Pelangi Benua

Directions Website Contact the business

Pelangi Benua Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pelangi Benua, Tour Agency, Pekalongan.

14/09/2026

Dalam trip Memelawa Desa, selain ke Desa Les, kami juga mampir ke Batukaru. Perjalanan termasuk melihat keseharian penduduk di sana: pembuatan garam, pembuatan arak secara tradisional, persiapan upacara adat di mana saling bergotong royong dan sudah ada pembagian tugasnya masing-masing, mampir ke kebun kakao, dan icip arak berbahan dasar ubi Cilembu.

Jembrana sering kali berada di luar gambaran Bali yang paling familiar.Padahal, di wilayah barat Bali ini, ada banyak ce...
10/09/2026

Jembrana sering kali berada di luar gambaran Bali yang paling familiar.

Padahal, di wilayah barat Bali ini, ada banyak cerita budaya yang menarik untuk ditelusuri—dari Jegog dan Makepung, sejarah komunitas Loloan, sampai jejak budaya yang terbentuk dari pertemuan masyarakat Hindu, Muslim, Bugis, dan Melayu.

Bukan sekadar tentang apa yang masih dilestarikan, tapi juga tentang bagaimana kebudayaan tumbuh dari kehidupan sehari-hari, perpindahan manusia, perdagangan, hingga hubungan dengan tanah dan laut.

Mungkin, untuk memahami Jembrana, memang perlu melihat Bali dari sisi yang sedikit berbeda.

Tunggu perjalanan kami ke Jembrana, dan temukan cerita-cerita yang mungkin belum pernah terlihat sebelumnya.

02/09/2026

Di Balai Adat, kami melihat bagaimana sebuah nagari tidak hanya dibangun oleh tempat, tetapi juga oleh aturan, nilai, dan cara hidup yang diwariskan.

Di sini, kami belajar sedikit lebih dekat tentang bagaimana masyarakat Minangkabau menjaga hubungan antara adat, kehidupan bersama, dan generasi yang meneruskannya.

Sebuah kunjungan yang membuat kami melihat bahwa memahami sebuah tempat juga berarti memahami bagaimana masyarakatnya hidup.

Ada bagian dari Bali yang jarang masuk dalam cerita tentang Bali.Di ujung barat pulau ini, Jembrana tumbuh dengan sejara...
01/09/2026

Ada bagian dari Bali yang jarang masuk dalam cerita tentang Bali.

Di ujung barat pulau ini, Jembrana tumbuh dengan sejarah dan pertemuan berbagai kebudayaan yang membuat karakter wilayahnya terasa berbeda. Jejaknya bisa ditemukan dari tradisi, kesenian, sampai makanan yang mungkin belum pernah kita temui sebelumnya.

Lontong Serapah, Lawar Klungah, Pedetan Kocing, Lawar Biu Batu. Nama-nama yang mungkin terdengar asing, tapi masing-masing membawa cerita tentang tanah dan masyarakat yang membentuknya.

Buat kami, mengenal sebuah tempat bukan hanya soal datang dan melihat. Kadang, kita perlu duduk, mencicipi, mendengar, lalu membiarkan ia bercerita...

Kali ini, kita akan membawa kalian lebih dekat ke Jembrana.

Stay tuned.

Documentation courtesy Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab. Jembrana

30/08/2026

Ada banyak cara untuk mengenal sebuah tempat. Salah satunya adalah dengan bertemu mereka yang memilih untuk terus berkarya di dalamnya.

Di Kage, kami melihat bagaimana kreativitas bertemu dengan identitas lokal—mengolah apa yang ada di sekitar menjadi karya yang relevan dengan hari ini, tanpa kehilangan akar budayanya.

Sebuah pengingat bahwa tradisi tidak selalu harus tinggal di masa lalu. Ia bisa terus tumbuh, berubah, dan menemukan bentuk baru.

Saat saudara-saudara kita di NTT, NTB, dan Kalimantan sedang menghadapi masa yang tidak mudah, hati kami bersama mereka....
25/08/2026

Saat saudara-saudara kita di NTT, NTB, dan Kalimantan sedang menghadapi masa yang tidak mudah, hati kami bersama mereka.

Tempat-tempat ini bukan sekadar destinasi bagi Pelangi Benua. Di sana ada orang-orang yang pernah kami temui, cerita yang pernah kami dengar, dan begitu banyak kehidupan yang kami kenal lewat perjalanan.

Semoga di tengah semua yang sedang terjadi, ada cukup banyak tangan yang terulur, hati yang peduli, dan kekuatan untuk melewati masa ini bersama-sama.

Doa kami untuk setiap kehidupan yang terdampak.

18/08/2026

Koto Gadang gave us a little bit of everything.

Cerita tentang Koto Gadang yang banyak melahirkan tokoh intelektual Indonesia, makanan khas yang lezat, rumah-rumah yang penuh cerita, dan orang-orang yang menerima kami seperti keluarga sendiri.

Kami berkunjung, makan bersama, dan ikut mencoba menyulam šŸ˜„
Ternyata teknik sulam Koto Gadang nggak semudah yang terlihat. Butuh ketelitian dan kesabaran. Tidak heran jika keterampilan ini masih terus dipertahankan hingga sekarang.

Begitu juga dengan kerajinan perak yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Koto Gadang.

Tapi yang paling kami bawa pulang bukan cuma tentang apa yang kami lihat.

Ada obrolan di meja makan.
Ada tawa.
Ada tangan yang mengajarkan.
Ada pintu rumah yang dibukakan untuk kami.

Mungkin justru ini yang membuat Koto Gadang terasa istimewa:
sejarahnya besar, tapi pengalaman kami di sana terasa begitu dekat dan personal.

Satu nagari, banyak cerita.
Dan kami pulang dengan hati yang penuh.

Bali sering kali dipandang sebagai satu destinasi. Padahal, setiap wilayah di pulau ini memiliki lanskap, sejarah, tradi...
07/08/2026

Bali sering kali dipandang sebagai satu destinasi. Padahal, setiap wilayah di pulau ini memiliki lanskap, sejarah, tradisi, dan cara hidup yang berbeda.

Dari pusat pariwisata di selatan, kawasan pegunungan di tengah, pesisir utara yang pernah menjadi jalur perdagangan, hingga Bali Barat yang masih menyimpan banyak tradisi yang tumbuh bersama kehidupan masyarakatnya, setiap daerah menawarkan sudut pandang yang berbeda tentang Bali.

Memahami Bali bukan hanya tentang mengunjungi tempat-tempat populer, tetapi juga mengenal konteks yang membentuknya.

Melalui seri ini, kita akan mengenal Bali satu wilayah dalam satu waktu. Karena setiap daerah memiliki cerita, karakter, dan cara hidupnya sendiri.

03/08/2026

Hari kedua perjalanan Dari Dapur Ke Nagari, kami mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Studio Sakombu di Payakumbuh. Sakombu bukan showroom yang dibuka setiap hari, melainkan studio kreatif, tempat ide, desain dan kolaborasi dengan para pengrajin berkembang.
febriana.80 , founder dari Sakombu telah secara khusus menyiapkan dengan sepenuh hati untuk kami, sebuah perjalanan menghidupkan kembali warisan budaya yang terinspirasi dari Minangkabau Filosofi, ā€œMembangkik Batang Tarandamā€, membangkitkan kembali batang yang sudah lama terendam air. Filosofi yang menjadi arah perjalanan dari Sakombu, untuk senantiasa menghidupkan kembali sesuatu yang terlupakan, terabaikan dan kehilangan nilainya agar kembali memberi manfaat yang lebih luas.

Dalam kunjungan ini kami lebih mengenal kisah Sakombu, kami bertemu dengan para artisan perempuan serta melihat bagaimana material alami dan tradisi terus menemukan bentuk-bentuk baru melalui kreativitas. Bagi Sakombu, warisan budaya tidak harus berhenti sebagai artefak masa lalu, dengan tetap menghormati tehnik anyaman tradisional yang diwariskan turun temurun, Sakombu menghadirkan pendekatan kreatifitas agar bisa diterima generasi masa kini tanpa kehilangan identitas budayanya.

Kita diajak tidak hanya menyaksikan namun ikut mencoba proses menganyam untuk memahami warisan budaya terus hidup melalui kreativitas dan eksplorasi design yang menjadi fokus dari Sakombu.

Lebih dari sekedar produk, Sakombu juga menjadi ruang pemberdayaan artisan perempuan di Minangkabau, mereka memperoleh kesempatan berkarya dan meningkatkan ekonomi.

Perjalanan ditutup dengan makan siang menu khas Payakumbuh, kami santap bersama dengan hati yang hangat.

Terima kasih, Sakombu, atas sambutan hangat dan cerita yang akan kami bawa pulang.

Address

Pekalongan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pelangi Benua posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pelangi Benua:

Shortcuts

Share

Category