Info Seputar Semarang

Info Seputar Semarang Info Seputar Semarang adalah update berita Semarang terkini. Kirim inbox jika ada info menarik Semuanya. Dikelola untuk kepentingan bersama.

Info Seputar Semarang adalah halaman Facebook yang harus Anda LIKE untuk mendapatkan update seputar Semarang. Olahraga, politik, ekokreatif, komunitas, organisasi, sosial, hukum, dan lainnya.

hallo teman teman, siapa tau ada yang melihat Mbah ini di sekitar kamu dengan ciri ciri :nama : jaenabumur : 80thalamat ...
27/04/2026

hallo teman teman, siapa tau ada yang melihat Mbah ini di sekitar kamu dengan ciri ciri :

nama : jaenab
umur : 80th
alamat : Tegalpingen, Purbalingga
bawa selimut merah
pendengaran kurang dan pikun

bisa hubungi nomor 087762797905

Pak Ogah Ngamuk Akibat Penutupan Penyeberangan di Jalan Satu Arah Area Ngaliyan
19/04/2026

Pak Ogah Ngamuk Akibat Penutupan Penyeberangan di Jalan Satu Arah Area Ngaliyan

🌙 Ramadhan sudah datang. Sudah siap bekal ilmumu? Bayangkan…Dengan hanya 45 ribu, kamu bisa memiliki 200+ PDF kitab kuni...
25/02/2026

🌙 Ramadhan sudah datang. Sudah siap bekal ilmumu?

Bayangkan…

Dengan hanya 45 ribu, kamu bisa memiliki 200+ PDF kitab kuning makna pesantren & makna pegon dalam satu paket lengkap.

💸 45 ribu itu bahkan tidak lebih dari sekali belanja kebutuhan dapur yang habis dalam sehari.

Tapi kitab-kitab ini? Manfaatnya bisa kamu pakai bertahun-tahun. Bahkan seumur hidup.

🌙 Ramadhan adalah bulan ngaji. Jangan sampai semangatnya ada, tapi kitabnya tidak lengkap.

Daripada uang habis untuk hal yang lewat begitu saja,
lebih baik jadi investasi ilmu yang terus mengalir pahalanya.

🔥 Kalau memang ingin serius menambah bekal di bulan suci, klik link di bawah sekarang juga sebelum kamu menunda lagi.

https://lynk.id/maknapesantren/pko61l33p0ww

📥 File siap download. Praktis. Bisa dibuka di HP & laptop.

MUAK DENGAN ORANG INI‼️ SOMBONG AMAT‼️Muak! Itu satu kata yang paling pas buat menggambarkan isi kepala gue tiap kali bu...
07/02/2026

MUAK DENGAN ORANG INI‼️ SOMBONG AMAT‼️

Muak! Itu satu kata yang paling pas buat menggambarkan isi kepala gue tiap kali buka media sosial hari ini. Kita hidup di era di mana "kemasan" sudah membunuh "isi". Liat aja sekeliling lo, semua orang sibuk memoles diri. Politisi sibuk pencitraan makan di warteg padahal mobilnya seharga APBD satu kabupaten, influencer sibuk pamer kebahagiaan palsu demi endorsement, bahkan tokoh agama pun sekarang banyak yang terjebak jadi budak algoritma—sibuk mikirin angle kamera dan soundbite yang viral ketimbang substansi ayat yang dibaca. Semuanya palsu. Semuanya plastik. Kita dikepung sama manusia-manusia cangkang kosong yang berisik.

Tapi di tengah kebisingan sampah visual itu, ada satu anomali yang bener-bener bikin akal sehat gue berhenti sebentar. Semacam glitch dalam sistem yang rusak ini.

Namanya Bahauddin Nursalim. Orang-orang manggil dia Gus Baha.

Kalau lo liat dia sekilas, nggak ada potongan "orang penting". Kemeja putih murah yang kadang kancing lehernya lupa dikaitin, peci item yang miringnya seenak jidat, sarungan, duduknya sembarangan. Nggak ada jubah megah, nggak ada sorban melilit kepala, nggak ada tim kreatif yang ngatur lighting biar mukanya bersinar. Tapi anehnya, jutaan orang—dari preman terminal, intelektual kampus yang ateis, sampai jenderal bintang empat—duduk diam dengerin dia ngomong. Tanpa dibayar. Tanpa disuruh.

Gue sering mikir, kenapa? Apa yang bikin orang ini begitu mengerikan power-nya?

Jawabannya ternyata sederhana tapi nampar banget: Dia adalah satu-satunya orang yang udah selesai sama dirinya sendiri. Dan di dunia yang isinya orang-orang "laper" pengakuan, orang yang "kenyang" kayak dia itu jadi barang langka.

Coba perhatiin betapa "kurang ajar"-nya dia—dalam artian positif. Dia sering bilang di depan ribuan orang, "Saya ini ulama, kalian harus ngaji sama saya." Kalimat yang kalau keluar dari mulut orang lain bakal terdengar sombong setengah mati. Tapi pas keluar dari mulut dia, itu terdengar bener. Itu bukan arogansi ego, itu harga diri ilmu.

Dia membalikkan meja permainan kekuasaan yang selama ini kita anggap normal. Biasanya kan ustadz yang merapat ke pejabat, ustadz yang sungkem ke penguasa. Gus Baha nggak sudi main di level itu. Dia bikin pejabat yang harus datang ke dia, duduk di lantai, nungguin dia selesai ngajar. Dia mengirim pesan tanpa suara: "Di sini, duit dan jabatan lo nggak laku. Di sini yang berkuasa itu Ilmu Tuhan, dan gue pemegangnya. Jadi lo yang harus nunduk."
Itu mentalitas gangster level spiritual. Dia menaklukkan ego penguasa tanpa perlu teriak-teriak bawa pas**an. Dia cuma duduk, ngaji, dan dunia yang nyamperin dia.

Dan buat bajingan-bajingan tengik kayak kita yang hidup di jalanan, yang dosanya udah numpuk setinggi langit, Gus Baha itu kayak oase. Dia nggak jualan neraka. Dia nggak nakut-nakutin kita yang udah capek sama hidup. Dia justru dateng bawa logika yang bikin kita mikir, "Anjir, ternyata Tuhan itu asyik ya."
Dia bilang tidur itu ibadah kalau tujuannya menghindari maksiat. Dia bilang ngopi dan guyon itu ibadah kalau itu bikin hati lo ridho sama takdir Tuhan. Dia nurunin standar kesalehan yang selama ini ketinggian, biar tangan-tangan kotor kita bisa ngegapai Tuhan lagi. Dia nggak ngehakimi pendosa, dia justru ngajarin kita cara "nego" sama Tuhan pake logika cerdas. Itu jenius. Itu street smart. Dia paham psikologi manusia yang udah lelah dihakimi.

Tapi yang paling bikin gue merinding sebenernya bukan ilmunya. Tapi ketidakpeduliannya.
Kita semua ini kan budak validasi. Kita posting status nungguin like. Kita kerja keras biar dipuji bos. Kita beli barang biar dipuji tetangga. Kita semua pengemis perhatian. Gus Baha? Dia beneran "bodo amat". Dia nggak punya Instagram (awalnya), dia nolak diundang ke acara-acara besar kalau nggak sreg, dia nggak peduli orang s**a atau benci sama omongannya.
Sikap "Gue nggak butuh elo" yang dia punya itu murni. Bukan gimmick. Dan itulah kenapa dia jadi magnet. Hukum alam itu lucu; semakin lo ngejar dunia, dunia makin lari. Tapi begitu lo berani buang dunia kayak sampah, dunia malah ngejar-ngejar lo kayak anjing minta dipelihara.

Gus Baha itu cermin retak buat kita semua. Pas kita liat dia, kita nggak cuma liat seorang ulama jenius. Kita sebenernya lagi ditampar sama fakta bahwa selama ini kita hidup dalam penjara ekspektasi orang lain, sementara dia duduk santai menikmati kebebasan yang hakiki di teras rumahnya yang sederhana.
Kita sibuk ingin terlihat hebat. Dia sibuk menjadi hebat.
Dan bedanya, Kawan, bagaikan langit dan sumur bor.

Pertanyaannya sekarang cuma satu buat lo yang baca tulisan ini: Sanggup nggak lo punya mental sekuat itu? Sanggup nggak lo jadi orang yang sangat berkualitas sampe lo punya hak buat melanggar semua aturan main dunia, atau lo cuma bakal terus jadi penonton yang diam-diam iri sama kebebasan dia?

Gue bahkan sampe tulis karakter beliau dan jadiin bahan baku dalam buku berjudul THE DANGEROUS SAINT, sebuah premis yang mungkin terdengar gila buat orang-orang sok polos:

“bahwa syarat mutlak untuk menjadi orang "suci" yang sesungguhnya adalah lo harus punya kapasitas untuk menjadi berbahaya lebih dulu.”

Orang sering salah kaprah, Man. Mereka pikir "orang baik" itu adalah orang yang nggak bisa nyakitin orang lain, yang nrimo, yang pasrah diinjek-injek. Salah besar. Itu bukan orang baik, itu orang lemah. Itu kelinci. Kelinci nggak memakan serigala bukan karena dia bermoral tinggi atau menahan diri, tapi murni karena dia nggak mampu. Dia nggak punya pilihan lain selain jadi korban.

Gus Baha itu beda. Dia itu singa.
Coba lo bedah lagi. Dia punya cakar intelektual yang bisa mencabik-cabik logika lawan debatnya—siapapun itu—dalam hitungan detik. Dia hafal ribuan dalil yang bisa dia pakai buat memelintir kebenaran demi kepentingan pribadi kalau dia mau. Dia punya basis massa fanatik yang kalau dia jentikkan jari, bisa aja dia gerakin buat bikin huru-hara politik atau menekan kebijakan negara. Dia punya akses ke lingkaran kekuasaan yang bisa bikin dia kaya raya tujuh turunan tanpa harus kerja keras.

Dia punya semua "senjata" itu. Dia punya kapasitas penuh untuk menjadi monster, untuk menjadi tiran, untuk menjadi manipulatif. Dia berbahaya.
Tapi—dan ini poin kuncinya—dia memilih untuk menyarungkan cakarnya.
Dia memilih untuk tetap tinggal di desa. Dia memilih untuk nggak memonetisasi pengaruhnya. Dia memilih untuk nggak pake power-nya buat nindas, tapi buat ngangkat derajat orang awam yang selama ini merasa agama itu eksklusif.

Itulah definisi Dangerous Saint yang gue maksud di buku itu. Lo baru bisa dibilang punya kendali diri kalau lo emang punya "sesuatu" yang buas di dalam diri lo buat dikendaliin. Kalau lo nggak punya taring, jangan bangga bilang lo nggak menggigit.
Ngeliat Gus Baha, gue kayak ngeliat teori gue hidup, bernapas, dan jalan-jalan pake sarung dan peci miring. Dia adalah validasi hidup mati dari tulisan gue, bukti nyata bahwa kekudusan yang paling tinggi dan paling disegani itu lahir dari kekuatan raksasa yang terkekang, bukan dari kelemahan yang dipelihara.

Makanya orang takut sama dia. Orang segan. Karena secara insting, manusia—bahkan binatang sekalipun—tahu bedanya mana kelinci yang sok suci karena tak berdaya, dan mana singa yang tenang karena dia tahu dia rajanya. Gus Baha itu singa yang tenang itu, dan diamnya dia jauh lebih mengintimidasi daripada auman ustadz-ustadz karbitan yang cuma nyari panggung.

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Djoharinasri, Atun Wongmaja, Widya Fernando, Bulan Bintang, Adria...
15/01/2026

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Djoharinasri, Atun Wongmaja, Widya Fernando, Bulan Bintang, Adrian Jendoul, Zaenal Aleeza, Widiharto Eko Cahyono, Putra Setha, Rosid, Supriyadi Sam As, George Rustamaji, Arif Maryadi, Arief Frastianto, Galang Sihotang, Panji Asmoro Bangun, Doel Abdul Qodir, Pondokseni Artistik, Rico Hersell, Qobila Mantap Jaya, Elli Kristiawan, Ajonx Jadhoel, Bayu Prass, Mamas Warto Wardoyo, Stv Audioline, Budi Amrizal, Joko Landak, Sumartono, PlendHus, A Elhan Taf, Meticha ApriLiia Watie Mulanto, Timotius Toni Toni, Dion Jendol, Aruna Arziky, Muh Edy, Dagiar Lan

Beri komentar untuk menyambut mereka di komunitas kita, berat

Jika sebulan gajimu 5 juta, maka, zakatmu bisa 450 ribu. Tapi ada syaratnya. Bahkan, bisa jadi tidak ada kewajiban zakat...
10/01/2026

Jika sebulan gajimu 5 juta, maka, zakatmu bisa 450 ribu. Tapi ada syaratnya. Bahkan, bisa jadi tidak ada kewajiban zakat. Selengkapnya, baca ebook "Ngaji Ringkas Zakat Tanpa Ribet".

Anget nih bukunya. 100 halaman. Silakan baca ke sini:
https://lynk.id/badriologi/mx4ym1ngv44m

Langsung dikirim linknya. Otomatis!

Telah terbit 8 judul kitab untuk kajian Ramadlan tahun 1447 H/2026 M, karya Kiai Abu Muhammad Naufal Al-Banary (Maimun Z...
08/01/2026

Telah terbit 8 judul kitab untuk kajian Ramadlan tahun 1447 H/2026 M, karya Kiai Abu Muhammad Naufal Al-Banary (Maimun Zubair, Raguklampitan, Batealit, Jepara).

1. MIFTAHUL ‘ULUM (مِفْتَاحُ العُلُوْمِ)
Berisi nasehat dan petunjuk dari para ‘ulama salaf sebagai panduan untuk orang alim dan pencari ilmu (santri) (40 halaman).

2. BADRU AL-TAMAM (بَدْرُ التَّمَامِ)
50 hikayat (cerita) orang-orang mimpi bertemu Nabi dan pengaruhnya dalam kehidupannya (40 halaman).

3. ZAAD AL-WAA’IDH FIL KHUTHOB WA AL-MAWAA’ID (زّادُ الوَاعِظِ فِـي الـخُطَبِ والـمَواَعِظِ)
Bekal untuk para penceramah, berisi dalil al-qur’an, hadits Nabi, dawuh para ulama dan hikayat (cerita-cerita) yang menarik sesuai dengan acara dalam satu tahun (Halal bi Halal, peringatan hari ‘Asyura’ dan santunan yatama, Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Nuzulul Qur’an) (44 halaman).

4. AL-TAHDZIR WA AL-IGHRA’ (التَّحْذِيْرُ والإِغْرَاءُ)
Menyoroti tentang peran dan kedudukan ‘ulama dalam pemerintahan (44 halaman)

5. AL-RAUHU WA AL-RAIHAN (الرَّيْـحُ والرَّيـْحَانُ)
Sikap manusia dalam menghadapi zaman yang penuh fitnah (44 halaman).

6. MI’ROJ AL-SU’ADA’ (مِعْرَاجُ السُّعَدَاءِ)
Cara mengkompromikan antara khauf dan roja’ (40 halaman)

7. NUR ULIL AL-FADL WA AL-KAMAL (نُوْرُ أُوْلـِي الفَضْلِ والْكَمَالِ)

Hasil dari husnu dhon dan yaqin dan pengaruhnya dalam setiap melakukan amal kebaikan. Disertai cerita-cerita yang menakjubkan seputar kuatnya keimanan orang-orang sempurna amalnya (40 halaman).

8. IZALAH AL-SYUBAH AL-HAA’IROH (إزَالَةُ الشُّبَهِ الـحَائِرَةِ)
Cara menyeimbangkan antara sikap lemah lembut dan keras dalam dakwah dan pendidikan (40 halaman)

Sehubungan dengan banyaknya permintaan kitab-kitab nuqilan bil makna ala pesantren ditahun kemarin, maka pada tahun ini telah tersedia kembali 8 judul baru.

Bagi yang menghendaki yang bil makna harus satu paket dengan mahar Rp. 130.000.

Order:
📞 0812-3589-8189 (Langsung penulis)










Hendak Melayat ke Bawen, Rombongan Guru Asal Jakarta Kecelakaan di Tol Semarang-SoloRombongan guru SMA Fons Vitae 2 Mars...
06/01/2026

Hendak Melayat ke Bawen, Rombongan Guru Asal Jakarta Kecelakaan di Tol Semarang-Solo

Rombongan guru SMA Fons Vitae 2 Marsudini Jakarta Utara yang terlibat kecelakaan maut di Tol Semarang-Solo diketahui dalam perjalanan untuk melayat ke wilayah Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, yakni Terodius Heru Sucahya (57), sang Kepala SMA Fons Vitae 2 Marsudini Jakarta Utara.

Warga Jakarta Utara itu meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka berat di bagian kepala.

Insiden terjadi di Jalur A KM 426.400 Tol Semarang-Solo pada Selasa (6/1) sekitar pukul 05.20 WIB.

Saat itu, rombongan guru menumpangi mobil Toyota Hiace menabrak sebuah truk crane yang melaju searah di depannya.

“Infonya mau takziah ke Bawen rombongan guru-guru,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani, Selasa (6/1).

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan kepolisian. Namun, berdasarkan indikasi awal, pengemudi minibus atas nama Totot Andriyanto (56) diduga mengantuk saat mengemudi sehingga menabrak truk crane di depannya.

“Masih dalam penyelidikan, tetapi ada indikasi sopir mengantuk,” ujar AKP Lingga. (ink/jpnn) Enam penumpang lain yang mengalami luka ringan kini dirawat di RS Elisabeth Kota Semarang, yaitu:

1. Ignasius Suharno (45), guru asal Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami luka sobek di bagian belakang kepala,

2. Antonius Yuwono Trisunu (42), guru asal Koja, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta mengalami nyeri pada dada sebelah kiri,

3. Brigita Putri Milo Deru (36), guru asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta mengalami luka sobek di mulut dan hidung mengeluarkan darah,

4. Silva Ditya (46), guru asal Koja, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta mengalami nyeri gerak pada tangan kiri serta luka sobek di p**i kiri,

5. Sundari (56), guru asal Koja, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta mengalami nyeri gerak pada tangan kiri,

6. Imanuel Kotan (35), guru asal Koja, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta mengalami nyeri pada dada.

source: JPNN

Tidak semua masalah rumah tangga berasal dari pasangan. Banyak pernikahan yang awalnya hangat justru perlahan retak kare...
06/01/2026

Tidak semua masalah rumah tangga berasal dari pasangan. Banyak pernikahan yang awalnya hangat justru perlahan retak karena tekanan dari luar—terutama dari mertua yang toksik. Ebook "Cara Bertahan Menghadapi Mertua Toksik" hadir sebagai jawaban jujur dan realistis bagi Anda yang sedang berjuang menjaga pernikahan tetap utuh.

Disusun dalam 80 halaman padat dan aplikatif, ebook ini tidak menggurui, tidak menyalahkan, dan tidak memprovokasi. Isinya mengalir seperti teman ngobrol yang paham betul rasa lelah, bingung, dan serba salah yang sering dirasakan menantu ketika berhadapan dengan mertua yang sulit.

Anda tidak akan menemukan ajakan melawan orang tua, tapi Anda akan menemukan cara bertahan tanpa kehilangan akal sehat, iman, dan harga diri. Buku ini membimbing pembaca membedakan mana yang perlu disabar, mana yang perlu dibatasi, dan mana yang wajib dilindungi.

Setiap bab disusun kronologis: mulai dari mengenali ciri mertua toksik, kesalahan umum menantu, hingga strategi menghadapi dengan cara yang beradab dan Islami. Semua dibahas dengan bahasa ringan, contoh nyata, dan solusi yang bisa langsung dipraktikkan.

Keunggulan ebook ini terletak pada keseimbangannya: tegas tanpa kasar, sabar tanpa mengorbankan diri. Dilengkapi dalil Al-Qur’an, hadits, dan nasihat ulama, pembaca diajak memahami bahwa menjaga diri dan menjaga pernikahan adalah bagian dari amanah agama.

Ebook ini sangat cocok untuk Anda yang ingin tetap berbakti, tapi tidak mau terus-menerus terluka. Untuk Anda yang ingin rumah tangga damai, bukan sekadar bertahan. Untuk Anda yang ingin tenang, tanpa harus memutus silaturahim.

📘 Judul eBook ini tersedia
📥 di Lynk.id

https://lynk.id/badriologi/487kkp79oolj

➡️ Klik Buy Now
➡️ eBook langsung dikirim otomatis

✔️ Praktis
✔️ Siap pakai
✔️ Tanpa ribet

🔗 Link pembelian ada di bio IG ini yah!








“Mengapa Saya Belum Menikah, Mungkinkah Ini Penyebabnya?” bukan ebook yang menghakimi pembacanya, melainkan mengajak ber...
05/01/2026

“Mengapa Saya Belum Menikah, Mungkinkah Ini Penyebabnya?” bukan ebook yang menghakimi pembacanya, melainkan mengajak berdialog secara jujur dan dewasa. Buku ini membuka ruang refleksi bagi siapa pun yang selama ini bertanya-tanya tentang jodoh, kesiapan, dan alasan mengapa pernikahan terasa begitu dekat namun juga terasa jauh. Ditulis dengan gaya esai santai dan mengalir, ebook ini terasa seperti obrolan hangat dengan sahabat yang tulus ingin kita melangkah ke arah yang benar.

Sejak bab awal, pembaca diajak menyelami pertanyaan paling mendasar: apakah keterlambatan menikah benar-benar soal nasib, atau justru karena cara pandang dan ketakutan batin yang tak disadari? Penulis dengan cermat mengupas penyebab-penyebab batin yang sering tersembunyi—mulai dari luka masa lalu, trauma komitmen, hingga kecenderungan menunda dengan alasan “belum siap”, tanpa menyudutkan siapa pun.

Keunggulan ebook ini terletak pada keberaniannya meluruskan kesalahan cara pandang tentang jodoh dan kesiapan menikah. Pembaca diajak memahami bahwa kesiapan bukan soal sempurna, kaya, atau bebas masalah, melainkan tentang niat, tanggung jawab, dan kesediaan bertumbuh. Penjelasannya rasional, membumi, dan terasa sangat relevan dengan realitas hidup banyak orang hari ini.

Tidak berhenti di sana, ebook ini juga membahas secara jujur soal standar pasangan yang sering kali terlalu rumit. Tanpa mengorbankan prinsip Islam, penulis mengajak pembaca menyederhanakan ekspektasi yang tidak perlu, membedakan antara nilai inti dan keinginan pribadi, serta belajar melihat pernikahan sebagai kerja sama menuju kebaikan, bukan ajang mencari sosok sempurna.

Bab tentang ketakutan finansial menjadi salah satu bagian paling menguatkan. Dengan pendekatan realistis sekaligus beriman, pembaca diajak berdamai dengan kenyataan ekonomi tanpa mengabaikan tawakal. Dalil Al-Qur’an, hadis, dan nasihat ulama disajikan secukupnya—menenangkan, bukan menggurui—sehingga pembaca merasa dikuatkan, bukan ditekan.

Yang membuat ebook ini berbeda adalah penekanannya pada langkah praktis. Pembaca tidak hanya diajak merenung, tetapi juga diarahkan bagaimana mempersiapkan diri menikah secara nyata, tanpa harus menunggu sempurna. Dari kesiapan mental, emosional, hingga keberanian melangkah dengan cara yang sehat, terhormat, dan sesuai tuntunan Islam—semuanya dibahas dengan bahasa yang mudah dipahami dan mudah dipraktikkan.

Menariknya, ebook ini tidak berhenti pada “ayo menikah”, tetapi melangkah lebih jauh dengan membahas pernikahan sebagai keputusan hidup yang mendewasakan. Pembaca diajak memahami bahwa menikah bukan sekadar status sosial, melainkan amanah besar yang mengubah arah hidup. Bahkan, ada bab khusus tentang bagaimana menjaga pernikahan tetap sehat, bertumbuh, dan bernilai ibadah hingga akhir hayat.

Pada akhirnya, “Mengapa Saya Belum Menikah, Mungkinkah Ini Penyebabnya?” adalah ebook yang bukan hanya membuka mata, tetapi juga menguatkan hati. Buku ini cocok bagi siapa pun yang ingin menikah dengan kesadaran, bukan keterpaksaan; dengan keberanian, bukan ketakutan. Jika Anda sedang berada di persimpangan antara ragu dan siap melangkah, ebook ini bisa menjadi teman refleksi—dan mungkin, titik awal keberanian Anda untuk menikah.

Semoga segara menikah yah!

📘 Judul eBook "Mengapa Saya Belum Menikah, Mungkinkah Ini Penyebabnya?" ini tersedia
📥 di Lynk.id

https://lynk.id/badriologi/km91kggmey54

➡️ Klik Buy Now
➡️ eBook langsung dikirim otomatis

✔️ Praktis
✔️ Siap pakai
✔️ Tanpa ribet

Aku Tak Tahu Cara Memeluk Emosi AnakkuPernah merasa bingung saat anak menangis, marah, atau tiba-tiba diam…Ingin menenan...
05/01/2026

Aku Tak Tahu Cara Memeluk Emosi Anakku

Pernah merasa bingung saat anak menangis, marah, atau tiba-tiba diam…

Ingin menenangkan, tapi justru salah bicara?
Ingin hadir, tapi tidak tahu harus berbuat apa?

Ebook ini bukan panduan parenting yang menggurui. Ia adalah teman sunyi bagi orang tua yang lelah, bingung, tapi tetap ingin mencintai anaknya dengan cara yang lebih baik.

Di dalamnya, Anda akan belajar:
• Memahami emosi anak tanpa menyalahkan
• Hadir tanpa harus selalu benar
• Membangun rumah yang aman secara emosional
• Mendidik anak tanpa mewariskan luka

Ditulis dengan bahasa hangat, reflektif, dan mudah dicerna.
Cocok dibaca perlahan, di waktu tenang, tanpa rasa dihakimi.

Jika Anda merasa mencintai anak, tapi sering tersesat dalam emosi—ebook ini mungkin sedang Anda butuhkan. Jika tertarik, silakan ke Lynk.id

https://lynk.id/badriologi/ygd134wk32n3

Klik Buy Now.

Address

Semarang
50181

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Seputar Semarang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share