AIESEC Andalas University

AIESEC Andalas University AIESEC is global youth organization aimed to give positive impact by developing leadership potential.

AIESEC is the largest student-run non-profit organization in the world. Provided many platforms for every youth around the world for developing their leadership skills, such as Leadership Program (team leader and team member) or exchange program (Global Internship and Global Community Development). With over 86,000 members in 113 countries and territories, present in over 2,400 universities across

the globe, provides more than 24,000 leadership experiences to its members and sends students and graduates on 20,000 international exchanges yearly. AIESEC is supported by over 8,000 of partner organizations around the globe who look to AIESEC to support the development of youth and to access talented individuals keen on personal growth. AIESEC Andalas University (Universitas Andalas or UNAND) is one of AIESEC Local Committee in Indonesia. And the only one local committee that is located outside Java.

17/12/2017

My Leadership Story

Hi AIESEC!
Perkenalkan nama aku Rizky Anggia Putri, aku biasa dipanggil Anggi. Aku sedang menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik prodi Hubungan Internasional angkatan 2015. Sekarang aku menjabat sebagai Vice President of Incoming Global Volunteer untuk periode 2017/2018.
Aku bergabung di AIESEC tahun 2015 saat masih menjadi mahasiswa baru. Saat itu aku hanya ingin mencari kesibukan untuk menghibur perasaan kecewa karena keinginan untuk kuliah di luar Sumatera tidak terkabul. Dan,waktu itu aku masih belum begitu mengenal AIESEC dan belum mengetahui bahwa organisasi ini akan sangat berdampak terhadap kehidupan aku kedepan sebagai seorang mahasiswa.

Aku memulai journey di AIESEC sebagai staff di fungsional Account departemen Global Internship Program dengan motivasi ingin meningkatkan skill berbahasa Inggris. Namun, yang aku dapatkan sangat lebih dari apa yang aku bayangkan. Dengan tugasku yang harus mencarikan tempat magang untuk mahasiswa asing, aku tidak hanya bisa melatih skill dalam bahasa, tapi juga melatih skill komunikasi, belajar bagaimana bekerja secara profesional, dan mendapatkan link dengan orang-orang yang memiliki jabatan dalam sebuah institusi.
Dalam periode yang sama, aku juga mengambil kesempatan untuk menjadi Organizing Comittee (OC) di salah satu proyek di AIESEC yaitu International Language English Academy (ILEA) dengan menjadi OC Coorporate Relation. Banyak sekali hal yang aku dapatkan terkait pengembangan diri, dan yang lebih penting, aku mendapatkan keluarga baru. Mereka lah orang-orang yang menjadi support system aku sampai sekarang, aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena mempertemukan aku dengan orang-orang yang begitu loyal dan bisa menjadi tempat aku pergi baik saat senang maupun sedih.

Di tahun kedua di AIESEC, aku mengambil kesempatan menjadi Manajer di fungsional Account Quality di departemen yang sama. Aku juga mendapat keluarga baru disini, dan lagi-lagi itu hal yang sangat aku syukuri. Disinilah aku benar-benar mendapatkan banyak tantangan, aku bahkan harus berurusan dengan Imigrasi Sumatera Barat terkait permasalahan mahasiswa asing. Namun dibalik itu semua, aku sadar, development yang diberikan AIESEC adalah nyata.

Di tahun selanjutnya, aku mengambil kesempatan menjadi Vice President of Incoming Global Entrepreneur yang sekarang berubah menjadi Incoming Global Volunteer. Menjadi seorang Vice President membuatku belajar banyak hal yang berbeda. Banyak sekali hal baru yang aku pelajari disini, tapi hal besar yang benar-benar aku dapatkan saat manjadi Vice President adalah bagaimana aku harus memisahkan masalah personal dengan profesional. Dan aku yang sekarang adalah hasil dari semua journey aku di AIESEC.

Selain semua pendevelopan yang aku dapatkan, aku sangat berterimakasih kepada Tuhan dan AIESEC untuk mempertemukan aku dengan orang-orang yang sekarang menjadi bagian penting dari hidup aku. Not a single regret i felt since the first time i come to this organization, it’s much more than just an organization, it’s a home.

And so the journey begins.These are 11 people who will lead AIESEC in Universitas Andalas one term ahead.We wish you a v...
11/12/2017

And so the journey begins.

These are 11 people who will lead AIESEC in Universitas Andalas one term ahead.

We wish you a very good luck and we hope you can make this entity bigger than before.

10/12/2017

My Leadership Story

Hi AIESEC!

Perkenalkan namaku Deyana Rahmanisa, aku biasa dipanggil Deyana. Aku tengah menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas prodi Akuntansi angkatan 2015. Saat ini di AIESEC Universitas Andalas aku diamanahkan sebagai Vice President of Finance & Governance untuk periode 2017/2018.

Aku menjadi anggota AIESEC semenjak tahun pertamaku di kampus, dan ini merupakan tahun ke-3 ku di AIESEC. Bagiku menjadi anggota dari organisasi kepemudaan terbesar di dunia merupakan hal yang sangat berarti dan menjadi "life-changing experience" terbaikku sejauh ini.

Memulai journey di AIESEC sebagai staff di fungsional Standard and Satisfaction Delivery departemen Outgoing Global Volunteer, membuatku belajar berinteraksi dengan orang-orang baru sekaligus mengasah kemampuan berkomunikasi dengan berbagai orang, belajar untuk bersikap profesional, serta mengasah kemampuan mengenali lawan bicaraku melalui proses interview. Oiya, kebetulan tugas yang aku jalankan sebagai staff di departemen ini adalah memberikan induction atau penjelasan sekilas program exchange dari AIESEC serta mewawancarai calon peserta yang biasa kita sebut sebagai Exchange Participant.

Dalam periode yang sama, aku juga memberanikan diriku untuk menjadi Organising Committee (OC) di salah satu proyek berskala nasional "Entrevolution". Aku saat itu menjadi OC Finance & Secretary. Ini merupakan pengalaman pertamaku di AIESEC yang berhubungan dengan program studiku di kampus. Dari pengalaman ini aku belajar bagaimana menyusun rencana keuangan atas suatu proyek dan mengontrol keuangan atas proyek yang dijalankan oleh 7 orang OC ini.

Di tahun ke-2 ku di AIESEC, aku memberanikan diriku untuk mencalonkan diri sebagai manajer di fungsional yang sama, yaitu Standard and Satisfaction Delivery di departemen Outgoing Global Volunteer. Dari pengalamanku sebagai manajer, aku belajar banyak tentang bagaimana memimpin sebuah tim. Saat itu aku memiliki 3 orang staff dan ini merupakan suatu kesempatan yang sangat luar biasa bagiku karena dengannya aku belajar tentang bagaimana menjalin komunikasi antar anggota tim serta menjalin hubungan interpersonal dengan masing-masing anggota timku.

Aku juga terpilih menjadi Star Member dari AIESEC Unand dan menjadi perwakilan untuk menghadiri "Star Conference" yang diadakan oleh AIESEC Indonesia di Kota Semarang. Disana aku bertemu dengan banyak orang baru dan tentunya pengalaman baru. Aku bersama beberapa perwakilan dari entitas lain dilatih tentang bagaimana menjadi seorang "President" atau yang umumnya disebut "Pemimpin". Kami juga diberikan "challenge" untuk membuat dan menjalankan sebuah proyek sosial dengan mengangkat tema dari salah satu Sustainable Development Goals yaitu SDG #4 ; "Quality Education". Pengalaman ini mengajarkanku tentang bagaimana organisasi ini benar-benar memberikan dampak positif kepada lingkungan sekitar melalui proyek-proyek sosial. Aku merasa benar-benar terlibat sebagai "social impact maker". Aku merasa bahwa AIESEC benar-benar platform yang menghubungkan anak muda dengan lingkungan sekitar.

Di tahun selanjutnya, aku memberanikan diri untuk mengajukan diri sebagai Vice President of Finance & Governance, posisi yang saat ini aku jalani. Aku mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran baru, benar-benar baru, dan sangat "challenging". Menjadi seorang Vice President benar-benar membuatku belajar untuk melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda dan bagaimana mengambil keputusan krusial dengan mempertimbangkan berbagai hal. Aku belajar bagaimana profesionalitas harus benar-benar dipisahkan dengan personalitas, tentang bagaimana satu visi yang sama dicapai melalui berbagai misi yang berbeda namun tetap berada di satu tujuan yang sama.

Hal unik yang aku rasakan selama di AIESEC adalah, ketika aku belajar di kelas, aku sering menemukan hal-hal dan teori-teori yang telah lebih dahulu aku praktekan selama di AIESEC tanpa kusadari sebelumnya.

AIESEC Experience selalu mengajarkanku untuk siap meghadapi tantangan-tantangan baru dengan mengoptimalkan kelebihan yang kita miliki agar bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Banyak hal-hal tak terduga yang aku jalani selama di AIESEC. Hal-hal tersebut membuatku benar-benar berada diluar zona nyamanku, dan aku sangat bersyukur atasnya.

Last but not least, I have some words to say to AIESEC ;

"If AIESEC were a person, I want to give him/her a hug and buy him/her a birthday gift and he/she will be my best friend whose I will never forget."

Walk for SDGs adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan...
23/10/2017

Walk for SDGs adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan oleh PBB untuk dunia yang lebih baik atau dikenal sebagai Suistainable Development Goals (SDGs).

Acara ini akan diselenggarakan di 12 Kota se-Indonesia yaitu Padang, Palembang, Lampung, Pontianak, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Solo, Surabaya, Malang, Makasar, dan Jember.

Tunggu apa lagi?
Daftarkan dirimu di :
bit.ly/walk4sdgspdg



24/09/2017

My Leadership Story

Hi! Aku Vini Permatasari, Mahasiswi Ilmu Hubungan Internasional 2013. Aku adalah salah satu mahasiswi yang juga memilih untuk menyibukkan diri dalam salah satu organisasi kampus selain menjalani kesibukan perkuliahan. Aku adalah tipe orang yang merencanakan dan menentukan langkah-langkah apa aja yang akan aku ambil untuk hidupku. Dan aktif di dalam organisasi selama berkuliah adalah salah satunya. But I didn’t know I would stay in organization this long. Aku sudah menghabiskan hampir 4 tahun di salah satu organisasi di UNAND, yaitu AIESEC.

AIESEC adalah organisasi yang di jalankan oleh anak muda, menjalankan banyak aktivitas yang bertujuan utama untuk menciptakan perdamaian di dunia, salah satunya adalah menjadi volunteer yang akan membantu sebuah lingkungan dalam hal spesifik. And you know guys, it’s so me. Aku s**a banget isu dunia makanya aku masuk ke jururusan Hubungan Internasional. Dan sejak SMA aku s**a banget volunteering after I found my ultimate role model in my life. Karena itu ketika di kenalin ke AIESEC, aku langsung pengen banget buat ikut organisasi ini. And I am glad that I made that decision.

Di awal masuk aku sebenernya sadar, I have a lot of weaknesess as a person. Aku anaknya pendiam, malu buat mulai percakapan, nggak berani buat nyampein pemikirannya, moody, dan banyak lagi. But, aku nggak nyerah, aku tetep beraniin daftar, ikutin semua alur seleksinya dan akhirnya aku keterima. Awalnya aku masih nggak terlalu percaya aku bakal diterima, because I believe that there were tons of better people out there than me. But yeah, karna aku juga lagi seneng banget karna keterima, jadi aku nggak terlalu mikirin hal tersebut. But after 2 years in AIESEC, I realize what kind of people that actually AIESEC looking for. Di organisasi ini, kita nggak mencari anak muda yang udah bagus dalam segala sisi, tapi kita mencari anak muda yang ingin belajar, ingin berkembang, dan memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Selama di AIESEC aku ambil beberapa posisi mulai dari jadi organizing committee (OC) buat project yang berfokus ke anak-anak yang merupakan pilihan terbaik yang aku buat selama aku di AIESEC. Selama jadi OC aku belajar banyak hal, menyadari banyak hal dari diri aku, dan yang paling penting inilah awal mulanya aku jatuh cinta ke salah satu organisasi anak muda terbesar di dunia ini. Setelah jadi OC, masih ada beberapa posisi lagi yang aku ambi, manager International Relation di Incoming Exchange untuk program volunteering, tahun selanjutnya aku juga jadi Vice Presidentnya dari department Incoming Exchange untuk program Volunteering, dan di tahun selanjutnya aku jadi Local Committee President di AIESEC UNAND.

4 years in AIESEC UNAND kind of roller coaster journey for me. Banyak moment sedih, mengecewakan, dan menyakitkan, tapi lebih banyak lagi moment menyenangkan, membanggakan bahkan mengharukan. Untuk seorang yang cukup menutup diri selama SMA, being in AIESEC bener-bener merubah kehidupan aku. Bahkan aku bisa bilang dari 22 tahun yang udah aku jalani semasa hidup, that 4 years is the most interesting part of my life until now.

Selama 4 tahun di AIESEC juga banyak membawa perubahan kediri aku.Kamu nggak akan lagi nemuin vini yang pemalu dan lebih s**a sendiri karna aku udah jadi talkactive banget sekarang, and I think I have been wiser now. Dan juga dikarenakan keharusan untuk berinteraksi dengan sangat banyak orang dengan tipe-tipe yang berbeda juga pelajaran tentang memahami orang lain kediri aku, treat others how you want to be treated. Dan salah satu hal yang aku seneng banget selama di AIESEC, aku banyak banget dapat temen baru yang berasal dari suku, agama, ras, Negara dan sifat yang berbeda.

Being dare to try new things is important. Kita nggak bisa selamanya hidup di bawah comfort zone kita. Beraniin diri buat coba liat dunia luar, karna kita nggak pernah tau apa yang bakal terjadi kediri kita sendiri. Kalo ternyata sukses di sana, jangan pernah berhenti buat belajar dan set goals yang baru kediri sendiri, kalo sayangnya gagal, jangan nyerah, bangkit dan coba lagi.

Minang Explore Project is now open!You will experience and learn about Minangkabau culture, arts, foods, and etc. You wi...
13/09/2017

Minang Explore Project is now open!

You will experience and learn about Minangkabau culture, arts, foods, and etc. You will also have a chance to share your culture to locals.

We provide:
- Host Family
- Incoming Preparation Seminar
- Airport pickup
- Departure support
- EP Buddy
- Fun Vacation
and more!

For more information:
https://experience.aiesec.org/ #/opportunities/864848

6 Weeks in Padang as a volunteer. My adventure in Padang began at 1st July. Just after being arrived from the airport, I...
09/09/2017

6 Weeks in Padang as a volunteer.

My adventure in Padang began at 1st July. Just after being arrived from the airport, I met many AIESECers in a cafe. My first impression about this organization was “They are like a family”. During these last 6 weeks, I became a member of this family, indeed, taking part into a volunteer project with AIESEC enabled me to meet the local people and to discover their way of life. Padang citizens are welcoming, friendly and warm. They have done everything to make me feel at home.

Talking about my project, I was a volunteer as an English teacher in different schools of Padang like orphanages but also high schools and kinder gardens. Thanks to this experience, I could help young people to share and talk about cultural things and to improve their English skills. I also learned about myself, how I am as a teacher and what are my reactions against cultural shocks. For me, the most important thing is that I had the opportunity to have an impact on youth’s lives.

Thanks to friends I met here, I really enjoyed Padang and its area. I discovered many lovely, interesting and beautiful places such has Pagaruyung, Solok, Pesisir Selatan and so on. My best memories of this project, is the week we spend with the volunteer and AIESECers together in a small village located in Pesisir Selatan. The landscape was unbelievable and the people, especially the kids was so funny and kind with us.

I am really glad to have chosen this project, in Padang, Sumatra, which is not a famous place but deserve it. Here, you can live a unique experience and live with a real Indonesian thanks to your family and your friends.

Wondering why you should choose Padang as your destination for Global Volunteer? Here are some reasons why
02/09/2017

Wondering why you should choose Padang as your destination for Global Volunteer? Here are some reasons why

Air Manis Beach is located at Teluk Kabung District, Padang, West Sumatera. It is located around 15 km from Padang CBD. ...
27/08/2017

Air Manis Beach is located at Teluk Kabung District, Padang, West Sumatera. It is located around 15 km from Padang CBD.
Beside having a beautiful scenery, the wave at the Air Manis Beach isn't too high. That is why it make this place as one of the favorite tourism object, either by the local tourists nor by the international tourist.

One of the amazing place that starting to be known by both local and international tourism in West Sumatera is Pasumpaha...
27/08/2017

One of the amazing place that starting to be known by both local and international tourism in West Sumatera is Pasumpahan Island. This island is known to have beautiful scenery and have a pure nature.

Pasumpahan Island is located in the nearest beach of Bungus Teluk Kabung District, Padang City, West Sumatera. In order to get to the Pasumpahan Island, we need to use a speed boat from Teluk Bungus that located near Padang City.

Pasumpahan Island has a beautiful white sand beach and a clear sea water - clear at the shore, green at the front, and blue as it get to the middle of the ocean. The different color of the sea water is caused by the depth differences of the water itself.

WIFU (We Are Here for You) project is one of Project Based on Exchange to achieve on UN's SDGs no.4 for Quality Educatio...
19/08/2017

WIFU (We Are Here for You) project is one of Project Based on Exchange to achieve on UN's SDGs no.4 for Quality Education. There are lots of nature and beautiful tourism spots in this province that attract people from different countries to come to this province, but locals still afraid to communicate with foreigner, especially young people. WIFU project is focusing on motivate and encourage children to learn English through conversation with the EPs and also encourage them to learn about cross cultural understanding through international environment that we bring to the classes.

For this project, Pesisir Selatan was chosen as our project location. The location is located in the north of Padang City, eastern Solok city and Jambi province, and also in south of Bengkulu province.

The EPs from different country was teaching in the orphanage, kindergarten, and also primary school. They are so interested because the kids in the school is so happy and interested to learn about English, and they came first before the EPs. It was such an amazing experience for the EPs and also the OCs.

Close Registration Global Volunteer Batch 1 Registration CloseApa yang akan kamu lakukan untuk liburan musim dingin? See...
18/08/2017

Close Registration Global Volunteer Batch 1 Registration Close

Apa yang akan kamu lakukan untuk liburan musim dingin? See you on Batch 2!

Address

Gedung PKM Universitas Andalas Lantai 2 Sayap Kiri, Limau Manis
Padang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AIESEC Andalas University posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to AIESEC Andalas University:

Share