03/08/2026
Hari kedua perjalanan Dari Dapur Ke Nagari, kami mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Studio Sakombu di Payakumbuh. Sakombu bukan showroom yang dibuka setiap hari, melainkan studio kreatif, tempat ide, desain dan kolaborasi dengan para pengrajin berkembang.
febriana.80 , founder dari Sakombu telah secara khusus menyiapkan dengan sepenuh hati untuk kami, sebuah perjalanan menghidupkan kembali warisan budaya yang terinspirasi dari Minangkabau Filosofi, āMembangkik Batang Tarandamā, membangkitkan kembali batang yang sudah lama terendam air. Filosofi yang menjadi arah perjalanan dari Sakombu, untuk senantiasa menghidupkan kembali sesuatu yang terlupakan, terabaikan dan kehilangan nilainya agar kembali memberi manfaat yang lebih luas.
Dalam kunjungan ini kami lebih mengenal kisah Sakombu, kami bertemu dengan para artisan perempuan serta melihat bagaimana material alami dan tradisi terus menemukan bentuk-bentuk baru melalui kreativitas. Bagi Sakombu, warisan budaya tidak harus berhenti sebagai artefak masa lalu, dengan tetap menghormati tehnik anyaman tradisional yang diwariskan turun temurun, Sakombu menghadirkan pendekatan kreatifitas agar bisa diterima generasi masa kini tanpa kehilangan identitas budayanya.
Kita diajak tidak hanya menyaksikan namun ikut mencoba proses menganyam untuk memahami warisan budaya terus hidup melalui kreativitas dan eksplorasi design yang menjadi fokus dari Sakombu.
Lebih dari sekedar produk, Sakombu juga menjadi ruang pemberdayaan artisan perempuan di Minangkabau, mereka memperoleh kesempatan berkarya dan meningkatkan ekonomi.
Perjalanan ditutup dengan makan siang menu khas Payakumbuh, kami santap bersama dengan hati yang hangat.
Terima kasih, Sakombu, atas sambutan hangat dan cerita yang akan kami bawa pulang.