11/01/2021
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un, Cukuplah Kematian Sebagai Nasehat
Maka, apabila sudah diketahui kematian itu datangnya tiba-tiba, lantas sudah sesiap apa kita menghadapinya..?! Sungguh, cukuplah kematian sebagai pelajaran.
Abu Hurairah menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW pernah bersabda, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (dunia).” Kemudian para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah pemutus kelezatan (dunia) itu?” Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kematian.” (HR. Al Baihaqi)
Daqaaq rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa yang banyak mengingat kematian, maka akan dianugerahi oleh Allah tiga keutamaan; Bersegera dalam Taubat, Giat dan semangat dalam beribadah pada Allah, dan Tumbuh rasa qana’ah dalam hati. (Al Qiyamah Ash Shughra, Syaikh Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar).
Tidakkah kita mengambil pelajaran? ‘Amar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat dan pelajaran. Cukuplah keyakinan sebagai kekayaan. Dan cukuplah ibadah sebagai kegiatan yang menyibukkan.” (Aina Nahnu Min Haa-ula-i, Syaikh Abdul Malik Qasim)
Kematian, dia akan datang sekarang atau nanti. Tugas manusia hanyalah mempersiapkan diri agar menjadi sebaik-baik kematian. Bismillah, semoga husnul khatimah.
Turut bela sungkawa atas musibah Sriwijaya Air. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahummaghfirlahum warhamhum wa 'afihi wa' fu'anhum.
=====================
PT. Freshnel Kreasindo Perkasa
Associated with .rihaalfreshnel