ahmaduchrhowi

ahmaduchrhowi Samira Travel Umroh dan Haji Plus

03/05/2026



سئل أحد الحكماء :
كيف نعرف معادن الناس؟
فأجاب :
يعرف الزوج عند مرض زوجته..
وتعرف الزوجة عند فقر زوجها..
ويعرف الصديق عند الشدة..
ويعرف الأبناء عند شيخوخة والديهم..
ويعرف الإخوة عند الميراث..
ويعرف الأقرباء في الغربة.
ويعرف الحب عند انتهاء المصلحة.
ويعرف المؤمن عند الابتلاء..
فَالْمَوَاقِفُ مِرْآةُ النُّفُوسِ، وَالشَّدَائِدُ تَكْشِفُ الْمَعَادِنَ

Seorang bijak ditanya:

Bagaimana kita mengetahui sifat sejati seseorang?

Ia menjawab:

Suami dikenal ketika istrinya sakit.

Istri dikenal ketika suaminya miskin.
Sahabat dikenal di saat kesulitan.

Anak-anak dikenal di usia tua orang tua mereka.

Saudara kandung dikenal ketika warisan dipertaruhkan.

Kerabat dikenal ketika mereka jauh dari rumah.

Cinta dikenal ketika kepentingan diri sendiri berakhir..

Dan orang beriman dikenal di saat cobaan.

Keadaan adalah cermin jiwa, dan kondisi sulit menyingkap watak asli manusia...

23/04/2026

Tepat shubuh Sabtu di bulan Ramadhan 38 tahun lalu. Syukur kepada Allah diberikan umur hingga saat ini, terimakasih untuk ortuku ayah (alm) dan ibuku (almah), do'a setiap sujud ku tak pernah kulupakan untuk mereka berdua.

Ini bukan perayaan melainkan pengingat 2 Tahun lagi menuju usia matang. Terimakasih telah menemani selama ini dan orang-orang yang ikut andil dalam perjuangan hidupku kak , do'akan kami sakinah mawaddah wa rahmah hingga ke syurga. Aamiin...

27/02/2026

SIAPAKAH YANG PANTAS MENGIMAMI SHOLAT❓

عَنِ الْبَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ، فَإِنَّ الصَّوْتَ الْحَسَنَ يَزِيدُ الْقُرْآنَ حُسْنًا.

Dari Al-Barra bin ‘Azib, Rasulullah Saw bersabda: “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu (yang merdu), karena sesungguhnya suara yang indah (merdu) itu dapat menambah Al-Qur’an semakin indah.”

(HR. Abu Dawud No. 1648, An-Nasa-i No. 1015, dan Ad-Darimi No. 3501).

Hadis tersebut mengandung perintah agar kita membaca Al-Qur’an dengan cara yang baik dan indah. Dalam hal ini selain memperhatikan kaidah membacanya berdasarkan ilmu tajwid, juga dibaca dengan suara yang bagus, indah, dan merdu.

Membaca Al-Qur’an dengan suara yang merdu itu dapat memberikan kesan kepada pendengarnya semakin indah, enak didengar, dan menakjubkan, terutama bagi para penikmatnya.

Dalam hadis riwayat Al-Bukhari disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ وَزَادَ غَيْرُهُ يَجْهَرُ بِهِ

Dari Abu Hurayrah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan (memperindah bacaan) Al-Qur’an.” Dalam riwayat yang lain ada tambahan: “MEMBACA DENGAN SUARA YANG JELAS ATAU KERAS” (HR. Al-Bukhari No.7089).

Kita seperti ada tren, mencari Imam itu hanya sekedar suara bagus dan merdu, memang dianjurkan nabi dengan dasar hadist diatas. Tapi ingat hadist lain nabi pernah mengatakan :

"AKAN ADA SUATU KAUM MENDENDANGKAN AL-QURAN SEPERTI MEREKA MENDENDANGKAN LAGU."

Rasulullah melarang membuat irama berlebihan dalam membaca Al-Qur'an.

Jadi artinya kita harus seimbang dalam hal ini boleh memperindah bacaan DENGAN TIDAK BERLEBIHAN.

Hal ini muncul karena cara pandang kita menganggap yang qori itu hanyalah orang bersuara bagus, pandai melagukan Al-Qur'an.

Perlu kita ketahui bahwa ulama berbeda pendapat siapa yang harus didahulukan jadi Imam antara qori atau ulama.

Adapun qori yang dimaksud bukan seperti qori yang seperti yang kita kenal zaman sekarang, qori yang dimaksud nabi adalah ahli qiro'at.

SAMBUNGAN DIKOMENTAR ⬇️

Linguistik Al Qur'anMinimal 17 kali sehari kita membaca Al-Fatihah. Tapi, sadar nggak kalau tepat di ayat ke-5, ada sebu...
24/02/2026

Linguistik Al Qur'an

Minimal 17 kali sehari kita membaca Al-Fatihah. Tapi, sadar nggak kalau tepat di ayat ke-5, ada sebuah "pelanggaran grammar" yang sengaja Allah letakkan?
Dan alasan di baliknya... benar-benar bisa mengubah cara kita shalat selamanya.
Biasanya kalau kita cerita pakai sudut pandang "Dia", ya harusnya konsisten "Dia".

Contoh: "Budi itu rajin. Dia selalu bangun pagi. Kamu tiba-tiba datang?" (Lho, Budi kok tiba-tiba jadi kamu?)

Aneh, kan? Tapi Al-Qur'an merubah aturan ini dengan Iltifāt (pengalihan sudut pandang).
Di 3 ayat pertama, kita memuji Allah dengan sudut pandang orang ketiga (Ghaib).
Segala puji bagi Allah...
Dia Yang Maha Pengasih...
Dia Yang Menguasai...
Kita sedang membicarakan Allah dari kejauhan. Memuji Sang Raja Agung yang ada di "sana".
Namun, tiba-tiba di ayat ke-5 terjadi peralihan drastis.
"Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn" (Hanya kepada ENGKAU-lah kami menyembah...)
Berubah jadi orang kedua! (Mukhatab) Kenapa nggak konsisten pakai "Hanya kepada-Nya kami menyembah"? (إياه نعبد) Kenapa tiba-tiba menyapa "Engkau"?
Ulama besar Az-Zamakhsyari memberikan penjelasan:
Pujian kita di ayat 1-3 itu ibarat "tiket VIP" untuk masuk ke ruang singgasana Allah. Setelah masuk dan perlahan mendekat, kita tidak lagi membicarakan Sang Raja dari kejauhan. Kita sudah berhadapan wajah dengan-Nya.
Disini ada transisi yang luar biasa.
Dari sekadar tahu (‘ilmul yaqīn) menjadi merasakan kehadiran-Nya (‘ainul yaqīn).
Dari sekadar talking ABOUT God, berubah menjadi talking TO God. Bayangkan keintiman itu ada di setiap rakaat shalat kita.
Imam Az-Zarkashi menyebut teknik Iltifāt ini punya fungsi kognitif: menyegarkan otak pendengar.
Otak kita gampang bosan dan gampang auto-pilot. Kalau dari awal sampai akhir pakai kata "Dia", kita gampang ngantuk atau nge-blank pas shalat.
Perubahan mendadak dari "Dia" menjadi "ENGKAU!" adalah shock therapy linguistik (seperti yang disebut Dr. Israr Ahmad).
Ia memaksa otak kita tersentak sadar: "Tunggu, aku lagi ngomong sama siapa ini? Oh iya, Tuhanku ada di depanku!"
SAMBUNGAN DI KOMENTAR ⬇️

*"JANGAN TERLALU LEKAS MENELAN MANIS, JANGAN TERLALU GUSAR PADA YANG PAHIT"*Wahai saudaraku yang budiman, janganlah engk...
08/11/2025

*"JANGAN TERLALU LEKAS MENELAN MANIS, JANGAN TERLALU GUSAR PADA YANG PAHIT"*

Wahai saudaraku yang budiman, janganlah engkau terburu-buru menelan segala yang tampak manis di mata, dan jangan p**a engkau lekas memuntahkan segala yang pahit di lidah. Sebab tidaklah setiap yang manis itu membawa kebaikan, dan tidaklah setiap yang pahit itu membawa keburukan. Dalam hidup ini, kadang madu pun bisa meracuni, dan empedu bisa menjadi obat bagi hati yang sakit.

Janganlah engkau terlalu memuji manusia, karena manusia bukan nabi yang maksum dari dosa. Jika engkau melihat seseorang berbuat baik, bersyukurlah kepada Allah yang menutupi aibnya, bukan karena ia suci dari khilaf. Dan jika engkau melihat seseorang terjatuh dalam salah, tahanlah lidahmu dari mencela, karena belum tentu engkau lebih baik daripadanya. Yang engkau puja itu bukan nabi, dan yang engkau benci itu bukan Fir’aun, keduanya hanyalah manusia seperti engkau, yang diuji dengan cara yang berbeda.

Ketahuilah, cinta dan benci yang berlebihan sama-sama menjerumuskan. Cinta yang berlebih menjadikan engkau buta terhadap aib, dan benci yang berlebih menutup mata dari kebaikan. Sedang Islam mengajarkan pertengahan. Memuji sekadar layak, menegur sekadar perlu, dan memaafkan sejauh mampu.

Maka berhati-hatilah, wahai diri. Jangan jadikan manusia sebagai tempat bergantung sepenuhnya, karena hati manusia mudah berbolak-balik. Gantungkanlah cintamu di langit ridha Allah, niscaya engkau tidak akan terlalu kecewa ketika manusia berubah. Dan jangan p**a engkau jadikan kebencianmu api yang membakar hatimu sendiri, karena dendam hanya menghanguskan jiwa yang menyalakannya.

Renungkanlah, wahai yang mencari kebenaran. Hidup ini bukan tentang siapa yang lebih suci, melainkan siapa yang lebih ikhlas mengakui bahwa dirinya tidak sempurna. Yang manis jangan cepat ditelan, yang pahit jangan lekas dimuntahkan. Timbanglah segala sesuatu dengan akal dan hati yang jernih. Di sanalah letak kemuliaan budi dan ketenangan jiwa.

*Abdul Hamid | Guru Ngaji*
_Pekanbaru, 05 November 2025_

01/11/2025

Ibadah mu tak menjamin dibalas dgn surga, akan tetapi jalan masuk surga itu bermula dari ibadah.
Masuk surga bukan karena ibadah, tapi karena rahmat Nya, tapi untuk mencari rahmat Allah itu dgn cara beribadah kepada Nya, mentaati Nya tentunya melalui apa yang diperintahkan-Nya.

24/10/2025

Prof. Dr. H. M. Ridwan Hasbi, Lc., MA

Berkah saat orang tua masih hidup hendaknya trus ada meskipun mereka telah wafat dengan cara memperbanyak amal kebaikan kita.

FILOSOFI BERKAH بركة

B بر = BIRRU = KEBAIKAN
R رضى الله= RIDHOLLAH = RIDHO ALLAH
K كرامة = KAROMAH = KEMULIAAN
T تقوى = TAQWA = KETUNDUKAN KEPADA ALLAH

19/10/2025

QS. Luqman 27

Seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta, ditambahkan tujuh lautan lagi, niscaya tulisan kalimat Allah tidak akan pernah habis...

18/10/2025

MENCIUM TANGAN DAN KAKI GURU DILARANG...?!

17/10/2025

Jangan bicara pondok jika tak pernah mondok

Address

Jalan Hang Tuah Ujung No. 271 Pekanbaru
Pekanbaru
28285

Telephone

+18126834436

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ahmaduchrhowi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to ahmaduchrhowi:

Share

Category