01/01/2025
Pasar Gede Solo.
Menurut cerita sejarah. Pasar Gede awalnya adalah sebuah komplek pasar, yang menjadi mediator perdagangan antara pedagang China, Belanda dan Pribumi. Konon kabarnya, ketika Kraton Kartasura yg hancur karena geger pecinan (pemberontakan Sunan Kuning yg didukung para saudagar China) dipindahkan ke desa Sala, banyak saudagar China yg ikut pindah ke ibu kota baru itu. Kemudian oleh Sunan Pakubuwono II, para saudagar China itu dibeikan lokasi tempat tinggal di seberang kali/sungai Pepe (sebelah utara Kraton Kasunanan Surakarta), sebagai bentuk pengampunan atas pemberontakan yg mereka lakukan di Kartasura. Dengan syarat, mereka tidak diijinkan menyeberangi kali Pepe tersebut. Sedangkan orang Belanda dan Pribumi bebas untuk menyeberang dan keluar masuk daerah tersebut untuk berdagang,
Lambat laun, lokasi tersebut berkembang pesat menjadi pusat perdagangan yang maju. Pasar yg ada dilokasi tersebut terkenal sebagai pasarnya kaum Priyayi/Ningrat dan kaum kolonial Belanda.
Pada tahun 1930, Sunan Pakubuwono X meresmikan pasar yang sudah dibangun megah di area itu, dan dinamai sebagai Pasar Gede. Nama tersebut merujuk pada bangunan dengan jendela - jendela, pintu dan atap yang besar menjulang tinggi. Dan sejak saat itu, semua orang bebas berdagang dan keluar masuk di area tersebut. Termasuk para saudagar/pedagang China. Di beberapa sudut bangunan pasar, banyak tertera lambang tulisan PBX, sebagai tanda bahwa pasar itu dibangun pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwono X.
Pasar Gede menjual banyak kebutuhan pokok masyarakat Solo, makanan khas, dan oleh oleh tradisional khas Solo untuk dibawa pulang oleh para pelancong yang datang ke Solo.
Nahhhh mumpung masih pada liburan di Solo, monggo silahkan belanja oleh - oleh di Pasar Gede, sebelum pulang ke kota masing - masing.