satu sesi, lalu belajar mengenali perbedaan aroma, body, dan aftertaste masing-masing.

Tenang, bakal ada pemandu berpengalaman yang membantu. 🤗

Jadi, setelah mencoba ketiganya, kamu tim Arabika, Robusta, atau Excelsa?

_

Bule ini datang ke Blitar untuk mencari makam kakeknya. Tapi, yang mereka temukan justru sebuah ladang. 😳Seorang turis B...
13/09/2026

Bule ini datang ke Blitar untuk mencari makam kakeknya. Tapi, yang mereka temukan justru sebuah ladang. 😳

Seorang turis Belanda datang ke De Karanganjar dengan tujuan yang sangat personal. Dia mencari makam kakeknya yang menurut cerita keluarga pernah dimakamkan di kawasan perkebunan sekitar Karanganjar.

Tim DeKa kemudian membantu mencari informasi dan menghubungi pihak yang diduga mengetahui makam tersebut. Setelah ditelusuri, lokasi yang diyakini sebagai bekas makam tersebut akhirnya ditemukan.

Sayang, makamnya sudah tidak ada.

Tempat itu kini menjadi ladang. Di sekitarnya masih ada jejak bangunan lama yang menunjukkan bahwa kawasan tersebut pernah memiliki fungsi yang berbeda.

Ini adalah sebuah perjalanan untuk menemukan makam yang sudah hilang, yang akhirnya menjadi momen untuk mempertemukan kembali keluarga yang terpisah jarak dan waktu.

Cerita selengkapnya bisa disaksikan di kanal YouTube De Karanganjar 👉
https://youtu.be/2NfkOm5u5po?si=BfF70cS_kBbLtVQr

Ngopi Espresso atau Americano mungkin sudah biasa. Tapi, pernah minum kopi yang difermentasi bersama buah lokal?Kalau ka...
12/09/2026

Ngopi Espresso atau Americano mungkin sudah biasa. Tapi, pernah minum kopi yang difermentasi bersama buah lokal?

Kalau kalian main ke OG Café di De Karanganjar, coba Babota Vulkana. Robusta yang difermentasi dengan jambu atau nangka, sehingga menghasilkan karakter yang disebut "wine" dalam dunia kopi.

Proses fermentasi itu menghasilkan profil rasa yang lebih berlapis, dengan jejak buah, keasaman yang terkontrol, dan rasa akhir yang tegas.

Nama Vulkana sendiri muncul dari tanah vulkanik tempat De Karanganjar berada di lereng Gunung Kelud pada ketinggian sekitar 475–650 mdpl, yang menjadi bagian dari karakter perkebunan ini.

Sementara Babota punya cerita yang jauh lebih personal.

Nama tersebut merupakan singkatan dari “Bapak Botak”, panggilan kesayangan Denny Roeshadi dari anak dan cucunya. Denny sendiri merupakan tokoh penting dalam perjalanan De Karanganjar setelah masa peralihan perkebunan kepada pengelolaan Indonesia.

Jadi, Babota Vulkana bukan sekadar kopi dengan metode fermentasi yang berbeda.
Di dalam satu cangkirnya ada pertemuan antara kopi Robusta, buah lokal, dan cerita perkebunan di lereng Gunung Kelud.

Kalau biasanya minum kopi dengan profil rasa yang klasik, Babota Vulkana mungkin bisa jadi pengalaman yang berbeda. ☕

_

Jangan-jangan, jalan yang kita lalui di Lodoyo sama dengan jalan yang pernah dilewati Hayam Wuruk? 😳Hayam Wuruk adalah r...
06/09/2026

Jangan-jangan, jalan yang kita lalui di Lodoyo sama dengan jalan yang pernah dilewati Hayam Wuruk? 😳

Hayam Wuruk adalah raja Majapahit yang berkuasa pada 1350–1389.

Dalam Kakawin Nāgarakṛtāgama, tercatat bahwa dalam kunjungannya ke Blitar, Hayam Wuruk sempat tinggal beberapa malam di Lodaya dan mampir ke pantai selatan sebelum melanjutkan perjalanan ke Simping.

Simping sendiri sudah pernah Min DeKa ceritakan di post sebelumnya. 💛

Menariknya, Lodoyo bukan cuma punya cerita dari masa Majapahit. Berbagai tradisi dan budaya masih hidup di sini sampai sekarang. Salah satunya adalah jamasan Gong Kyai Pradah, yang tahun ini kembali dilaksanakan di Lodoyo pada akhir Agustus kemarin.

Omong-omong soal jamasan, tradisi serupa juga ada di De Karanganjar. 🥰

Kami menyebutnya Jamasan Pusaka, tradisi untuk merawat pusaka-pusaka yang menjadi bagian dari warisan keluarga dan sejarah De Karanganjar.

Pusaka tersebut antara lain Gong Mbah Gimbal, keris Omyang Jimbe, keris Eyang Ndoro Tedjo, dan keris ageman Jenderal Sudirman.

Jamasan bukan sekadar mencuci pusaka. Ada p**a aspek perawatan benda, seperti membersihkan permukaan dari kotoran dan membantu menjaga logam dari kerusakan seperti karat. Namun, di balik perawatan tersebut, ada p**a nilai budaya dan penghormatan terhadap pusaka sebagai bagian dari sejarah yang diwariskan.

Di tempat kalian, apakah ada tradisi jamasan atau tradisi unik lainnya? Coba share di komentar! 🤗

Sobat DeKa sudah tahu belum? Ada dua raja dari era Singhasari dan Majapahit yang didharmakan di wilayah Blitar.Keduanya ...
05/09/2026

Sobat DeKa sudah tahu belum? Ada dua raja dari era Singhasari dan Majapahit yang didharmakan di wilayah Blitar.

Keduanya disebut dalam Nāgarakṛtāgama, kakawin karya Mpu Prapañca yang ditulis di era pemerintahan Hayam Wuruk.

Yang pertama adalah Raden Wijaya, pendiri sekaligus raja pertama Majapahit. Setelah wafat pada 1309, Nāgarakṛtāgama mencatat bahwa di Simping didirikan arca Śiwa untuknya.

Kakawin Nāgarakṛtāgama juga mencatat kunjungan Hayam Wuruk ke Simping untuk berdoa sekaligus memperbaiki candi yang miring. Tempat itu masih bisa kita jumpai sekarang, loh. Candi Simping berlokasi di Desa Sumberjati, Kademangan, Blitar.

Yang kedua adalah Wisnuwardhana, raja Singhasari. Nāgarakṛtāgama menyebut bahwa setelah wafat, ia didharmakan di Waleri dalam wujud Śiwa. Ia juga didharmakan di Jajaghu dalam wujud Buddha, yang kini diidentifikasi sebagai Candi Jago di Malang.

Lalu, di manakah Waleri?

Para peneliti menghubungkan nama kuno tersebut dengan kawasan Mleri dan Gunung Pegat di Srengat, Blitar. Di kawasan ini terdapat Situs Candi Pertapan, beserta tinggalan arkeologis lain yang menunjukkan aktivitas keagamaan sejak masa Jawa Kuno.

Menarik, bukan? Sebuah nama dalam kakawin berusia berabad-abad ternyata masih bisa membawa kita menelusuri sebuah tempat di Blitar hari ini.

Jika kalian berkunjung ke Jawa Timur dan ingin menelusuri jejak sejarah seperti ini, hubungi De Karanganjar kapan saja. Tim kami akan dengan senang hati menemani perjalanan kalian dan mengenalkan cerita di balik tempat-tempat tersebut. 🥰💛

*Foto: buku Kakawin Nagarakretagama, teks dan terjemahan

BATIK TUTUR BLITAR  #7-endFiuh~ akhirnya sampai juga pada sesi terakhir dari seri Batik Tutur Blitar. 😅So ... lima motif...
30/08/2026

BATIK TUTUR BLITAR #7-end

Fiuh~ akhirnya sampai juga pada sesi terakhir dari seri Batik Tutur Blitar. 😅

So ... lima motif terakhir ini membawa kita pada rangkaian pesan yang menarik. Ada pesan tentang kepemimpinan, hubungan dengan sesama, hingga keteguhan menghadapi kehidupan.

Kita mulai dari Batik Tutur Mirong Kampuh Jingga. 🫶

Salah satu pesan dari motif Mirong Kampuh Jingga berbicara tentang penguasa yang tidak adil dan bagaimana ketidakadilan dapat merusak tatanan. Sebaliknya, sosok PEMIMPIN IDEAL digambarkan melalui watak yang luhur, jujur, berbudi pekerti, arif dan bijaksana, serta senang menolong dan membantu mereka yang membutuhkan.

Next, ada Batik Tutur Simo Samaran. Motif ini mengingatkan bahwa seorang PEMIMPIN harus cakap, berhati-hati dalam ucapan dan tindakan, mampu mengayomi serta memuliakan rakyatnya, dan menjadi teladan yang baik. Pemimpin juga tidak seharusnya bersikap mentang-mentang karena kekuasaan, melainkan tetap rendah hati, ingat, dan waspada.

Pesan serupa berlanjut di Batik Tutur Tanjung Manila. Seorang penguasa hendaknya bertindak jujur dan luhur, tidak gemar melakukan perbuatan angkara, tidak meremehkan orang kecil, serta selalu berhati-hati. Sebab, mereka yang waspada akan menemukan keselamatan, sedangkan kecerobohan dapat membawa celaka.

✨ Setelah berbicara tentang pemimpin, Batik Tutur Winih Semi mengajak kita melihat perilaku dalam hubungan dengan sesama. 🤗

Berbuat baik berarti tidak gemar mendengarkan pembicaraan buruk, tidak s**a bertengkar, dan tidak membicarakan keburukan orang lain. Kita juga diingatkan agar tidak sok pintar dan tidak mudah terlena ketika mendapatkan pujian.

Dan ... sebagai penutup, ada Batik Tutur Pedhut Kelut. 🔥 Motif ini mengandung pesan bahwa setiap perbuatan baik dan cita-cita luhur pasti memiliki rintangan. Karena itu, kita perlu menghadapinya dengan tegar, tidak mudah dikuasai rasa khawatir, dan tetap percaya pada pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.

🔵 Kalau diperhatikan, kelima motif ini seperti membawa kita dalam satu perjalanan kecil, mulai dari bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap, bagaimana kita memperlakukan sesama, dan bagaimana kita menghadapi rintangan ketika berusaha melakukan hal yang baik.

Min DeKa rasa, itulah yang membuat Batik Tutur Blitar menarik.

Batik biasanya kita kenal melalui motif dan visualnya. Namun, pada Batik Tutur Blitar, setiap motif juga membawa sasmita (perlambang) dan tutur (nasihat) yang terkandung di dalamnya.

Oke, sampai di sini dulu seri Batik Tutur Blitar dari Min DeKa. 💛 Stay tuned untuk pembahasan berikutnya yang nggak kalah seru! 🥰🫶

_

PS:
Dari sekian motif Batik Tutur Blitar, kalian paling tertarik sama motif apa?

BATIK TUTUR BLITAR  #6Sobat DeKa, belum bosan sama postingan Batik Tutur Blitar, kan?? 😄Kali ini Min DeKa spill langsung...
29/08/2026

BATIK TUTUR BLITAR #6

Sobat DeKa, belum bosan sama postingan Batik Tutur Blitar, kan?? 😄

Kali ini Min DeKa spill langsung lima motif, deh.

Sebelumnya, kalian udah tahu kan apa yang bikin Batik Tutur Blitar itu beda dari batik pada umumnya?

👉 Batik biasanya membuat kita berhenti untuk melihat motifnya. Namun, pada Batik Tutur Blitar, ada hal lain yang juga menarik untuk diperhatikan, yaitu pesan yang disampaikan di balik setiap motifnya.

Setelah beberapa motif sebelumnya membawa kita pada tema kepemimpinan dan tanggung jawab, kali ini Min DeKa pengin mengajak kalian melihat lima motif yang pesannya lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

1️⃣ Batik Tutur Awu Nanas
Motif ini mengingatkan kita untuk memahami dan peka terhadap gejala alam di sekitar kita. Ada pesan untuk tidak bersikap sembarangan terhadap tanda-tanda yang kita temui dalam kehidupan.

2️⃣ Batik Tutur Gambir Sepuh
Nah, kalau yang ini berbicara tentang pentingnya rasa serta keteladanan. Orang tua, guru, dan para sesepuh memiliki peran untuk memberikan contoh dan membimbing generasi berikutnya. Jadi, hormati orang tua, dahulukan adab, dan utamakan keteladanan. 💛

3️⃣ Batik Tutur Jalu Watu
Yang ini pesannya cukup relate dengan kebiasaan kita menilai seseorang dari apa yang terlihat. Motif Jalu Watu mengingatkan bahwa penampilan bukanlah ukuran utama. Pengetahuan, budi pekerti, kerendahan hati, dan kemampuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain jauh lebih penting.

4️⃣ Batik Tutur Mupus Pupus
Motif ini lebih sederhana, tapi lumayan ngena juga. Pesannya jangan s**a pamer dan jangan merasa paling hebat. Kita perlu tahu batas dalam pergaulan, saling mengasihi, dan bersedia mendengarkan nasihat orang tua.

5️⃣ Batik Tutur Podang
Last but not least, Batik Tutur Podang mengangkat sisi yang lebih lembut, yaitu tentang kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Bukan sekadar kasih sayang yang diucapkan, tetapi juga yang diwujudkan melalui perhatian dan kelembutan.

✨ Lima motif, lima pesan yang berbeda.

Akan tetapi, kalau diperhatikan, semuanya berakar pada satu hal, yaitu tentang bagaimana kita memperlakukan kehidupan dan orang-orang di sekitar kita.

Peka terhadap lingkungan. Menghargai orang yang membimbing kita. Tidak terburu-buru menilai orang lain. Tidak menyombongkan diri. Dan menyayangi keluarga. Itulah inti pesan dari Batik Tutur ini. 🤗

Bagaimana menurut kalian?

_

BATIK TUTUR BLITAR  #5Batik Tutur Prumpun“Merak ngider, sima jejogedan.”✨ Merak berkeliling, harimau menari.Kalimat dala...
23/08/2026

BATIK TUTUR BLITAR #5
Batik Tutur Prumpun

“Merak ngider, sima jejogedan.”
✨ Merak berkeliling, harimau menari.

Kalimat dalam sasmita Batik Tutur Prumpun itu mungkin kedengaran biasa saja. Seperti hanya menceritakan tentang merak dan harimau. Namun, seperti motif Batik Tutur lainnya, motif ini pun memiliki nasihat tersembunyi, loh.

Tuturnya berbunyi, "Jika benar, katakanlah benar meskipun tertutup awan gelap. Hidup ini pada hakikatnya adalah membuat kehidupan menjadi terang. Watak ksatria pada akhirnya menjadi teladan."

✨ Kadang, melakukan atau mengatakan sesuatu yang benar memang nggak selalu mudah. Bisa jadi situasinya nggak mendukung. Kadang kita harus berhadapan dengan keadaan yang membikin kita terpaksa memilih diam.

Nah, Batik Tutur Prumpun mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang bagaimana kita menjalani hidup untuk diri sendiri. Ada bagian dari diri kita yang bisa menjadi terang bagi orang lain. Karena pada akhirnya, watak yang baik bisa menjadi teladan.

Menurut Min DeKa, ini juga yang membuat pesan dari Batik Tutur tetap menarik dibaca sekarang. Kita mungkin hidup di zaman yang sangat berbeda dari orang-orang yang merumuskan pitutur tersebut, tetapi pertanyaannya masih sama.

Ketika kita tahu sesuatu itu benar, apakah kita berani mempertahankannya? Ketika orang lain melihat cara kita hidup, apakah mereka menemukan sesuatu yang layak diteladani?

Kalau menurut kalian gimana?

Coba share pendapat kalian di kolom komentar, ya! 🤗

BATIK TUTUR BLITAR  #4Batik Tutur GobogAda satu nasihat dalam Batik Tutur yang menurut Min DeKa cukup pedas, sekaligus m...
22/08/2026

BATIK TUTUR BLITAR #4
Batik Tutur Gobog

Ada satu nasihat dalam Batik Tutur yang menurut Min DeKa cukup pedas, sekaligus menggelitik.

Sobat DeKa, kali ini Min DeKa mau mengenalkan Batik Tutur Gobog. Untuk penampakannya, kalian bisa lihat di foto terlampir, ya. Di sana juga ada sasmita dan tutur dalam bahasa Jawa. 💛

✨ Tutur dalam Batik Tutur Gobog berbunyi:
"Memiliki cita-cita besar itu baik, tetapi jangan sombong karena kesombongan dapat menghilangkan kewaspadaan. Kita harus mampu mengolah pikiran dan mengasah perasaan. Berbuat benar tidak ternilai harganya, maka jangan mencari pamrih dan jangan hanya mengejar keuntungan diri sendiri."

Menurut Min DeKa, bagian yang menarik justru kalimat pertamanya.

"Memiliki cita-cita besar itu baik."

Batik Tutur Gobog sedang mengatakan kepada kita bahwa ambisi itu bukan hal yang buruk. Punya cita-cita besar justru dianggap sebagai sesuatu yang baik. Yang perlu dijaga adalah apa yang terjadi setelah kita mulai berhasil mengejarnya.

Jangan sampai ambisi berubah menjadi kesombongan. Jangan sampai keberhasilan membuat kita kehilangan kewaspadaan. Dan jangan sampai semua yang kita lakukan akhirnya hanya berputar pada pertanyaan, "Apa untungnya buat saya?"

Nggak cuma itu, ada juga ajakan untuk mengolah pikiran sekaligus mengasah perasaan. Jadi, selain menjadi orang yang mampu berpikir, juga mampu mempertimbangkan perasaan dan keadaan di sekitarnya.

Pesan Batik Tutur Gobog juga mengatakan, "Berbuat benar tidak ternilai harganya."

☝️Min DeKa setuju banget. Karena kalau kebaikan selalu dilakukan dengan harapan mendapatkan imbalan, mungkin kita akhirnya hanya belajar menghitung keuntungan, bukan belajar melakukan hal yang benar.

Nggak nyangka, ya?

Nasihat tentang ambisi, kesombongan, kewaspadaan, dan pamrih ternyata bisa ditemukan dalam selembar Batik Tutur Blitar.

Itu yang bikin Min DeKa makin tertarik mengulik satu per satu motif Batik Tutur. Sebab, setiap pola membawa pesan yang bisa kita baca dan renungkan.

Kalau kalian penasaran dengan tutur pada motif Batik Tutur Blitar lainnya, kepoin terus akun DeKa. Masih banyak cerita yang belum kita buka. Stay tuned! 🥰🫶

_

Address

DUSUN KARANGANJAR TIMUR, DESA MODANGAN, NGLEGOK
Nglegok

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when De Karanganjar Koffieplantage posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to De Karanganjar Koffieplantage:

Shortcuts

Share

Category