AA Tour Borneo

AA Tour Borneo Hi All, this my "official office"... Thanks for coming, i will info about my service and eperiance. Hai, semua, ini kantor dumay/dunia maya saya..

Can humanity be redeemed without Christmas, if God’s love had never come down as a human to bear the sins and wounds of ...
24/12/2025

Can humanity be redeemed without Christmas, if God’s love had never come down as a human to bear the sins and wounds of the world?

Merry Christmas (only for a heart that understands it has been saved)

Aa tour borneo - Jojo family

24/12/2025

PETUALANGAN BORNEO – DAY 1–5 🎵
Shakeel the Explorer | Orangutan & Jungle Experience

Ikuti perjalanan epik Shakeel sang Explorer dalam petualangan hari ke-1 hingga ke-5 di jantung Kalimantan! 🌴🐒

Perjalanan dimulai di Hotel Arsela, Pangkalan Bun, bertemu tim luar biasa:
Agust sang guide, Dayat sang driver, Lana sang local guide, Irys sang kapten, Dapat sang co captain dan acil Mada, chef andalan di atas kapal.

Dari bandara menuju Dermaga Kumai, kami naik Kapal Tania menyusuri sungai menuju Tanjung Harapan..

Makan siang dinikmati di atas kapal, lalu menjelajahi pusat informasi yang penuh cerita konservasi.

⏰ Pukul 16.00 — momen yang ditunggu-tunggu!

Pertunjukan feeding orangutan dimulai.

✨ Wow! Sang alfa datang pertama, yang lain… sabar antri dulu ya 😄
Hari ditutup dengan makan malam hangat, lalu check-in di Rimba Lodge.

Suasana hutan, suara alam, dan rasa tak sabar menanti petualangan esok hari membuat pengalaman ini tak terlupakan.

🎶 Lagu ini adalah rangkuman cerita, emosi, dan keajaiban alam Borneo.

Selamat menikmati musi
k, cerita, dan perjalanan jiwa 🌏❤️
📍 Lokasi: Tanjung Puting National Park, Kalimantan Tengah

🎥 Cocok untuk pecinta alam, traveling, dan wildlife
🔔 Jangan lupa like, comment, dan subscribe!


KapalKlotok ExploreIndonesia
TravelSong JungleExperience

Takut Meminta yang Terbaik pada Semesta (Tuhan)?Pernah nggak,kita bilang ke diri sendiri:> “Nggak usah berharap terlalu ...
17/12/2025

Takut Meminta yang Terbaik pada Semesta (Tuhan)?

Pernah nggak,
kita bilang ke diri sendiri:

> “Nggak usah berharap terlalu tinggi…
nanti kecewa.”

Akhirnya kita tidak benar-benar meminta,
hanya berharap setengah hati.

Ada seorang perempuan.
Ia pusing karena setiap kali kencan,
yang datang selalu pria yang sudah punya istri.
Ia bertanya,
“Kenapa hidupku selalu begini?”

Ternyata masalahnya bukan di luar,
tetapi di dalam pikirannya.

Ia takut meminta yang terbaik.
Takut berharap.
Takut percaya bahwa ia layak dicintai dengan utuh.

Ia lebih sering berkata:
“Aku nggak mau pria beristri.”
Padahal semesta (Tuhan) tidak membaca “tidak”.
Yang tertarik justru emosi takut dan kecewanya.

Saat mindset-nya berubah, ia mulai berdoa dan berkata:

> “Aku layak bertemu pria lajang, jujur, setia,
yang mencintaiku dengan sehat.”

Ia berhenti mengeluh.
Ia berani menolak yang tidak sejalan.
Ia menyelaraskan hati, pikiran, dan tindakannya.

Dan ya…
ia benar-benar bertemu dengan pria idamannya.

Bukan karena Tuhan berubah.
Tetapi karena ia berhenti meragukan kebaikan Tuhan.

Kadang bukan Tuhan yang menahan berkat,
tapi kita yang takut meminta yang terbaik.

Hari ini, beranilah berkata:

> “Tuhan, aku percaya…
aku layak menerima yang baik.”

Matius 7:7 (IMB) "Mintalah dan itu akan diberikan kepadamu, carilah dan kamu akan mendapatkan, ketuklah dan pintu itu akan dibukakan bagimu.

✨🙏

Note: foto ini buatan Gemini AI ya dalam edisi " Meminta ke semesta" dikirim ke sana... Amin3x Qobul 🤗😇

15/12/2025

Sharukh Khan (versi KW? ) to Lok Baintan?

Hari ke-8: Hassan & Shakeel

Setelah “olahraga” pagi ala turis sok rajin,
kami berangkat menyusuri Sungai Martapura.
Kapten Imis jadi nahkoda,
mengemudikan perahu membelah waktu.

Di kiri-kanan, suasana perdagangan yang sudah hidup ratusan tahun lalu,
perahu-perahu saling berpapasan,
tradisi yang masih bernapas hingga hari ini.
Sungguh menakjubkan.

Sejenak terasa seperti adegan film,
angin sungai, senyum pedagang,
dan kami…
Sharukh Khan versi KW yang terpukau oleh Lok Baintan.

Karena setiap pertemuan pasti ada perpisahan,
tapi pengalaman asik seperti ini
akan selalu tinggal di ingatan. 🌊❤️





13/12/2025

Day 7 Hassan Shakeel - 7d6n Borneo Overland - Loksado - Banjarmasin -2024

Lagunya adik nda?







13/12/2025

Hari ke-6 | Hassan & Shakeel

Pagi di Loksado dibuka dengan suara sungai yang sudah menderu,
alam seakan membangunkan kami lebih dulu.

Usai sarapan, petualangan dimulai.
Naik ojek menuju Air Terjun Haratai—
jalannya menantang, adrenalin ikut terpacu.

Air terjun “panas” Haratai menggoda,
hangatnya unik, sulit untuk tidak mencoba.

Lalu kami berubah jadi penjelajah,
menyusuri sungai dengan bamboo rafting,
mengalir bersama alam.

Ditutup dengan secangkir kopi,
menatap megahnya Pegunungan Meratus.
Hari ke-6, petualangan yang benar-benar mengesankan 🌿✨







12/12/2025

Hari kelima dimulai dengan keputusan spontan: skip sarapan hotel!
Sebagai gantinya, Hassan dan Shakeel memilih lontong sayur dan nasi kuning di warung lokal. Dan benar saja—nikmatnya luar biasa. Kadang pilihan sederhana justru paling mengesankan.

Perjalanan berlanjut ke Masjid Kubah Kecubung, ikon megah di Kalimantan Tengah. “Wow…” cuma itu yang terucap. Arsitekturnya benar-benar membuat kami terpukau.

Lalu menuju Pulau Bakut, rumahnya bekantan si monyet berhidung panjang. Melihat mereka langsung di habitatnya—unik, lucu, dan khas Borneo banget.

Hari ditutup dengan makan malam di Wong Solo. Pecel lele hangat yang sedap jadi penutup manis perjalanan hari ini.

Dan akhirnya… Selamat datang di Loksado.
Udara sejuk, suasana tenang—kami tak sabar menunggu pengalaman besar esok hari.

Stay tuned untuk Day 6! 🌤️✨







11/12/2025

🌿 Day 4 – Hassan & Shakeel di Borneo 🌿

Hari ke-4 dimulai dengan momen haru. Hassan dan Shakeel pamit pada Bapak Ibu Keruing yang begitu baik hati—rumah hangat yang rasanya sulit ditinggalkan.

Siang harinya, kenangan rendang dan nasi Padang masih menempel di lidah… enak sekali sampai tak terlupakan. Katanya kalau mau awet muda, cobalah cuci muka di Bukit Batu—tentu dicoba d**g! Angin bukit, percikan air, rasanya segar seperti reset kecil dalam perjalanan.

Lalu ada cerita seru: Hassan berhasil menaklukkan Batu Tingkes, si “batu jebakan” yang menurut warga, siapa yang menang di sana, apa pun keinginannya bisa terkabul. Siapa tahu benar? Semoga yang baik-baik ya, Hasan!

Petualangan lanjut lagi: makan jambu kristal langsung dari pohonnya—manis dan renyah! Kemudian minum air kelapa segar, aduh… rasa haus hilang seketika.

Makan malamnya? Ikonik. Di Memory Daun Pisang dengan nasi gurih yang mantap. Simpel tapi bikin bahagia.

Malam ditutup dengan melihat biaya kumkum, lalu mencicipi kue-kue tradisional di Pelabuhan Rambang—suasananya ramah dan hangat. Setelah itu ke Pasar Blauran, dan tentu tidak lupa menikmati indahnya Bundaran Telabang yang menjadi simbol kota.

Hari yang padat, hangat, dan penuh warna.
Hari yang indah. 🌅✨







10/12/2025

Day 3 — Kisah Shakeel & Hasan di Borneo

05/12/2025

Negotiation for price? Why not :D

The guest told me that he had already asked around at several travel companies… but none of the prices felt right. He said he had contacted seven tour providers.

I didn’t beat around the bush—I went straight to the budget talk. He mentioned a number, I checked it for a moment, and I thought, “Yes, this can work.”
Deal.
We left the next day.

That’s how the tour world is—not always about big profit, but about going, serving, and keeping things moving.

The funny thing is… this guest came in 2018, and until today—seven years later—we still keep in touch on WhatsApp.
What does that mean?
It wasn’t just a tour. It became a friendship, a companion in the journey of life.

At that time, I heard there was a Tiwah ceremony in Tuwung. I invited him, and surprisingly—he agreed!
So we went.
Turns out there was a billiard table there, and my guest was pretty good! Even playing against the locals of Tuwung!

Then we continued to Kereng Pakahi—there was a ping-pong table, and he joined in too.
In Keruing, there was silat lawang sakepeng—he watched with excitement. (And of course, he tried some martial art poses himself!)
Then… when durian season arrived in Kasongan—oh yes, he didn’t miss that! 😄

When the tour ended?
There was an event at Rambang Harbor.
He joined.
Jamu?
He tasted it too. (But not the seller, please, Om!)

All of that happened seven years ago, and only now I finally made the video—with an Iwan Fals-style soundtrack to give it that nostalgic feeling.

Sometimes it’s not about beating seven competitors…
But about helping one person—and watching that connection last for years.

Want to tour with Aa?
I mean… with AaTourBorneo.com 😄
Direct whatsapp.me/+6285245228919

🙏✨






23/10/2025

Dari sungai,kami melangkah ke tambang! Mike dan Susi diajak melihat langsung sumber kemilau Kalimantan Selatan: Tambang Intan! Di Cempaka, mereka menyaksikan proses pencarian intan yang penuh kesabaran dan harapan. Siapa sangka, batu berharga itu berasal dari tanah di depan mata mereka! 💎⛏️

Address

Palangkaraya
73111

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AA Tour Borneo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to AA Tour Borneo:

Shortcuts

Share

Category