29/09/2019
PINTU AMALAN YANG SETINGKAT
Pengin sekali berangkat ibadah Umrah dan Haji ke Baitullah, tapi belom keturutan?
Yowis, Ibadah Umrah dan Haji di sini (Read: Daerah masing-masing) dulu...
"Lah mas, kok ngawur, ibadah Umrah dan Haji ya harus ke baitullah mas!"
Hehe iya iya, maksudnya kalau belum dimampukan sama Allah untuk berangkat ke baitullah, kan udah Allah kasih kesempatan untuk melakukan amalan-amalan yang nilai pahalanya setara dengan ketika kita ibadah Umrah maupun Haji, soo manfaatkan!
"Eh ada ya mas? Setara pahalanya sama Umrah dan Haji?"
Iyaa, ada... Masa baru tau, saya kasih tau beberapa contohnya yaa...
“Barang siapa berjalan untuk shalat wajib dalam keadaan sudah suci (berwudhu di rumah), maka ia seperti mendapatkan pahala orang yang berhaji dan ihram….” (Shahih; HR Ahmad)
“Barang siapa berjalan untuk shalat wajib berjamaah maka itu pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan ihram. Barang siapa berjalan untuk shalat sunnah maka itu seperti pahala umrah.” (Hasan; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6556)
“Barang siapa shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6346)
"Hehe udah tau sih mas, cuma kan tetep beda mas"
Iya emang beda, tapi minimal jika kesana belum dimampukan sama Allah, masa yang di sini masih ogah-ogahan buat dilakukan, atau jangan-jangan ini salah satu alasan Allah belum mengizinkan
Maka yuk lakukan, semoga langkah ini menjadi salah satu pintu terbaik kita menuju baitullah
Saran dari saya sebagai langkah konkrit yang bisa kawan-kawan lakukan untuk mempraktekkan point materi ini
Coba Istiqomahkan minimal seminggu sekali, jadwalkan dalam hidup kawan-kawan mulai sekarang...
Setiap hari Jumat atau hari Minggu pas libur. Berangkat sholat shubuh berjamaah ke masjid, jangan lupa dalam kondisi sudah bersuci/wudhu dari rumah, lalu sholat sunnah dilanjut shubuh berjamaah
Selesai sholat jangan p**ang, lanjut dzikir dan itikaf sesuai tuntunan Rasulullah pada hadits yang saya tulis di atas.