CV Nur Warda Travel

CV Nur Warda Travel KEPUASAN ANDA ADALAH TUJUAN KAMI

Pelayanan ramah,harga murah (harga nett ) Siap Melayani :
1.Tiket Pesawat Domestik Maupun Internasional
2.Pengurusan Pasport dan Visa
3.Tour Domestik maupun Internasional
4.Travelling
5.Tiket Kapal laut

*Info 24 jam nonstop :

Email / YM :[email protected]
Gmail : [email protected]
Hp : 085815313823,087856432818
PIN BB :215F2A6C
Whatsapp : 087856432818
We Chat : 087856432818
Line : andy_fransiska
Twitter :

05/04/2017

Menjelang puasa atau liburan mari untuk reservasi dan pemesanan traveling mobil besar dan pribadi siap kami melayani
Info kontak 087852233330 (whatsapp)

29/10/2015

Tebar tiket murah ke mana aja dan hotel domestik dan internasional melayani antar jemput
Hubungi :087856432818

11/10/2014

untuk reservasi pemesanan tiket pesawat dan kapal laut bisa hub 087856432818 atau datang ke kantor jl kalimas baru 194 ....
kami siap melayani 24 jam dan siap mencarikan harga promo,anda puas kami senang !!!!!

27/02/2014

Beriringnya naiknya nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar US .... harga tiket ke dan dari indo ke luar negeri mengalami kenaikan harga 20 persen .... untuk domestik hanya naik 10 persennn

pemesanan tiket dan voucher hotel bisa hub kami di hotline 081222602261 24 jam

05/02/2014

AirAsia dan Lion Air Berebut Jadi Raja LCC di Asia

Dalam waktu beberapa tahun belakangan ini dan beberapa tahun mendatang, pasar penerbangan berbiaya rendah atau low-cost carrier (LCC) di Asia masih akan diramaikan dengan persaingan sengit antara dua maskapai penerbangan, AirAsia asal Malaysia dan Lion Air dari Indonesia. Keduanya ngotot dan sangat ambisius untuk menjadi raja LCC di Asia Tenggara, bahkan Asia.

Untuk saat ini, AirAsia boleh jadi masih memimpin sebagai LCC terbesar di Asia Tenggara mengalahkan Lion Air. Perusahaan yang bermarkas di Kuala Lumpur ini telah memiliki beberapa cabang, di antaranya di Indonesia, Thailand, Filipina, dan yang terakhir ada di India meskipun hingga kini belum mulai melayani pelanggan.

Di sisi lain, Lion Air yang merupakan penguasa penerbangan domestik di Indonesia terus menggerus pasar penerbangan domestik yang dioperasikan oleh Indonesia AirAsia, sebuah unit AirAsia di Indonesia. Saat ini terlihat Indonesia AirAsia cukup sulit berkembang pada rute domestik di Indonesia karena terus mendapatkan tekanan dari Lion Air. Seakan-akan frustasi, Indonesia AirAsia lebih memilih fokus dalam mengembangkan rute internasional dibandingkan rute domestik. Saat ini rasio rute internasional Indonesia AirAsia lebih tinggi dibandingkan rute domestik dengan komposisi 60 banding 40.

Maret 2013, Lion Air meluncurkan maskapai baru di Malaysia dengan nama Malindo Air. Maskapai ini merupakan peluru Lion Air untuk mengganggu AirAsia Group dan akan berhadapan secara langsung dengan Malaysia AirAsia. Ambisi Lion Air untuk membesarkan Malindo Air juga cukup tinggi dengan rencana pengoperasian 100 pesawat dalam waktu 10 tahun.

INDONESIA_AIRASIA_AIRBUS_A320_ACHDIYATMA_REZA_P9060237

Meskipun tidak mengaku sebagai LCC, namun Malindo Air memberikan harga yang sama bahkan lebih murah dibanding AirAsia pada rute yang dilayani keduanya dengan fasilitas dan pelayanan lebih baik. Sebagai contoh, Malindo Air memberikan bagasi secara gratis, fasilitas hiburan di setiap kursi, ruang kaki yang luas, serta makanan ringan dan minuman. Semua itu tidak bisa didapatkan di AirAsia secara gratis karena penumpang harus membayar berbagai fasilitas tambahan yang diinginkan. Hasilnya, yield yang didapatkan AirAsia pada rute yang juga dioperasikan Malindo Air turun cukup signifikan karena keduanya terlibat perang harga dan berujung pada turunnya keuntungan Malaysia AirAsia.

Tidak cukup memberikan tekanan pada unit bisnis AirAsia di Indonesia dan Malaysia, Lion Air yang dipimpin oleh Rusdi Kirana itu kembali membangun maskapai baru di Thailand. Maskapai yang bernama Thai Lion Air itu bermarkas di Bandara Don Mueang, Bangkok, dan menjadi senjata untuk menyerang unit AirAsia di Thailand, Thai AirAsia. Thai Lion Air telah beroperasi sejak awal Desember 2013 dan telah melayani rute penerbangan domestik dan penerbangan internasional ke Jakarta dan Kuala Lumpur.

Malindo-Air-1-Russell-Hill-Flickr

Meskipun mendapatkan berbagai serangan bertubi-tubi, Tony Fernandes sebagai pimpinan AirAsia Group merupakan pebisnis ulung yang cerdik dan akan mampu untuk terus mengembangkan usahanya. Sebagai bentuk keseriusan menghadapi Lion Air sekaligus mengembangkan pasar Indonesia yang sangat besar, Tony Fernandes bahkan rela pindah dari Kuala Lumpur ke Jakarta. Tidak hanya itu, Tony Fernandes juga memindahkan kantor pusat AirAsia Group ke ibu kota Indonesia.

Arah kedua maskapai dalam mengembangkan usaha tergolong mirip. AirAsia telah memiliki cabang di berbagai negara, yaitu Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan India. Tahun depan AirAsia sudah memiliki rencana untuk kembali ke pasar Jepang setelah gagal dalam proyek AirAsia Japan bersama mitranya, All Nippon Airways (ANA). Sedangkan Lion Air baru ada di tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Namun, Lion Air juga memiliki ambisi besar untuk membuka cabang di berbagai negara di Asia, termasuk Vietnam. Tidak ada yang tahu pasti kapan rencana ini akan terealisasi. Biasanya Lion Air cukup rapat dalam menyimpan strateginya dan sulit diendus oleh media.

TONY_FERNANDES_AIRASIA_GROUP_AIRBUS

AirAsia bersama dengan anggota grupnya hanya mengoperasikan satu jenis pesawat, Airbus A320. Khusus untuk AirAsia X mengoperaskan pesawat Airbus A330-300 karena maskapai ini fokus dalam melayani penerbangan jarak menengah. Jika seluruh pesawat telah dikirimkan, armada AirAsia akan berjumlah 520 pesawat yang dibagikan kepada setiap anggota grup.

Di lain pihak, Lion Air Group mengoperasikan pesawat yang lebih beragam dengan penggunaan disesuaikan dengan karakter masing-masing anggota grup. Secara total, pesanan pesawat Lion Air sekitar 707 pesawat, terdiri dari ATR 72, Airbus A320, Airbus A320neo, Airbus A321neo, Boeing 737 Next Generation, Boeing 737 MAX, dan Boeing 787 Dreamliner. Pesawat-pesawat ini akan digunakan oleh Lion Air sendiri dan anak-anak usahanya, seperti Wings Air, Batik Air, Malindo Air, Thai Lion Air, dan berbagai maskapai baru yang dibentuk di masa depan.

Batik_Air_Boeing_737-900ER_Yulianus_Liteni_X0N1947

Lalu, siapakah yang akan memenangi persaingan sebagai raja low-cost carrier (LCC) dengan pangs

05/02/2014

Indonesia Air Asia Sabet Excellent Service Experience Award 2014

Satu penghargaan kembali diraih Indonesia AirAsia yakni Excellent Service Experience Award 2014 atau Perusahaan Penerbangan dengan Pelayanan di Kabin Pesawat serta Pelayanan Ground Handling Terbaik dari Carre Center for Customer Satisfaction and Loyalty (Carre CCSL).

Penghargaan tersebut diberikan oleh CEO Carre CCSL Yuliana Agung kepada Presiden Direktur AirAsia Indonesia Dharmadi dalam acara yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta.

Menurut Dharmadi, penghargaan ini menunjukkan komitmen maskapainya dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Sebagai brand maskapai penerbangan berbiaya hemat terbaik di dunia, AirAsia senantiasa berupaya memberikan pengalaman perjalanan berkesan bagi seluruh pelanggan.

Carre CCSL yang merupakan lembaga riset independen di bidang service quality dan customer management ini memberikan penghargaan kepada AirAsia Indonesia berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada Oktober 2013 hingga Desember 2013 di Jakarta dan Surabaya dengan melibatkan 1.000 responden.

“Melalui survei tersebut, Indonesia AirAsia berhasil memperoleh nilai Indonesian Service Experience Index (ISEI) sebesar 85,106 untuk kategori pelayanan kabin (cabin service) dan pelayanan di darat (ground handling),” kata Dharmadi.

Ditambahkan, adapun kriteria yang dinilai adalah pengalaman yang melibatkan panca indera pelanggan (customer sense experience), pengalaman yang melibatkan emosi/mood pelanggan (customer emotion/mood experience), dan pengalaman atas solusi pemecahan masalah (customer problem solution experience).

Dharmadi menambahkan penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi AirAsia Indonesia untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kenyamanan perjalanan pelanggan.

“Penghargaan ini juga tidak lepas dari kontribusi seluruh divisi di AirAsia Indonesia yang terus bekerja guna memastikan pelayanan prima kepada seluruh pelanggan,” jelas Dharmadi.

09/01/2014

Pengoperasian Bandara Halim Perdanakusuma Bisa Kurangi 11 Persen Kepadatan Soekarno Hatta

Dioperasikannya Bandara Halim Perdanakusuma sebagai bandara komersial disebut Menteri Perhubungan EE Mangindaan mampu mengurangi 10 hingga 11 persen kepadatan di Bandara Soekarno Hatta. “Pemindahan ini bisa mengurangi sekitar 10-11 persen kepadatan di Soetta yang dialihkan ke Halim,” kata Menhub seperti dilansir Okezone.

Menurut Menhub, saat ini, kondisi Bandara Soekarno-Hatta sudah mencapai titik over-capacity alias kelebihan muatan, baik dari sisi penumpang atau penerbangan. Dikatakan, saat ini Halim Perdanakusuma secara keseluruhan menerima 12 pergerakan setiap jamnya. Adapun slot time yang tersedia saat ini sebanyak 126 slot untuk waktu pengoperasian selama 24 jam.

“Satu hari kalau sampai jam sembilan malam itu ada 72 penerbangan, jadi 126 penerbangan kalau 24 jam,” katanya.

Ditambahkan, 10 Januari 2014, Citilink yang akan menjadi maskapai penerbang pertama yang akan melakukan sebagian penerbangannya. Di mana Citilink akan melakukan 16 penerbangan di Halim. Sementara Garuda Indonesia akan melakukan kesiapan penerbangan di Halim pada Februari, dan Indonesia AirAsia menyatakan kesiapannya pada Maret 2014.

“Kalau 126 penerbangan sudah bisa jalan sampai Maret, maka akan lebih lagi, Jadi longgarlah di Soetta tanpa menambah penerbangan,” tandasnya.

Ini Tujuh Rute yang Dioperasikan dari Bandara Halim PerdanakusumaBesok, Jumat (10/1/2014), rencananya Bandara Halim Perd...
09/01/2014

Ini Tujuh Rute yang Dioperasikan dari Bandara Halim Perdanakusuma

Besok, Jumat (10/1/2014), rencananya Bandara Halim Perdanakusuma akan resmi beroperasi sebagai bandara untuk penerbangan reguler. Citilink merupakan maskapai penerbangan yang pertama beroperasi, disusul oleh Garuda Indonesia pada Februari, dan Indonesia AirAsia pada Maret 2014.

Berdasarkan rencana yang sudah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan, ketiga maskapai ini akan melayani tujuh rute penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma dengan tujuan Medan, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Pontianak.

Menurut Kepala Bagian Hukum dan Humas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Israful Hayat, Citilink akan melayani empat rute penerbangan, yaitu Halim-Palembang, Halim-Semarang, Halim-Yogyakarta, dan Halim-Malang. Rute-rute ini akan dioperasikan dengan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi.

Sementara itu, Garuda Indonesia akan melayani penerbangan Halim-Palembang, Halim-Semarang, Halim-Yogyakarta, Halim-Surabaya, dan Halim-Pontianak dengan mengandalkan pesawat Boeing 737-800 berkapasitas 156 kursi. Sedangkan Indonesia AirAsia akan mengoperasikan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi untuk melayani rute Halim-Medan, Halim-Yogyakarta, dan Halim-Surabaya.

Citilink Akan Terbang 16 Kali Sehari dari Bandara Halim PerdanakusumaBandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, akan mulai di...
09/01/2014

Citilink Akan Terbang 16 Kali Sehari dari Bandara Halim Perdanakusuma

Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, akan mulai digunakan sebagai bandara untuk penerbangan komersial berjadwal dengan pesawat lebih dari 100 kursi mulai 10 Januari 2014, besok. Citilink menjadi maskapai penerbangan pertama yang akan beroperasi di bandara tersebut.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, Citilink mendapatkan jatah untuk melayani 16 penerbangan sehari yang terbagi dalam empat rute penerbangan, yakni Halim-Palembang, Halim-Yogyakarta, Halim-Malang, dan Halim-Semarang. “Kami ucapkan terima kasih kepada maskapai dan juga TNI Angkatan Udara atas dukungannya untuk pemindahan bandara ini,” ujar Mangindaan.

Selain Citilink, maskapai penerbangan lain yang akan beroperasi di Halim adalah Garuda Indonesia dan Indonesia AirAsia. Masing-masing maskapai itu akan beroperasi secara bertahap pada Februari dan Maret 2014. Sementara itu, maskapai penerbangan lain seperti Lion Air juga sedang mempertimbangkan untuk beroperasi di bandara ini.

Secara total, Bandara Halim Perdanakusuma bisa menampung 126 penerbangan dalam sehari atau sekitar 10-11 persen dari kapasitas Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Namun, jika dioperasikan hingga pukul 21.00 WIB, bandara ini hanya mampu menampung 29 penerbangan saja. Mangindaan berharap kapasitas ini bisa bertambah sehingga bisa benar-benar membantu kemacetan di Bandara Soekarno-Hatta. “Saya harap ini bisa membuat Bandara Soekarno-Hatta semakin longgar dan delay bisa berkurang,” ucapnya.

Address

Jalan Kalimas Baru 194 (Dalam Pelabuhan Tj. Perak) Surabaya
Surabaya
60165

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CV Nur Warda Travel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to CV Nur Warda Travel:

Share

Category