Ahza travel

Ahza travel kami melayani paket haji dan umroh

24/04/2018
Monggo yg butuh bs langsung ke 081358837500
22/09/2017

Monggo yg butuh bs langsung ke 081358837500

13/09/2016

Tahap2 diharamkannya RIBA bagi umat Islam :

1. Surat Ar-Rum : 39 (Makkiyah)
Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak akan menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).

Pada ayat ini, Allah belum melarang. Hanya memperingatkan bahwa riba itu tidak ada pahalanya disisi Allah. Tidak ada keberkahan bagi para pelaku riba. Disamping itu, Allah juga menyampaikan bahwa sesungguhnya yg melipatgandakan itu adalah zakat.

2. Surat An-Nisa : 161
Dan disebabkan mereka memakan riba padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka telah memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir diantara itu siksa yang pedih.

Ayat ini diturunkan pada masa permulaan periode Madinah, sudah mengutuk dengan keras praktik riba, sebagaimana telah dilarang p**a pada kitab-kitab terdahulu. Pada tahap kedua ini, Al-Quran mensejajarkan orang yang mengambil riba dengan mereka yang mengambil kekayaan orang lain secara tidak benar dan mengancam kedua pihak dengan siksa Allah yang amat pedih.

"mereka" yg dimaksud pada ayat ini adalah mengacu kepada orang2 Yahudi yg walaupun telah dilarang melakukan riba, tetap saja melakukan. Jadi dg turunnya ayat ini, walau belum menjadi dalil qath'i dilarangnya riba, namun Allah sdh menyamakan prilaku orang2 yg memakan riba sebagaimana prilaku orang2 Yahudi.

3. Surat Ali-Imran : 130-132
(130) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
(131) dan periharalah dirimu dari api neraka yang disediakan untuk orang-orang kafir.
(132) dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.

Setelah bbrapa tahun di masa Madinah. Tutunlah ayat ini. Allah menyeru agar kaum muslimin menjauhi riba jika mereka menghendaki kesejahteraan yang diinginkan (dalam pengertian Islam yang sebenarnya). Selain itu secara tidak langsung Allah juga mengancam orang2 kafir dg siksa api neraka.
Ini adalah merupakan larangan Allah yg sangat tegas. Namun masih fokus pada riba2 yg bersifat keji. Yg secara langsung menganiaya orang2 yg dijerat olehnya. Jadi larangan keras ini baru bersifat sebagian. Hanya riba yg terus2an bertambah saja yg secara tegas dilarang. Belum berlaku menyeluruh kepada semua jenis riba.

4. Surat Al-Baqarah : 275-281
(275) Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
(276) Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.
(277) Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (p**a) mereka bersedih hati.
(278) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
(279) Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (p**a) dianiaya.
(280) Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
(281) Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Ayat ini merupakan kategori ayat2 yg diturunkan pada masa2 menjelang berakhirnya misi Rasulullah SAW sebagai utusan Allah. Ayat ini mengutuk keras mereka yang mengambil riba, riba secara menyeluruh, tidak perduli banyak atau sedikit.
Ayat ini juga menegaskan perbedaan yang jelas antara perniagaan dan riba, dan menuntut kaum muslimin agar menghapuskan seluruh utang piutang yang mengandung riba, menyerukan mereka agar mengambil pokoknya saja, dan mengikhlaskan kepada peminjam yang mengalami kesulitan.
Karena merupakan ayat terakhir yg diturunkan terkait riba, maka inilah syariat yg harus dipegang oleh seluruh umat Islam tanpa kecuali. Jika mereka tergolong orang2 yg takut kepada Allah, jika mereka ingin dikelompokkan sebagai orang2 yg beriman, jika mereka tidak ingin dijadikan penghuni neraka yg kekal didalamnya, jika mereka tidak ingin diperangi oleh Allah dan RasulNya.



Yg mau haji tahun 2016 semuga diberikan kemudahan dan haji yg mabrur...tp ingat dengan oleh oleh haji nya, kami menyedia...
25/07/2016

Yg mau haji tahun 2016 semuga diberikan kemudahan dan haji yg mabrur...tp ingat dengan oleh oleh haji nya, kami menyediakan khusus tas oleh oleh haji
tilp 087852624900
Wa 0818313011

Bismillahirrahmanirrahim...
26/02/2016

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalamu'alaikumyuk baca dengan seksama...agar kita selalu dalam lindunganya :)Ibnu Mas’ud pernah ditanya mengenai seseo...
29/01/2016

Assalamu'alaikum
yuk baca dengan seksama...
agar kita selalu dalam lindunganya :)

Ibnu Mas’ud pernah ditanya mengenai seseorang yang biasa memperlama shalatnya. Maka kata beliau,

إِنَّ الصَّلاَةَ لاَ تَنْفَعُ إِلاَّ مَنْ أَطَاعَهَا

“Shalat tidaklah bermanfaat kecuali jika shalat tersebut membuat seseorang menjadi taat.” (HR. Ahmad dalam Az Zuhd, hal. 159 dengan sanad shahih dan Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnaf 13: 298 dengan sanad hasan dari jalur Syaqiq dari Ibnu Mas’ud).

Al Hasan berkata,

مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ تَنْهَهُ عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمنْكَرِ، لَمْ يَزْدَدْ بِهَا مِنَ اللهِ إِلاَّ بُعْدًا

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat, lantas shalat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah.” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari dengan sanad yang shahih dari jalur Sa’id bin Abi ‘Urubah dari Qotadah dari Al Hasan)

Abul ‘Aliyah pernah berkata,

إِنَّ الصَّلاَةَ فِيْهَا ثَلاَثُ خِصَالٍ فَكُلُّ صَلاَةٍ لاَ يَكُوْنُ فِيْهَا شَيْءٌ مِنْ هَذِهِ الخَلاَل فَلَيْسَتْ بِصَلاَةٍ: الإِخْلاَصُ، وَالْخَشْيَةُ، وَذِكْرُ اللهِ. فَالإِخْلاَصُ يَأْمُرُهُ بِاْلمعْرُوْفِ، وَالخَشْيَةُ تَنْهَاهُ عَنِ المنْكَرِ، وَذِكْرُ القُرْآنِ يَأْمُرُهُ وَيَنْهَاهُ.

“Dalam shalat ada tiga hal di mana jika tiga hal ini tidak ada maka tidak disebut shalat. Tiga hal tersebut adalah ikhlas, rasa takut dan dzikir pada Allah. Ikhlas itulah yang memerintahkan pada yang ma’ruf (kebaikan). Rasa takut itulah yang mencegah dari kemungkaran. Sedangkan dzikir melalui Al Qur’an yang memerintah dan melarang sesuatu.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 65).

Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali hafizhohullah berkata, “Siapa yang merutinkan shalat dan mengerjakannya di waktunya, maka ia akan selamat dari kesesatan.” (Bahjatun Nazhirin, 2: 232).

Jika ada yang sampai berbuat kemungkaran, maka shalat pun bisa mencegahnya dari perbuatan tersebut.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mengatakan,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِّي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ فُلاَنًا يُصَلِّيْ بِاللَّيْلِ فَإِذَا أَصْبَحَ سَرِقَ؟ فَقَالَ: “إِنَّهُ سَيَنْهَاهُ مَا يَقُوْلُ

“Ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata, “Ada seseorang yang biasa shalat di malam hari namun di pagi hari ia mencuri. Bagaimana seperti itu?” Beliau lantas berkata, “Shalat tersebut akan mencegah apa yang ia katakan.” (HR. Ahmad 2: 447, sanadnya shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

mari jaga sholat kita agar allah selalu menjaga kita :)

yuk hijab dengan hati ya ukhti :)
29/01/2016

yuk hijab dengan hati ya ukhti :)

Assalamu'alaikum wahai saudarakudalam islam kita di ajarkan tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar - Memerintahkan Kebaikan dan...
29/01/2016

Assalamu'alaikum wahai saudaraku

dalam islam kita di ajarkan tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar - Memerintahkan Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Islam bukanlah agama individual/nafsi- nafsi yang hanya mementingkan diri sendiri. Namun juga merupakan agama sosial di mana setiap anggota masyarakat harus melakukan kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar terhadap sesama. Menyuruh mengerjakan kebaikan dan Mencegah perbuatan mungkar.
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati dengan kebenaran dan nasihat menasihati dengan kesabaran.” [Al ‘Ashr 2-3]

Dari surat Al ‘Ashr di atas jelas. Selain beriman dan mengerjakan perbuatan baik, kita juga harus nasehat-menasehati dengan kebenaran dan kesabaran. Artinya kita tidak bisa diam saja melihat kemungkaran, namun dengan sabar terus menasehati agar orang-orang lain juga ikut berbuat baik dan benar dan menghentikan perbuatan mungkar.

Kita wajib melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar serta saling nasehat-menasehati. Tidak ada yang maksum selain Nabi. Oleh karena itu, manusia biasa, ustadz, ulama, atau murobbi dan sebagainya, jika keliru, kita wajib mengkoreksinya. Jika tidak, maka nasib kita seperti para Rabi Yahudi dan Rahib Nasrani yang dilaknat Allah. Jika kemaksiatan dan kemungkaran merajalela, maka Allah menurunkan siksa yang tidak hanya menimpa orang yang zalim saja.
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” [Al Anfaal 25]

yuk like & share agar saudara kita yang lain saling mengingatkan akan kebaikan agar kita semua terjauh dari perbuatan mungkar :)

Address

City Of Tomorrow Blok Fs 20 No 3
Surabaya
6000

Telephone

0818313011

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ahza travel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category