08/03/2023
Banyak tanaman yang gagal panel di Kampung Tumbit Melayu dan Tumbit Dayak di Kecamatan Teluk Bayur. Penyebabnya akibat terjadi banjir beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Junaidi menyebut, pihaknya baru saja menyelesaikan pendataan terkait tanaman yang alami kerusakan.
Disebutkan Junaidi, dari total 17 kelompok tani, ada 24 hektar padinya yang rusak dan gagal panen. Sedangkan untuk ladang seluas 32 hektar dan kebun jagung 31,5 hektar juga ikut terdampak. Gagal panen ini tentu merugikan para petani di kampung itu.
“Kebetulan tahun ini ada bantuan dari pusat,” ujar Junaidi.
Bantuan yang dimaksud berupa tanaman pangan dan hortikultura seperti pada dan jagung. Kendati begitu, bantuan itu masih akan dikirim dan nantinya langsung diberikan ke semua korban terdampak.
“Tujuannya tentu meringankan beban para petani ini,” sambung dia.
Distanak Berau mengaku belum bisa memastikan berapa banyak kerugian yang didapat akibat bencana banjir tempo hari. Namun untuk angkanya, dipastikan sekitar ratusan juta rupiah. Sebab wilayah yang terendam banjir lebih dari 1.
Selain itu, pihaknya juga akan terus mendata kelompok tani yang ada di kecamatan lain. Terutama yang terdampak banjir Sungai Kelay beberapa waktu lalu.
“Pendataan masih terus dilakukan. Ini untuk mencapai angka pasti berapa hektar lahan yang terendam,” jelasnya.
Junaidi menegaskan, sektor pertanian sangat krusial bagi masyarakat di Kampung Tumbit Melayu. Banyak masyarakat di sana yang memiliki mata pencaharian sebagai petani. Akhirnya, bencana banjir itu memengaruhi perekonomian para petani.
“Kami juga upayakan selain bantuan dari APBN, tentu dari APBD juga,” tandasnya.