03/02/2020
Ibadah thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah tujuh kali melambangkan sebuah proses perjuangan untuk mencapai suatu tujuan. Kemanapun kita pergi tetap terikat dengan sumbu tauhidullah yang dilambangkan dengan bangunan Ka’bah. Untuk mencapai suatu cita-cita, hendaknya tetap terikat dengan semangat tauhidullah. Semakin dekat dengan Baitullah, semakin dekat jarak yang ditempuh tapi semakin berat. Dan sebaliknya, semakin jauh jarak kita dari Baitullah, semakin luas jarak yang harus ditempuh. Thawaf juga melambangkan sebuah usaha untuk mencapai suatu tujuan. Ada yang cepat sampai, tapi sekian orang tersakiti. Dan ada yang santai tapi tak pernah sampai, atau mungkin lambat sampai tujuan. Mereka yang sukses adalah yang sampai ditujuan secara wajar, dan tidak menyakiti orang lain. Thawaf juga mengandung ajaran tentang usaha mencari dan memanfaatkan peluang dengan cerdas, lacar namun santun. Selama thawaf boleh membaca doa apa saja, tapi diawali dengan atas nama Allah Yang Akbar. Setelah berbagai doa diucapkan, maka pada arah terakhir setelah Rukun Yamani, doa itu bermuara kepada permohonan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan terhindar dari api neraka.