27/09/2021
Setelah sukses menggelar Jazz Gunung Series Hybrid Concert Ijen – Bromo 2020 dengan prokes ketat dan konser dengan fasilitas swab antigen pertama, tahun ini, Jazz Gunung Bromo 2021 siap diselenggarakan di luar ruang dengan penonton kapasitas terbatas dan tetap menerapkan prokes ketat, serta mewajibkan seluruh yang hadir harus sudah divaksin.
Kolaborasi pemerintah dan kelompok masyarakat di gelaran Jazz Gunung Bromo 2021 menjadi kunci terwujudnya pergelaran seni dan budaya di tengah masa PPKM. Berdasarkan data asesmen level Covid-19 di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo sudah turun menjadi PPKM level 2.
Hal ini tentu saja menjadi kabar baik, sesuai peraturan PPKM yang berlaku untuk level 2 bahwa sektor pertunjukkan seni dan budaya sudah bisa dilaksanakan dengan beberapa ketentuan. Untuk itu secara resmi Jazz Gunung Bromo 2021 akan diselenggarakan tanggal 25 September 2021, dengan kapasitas penonton maksimal 25% atau setara 500 penonton. Tiket bisa didapatkan di www.jazzgunung.com dengan tarif Tribune Rp750.000, VIP Rp1.000.000, dan VVIP Rp1.250.000
Untuk penampil pada konser Jazz Gunung Bromo 2021 ini akan dimeriahkan oleh Ring of Fire Project feat. Fariz RM, JANAPATI (Dewa Budjana dan Tohpati), Dua Empat, Surabaya Pahlawan Jazz, dan The Jam’s (Otti Jamalus dan Yance Manusama.)
“Jazz Gunung Bromo 2021 adalah jawaban atas bagaimana beradaptasi dengan aturan PPKM dan menjadi titik kebangkitan penyelenggaraan event seni dan budaya. Dengan disiplin dari semua pihak dan vaksinasi, kita semua akan mampu menyelamatkan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara bersama-sama,” ungkap penggagas Jazz Gunung Indonesia dan juga Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM), Sigit Pramono.
“Dengan penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo 2021 ini, kami ingin menegaskan bahwa kita harus siap untuk bangkit dan beradaptasi dengan pandemi dan peraturan PPKM. Pertunjukkan ini akan menjadi semacam showcase, bagaimana kolaborasi pemerintah dan kelompok masyarakat mampu menyelenggarakan konser di tengah pandemi dengan protokol yang sangat ketat,” tutup Sigit.