04/06/2022
Cerita menjalankan amanah pegang Departemen GA, ada beberapa staf dengan unit berbeda yang selalu terlambat datang di kantor. Hal tersebut membuat tim yang lainnya menjadi iri dan mempengaruhi semangat yang lainnya. Data rekapan dari HRD absensinya pun benar masuk kategori merah. Tapi beberapa kali sebulan mereka ada kerja lembur.
Mereka yang masuk kategori merah saya ajak bicara dari hati ke hati. Saya tanyakan, “Saya lihat absenmu sering merah ya. Masalahmu apa tiap pagi hari?” Jawaban mereka beragam.
“Hmm, saya tampung dan dengarkan semua penyebabnya mereka". Satu persatu saya berikan solusi dan opsi lain, dengan berangkatnya lebih pagi gimana? Jadi perlu diperhitungkan juga berapa waktu yang diperlukan untuk kebutuhan semua itu, dan perjalanan ke kantor. agar kiranya tidak telat.” Jawaban mereka sama yaitu “Akan saya coba Pak.” Dan kemudian saya berikan ruang untuk mereka dapat memperbaiki jam kedatangannya.
Bulan depannya saya lihat rekapan data absensi dari HRD, sudah mulai membaik absensinya mulai berkurang, dengan saya sampaikan apresiasinya kepada mereka di moment rapat koordinasi GA bulanan dengan penguatan kepada semua tim. Masuk bulan selanjutnya ketiga, dengan cara CMC saya tanyakan lagi satu per satu secara pendekatan personal. “Gimana kerjaan? Lancar semua ya? “Lancar pak" saya ucapkan terima kasih sudah membaik datang ke kantor. “syukurlah. Hati-hati di jalan dan semangat dalam menjemput rezeki.” Saya tidak tanyakan lagi soal absensinya.
Begitulah yang saya jalankan ke tim kalau ada masalah, saya lebih s**a mencari tahu akar masalahnya dulu. Ini memang butuh ruang waktu dalam membina tim. Tetapi kebiasaan saya, menggali masalah dan berusaha memberi solusi atau dukungan yang bisa diberikan. Pengaruhnya ke perusahaan lebih untuk jangka panjang, bukan jangka pendek. Tapi batas toleransi pembinaan yang saya lakukan adalah tiga bulan. Dalam tiga bulan tidak bisa dibina, baru ambil langkah selanjutnya.
Selamat berakhir pekan!