11/07/2022
Bismillah.. ijin berbagi tentang Haji dengan visa Furodha yang saat Ini ramai dibicarakan.
Jadi sebenarnya visa Haji Furodha itu adalah G to B ( dari Pemerintah dalam Hal Ini Kementrian Haji KSA) dengan business ( Travel). Jika visa Haji Regular dan Haji khusus VIP itu urusannya G to G, maka visa Furodha Ini memang berbeda.
Awalnya visa Furodha adalah visa undangan atau Mujamalah dari Pemerintah Saudi kepada siapapun tamu kehormatan. Sahabat, duta besar, kepala negara, Menteri, pejabat urusan Haji atau misal penghafal Quran. Jenis visanya resmi dan terdaftar di Sistem e-Hajj Pemerintah KSA.
Karena tingginya permintaan visa Haji di negara seperti Indonesia yang penduduknya ada 278.752.361 jiwa dan tercatat 86,7% adalah Muslim. Maka visa Furodha akhirnya dilihat sebagai jalan keluar sekaligus celah bisnis bagi yang berkepentingan.
Antusius masyarakat pun luar biasa. Mereka yang memiliki rezeki yang lebih, tak ragu-ragu merogoh kocek dalam-dalam demi bisa menunaikan ibadah Haji tanpa harus masuk daftar tunggu, yang saat Ini di Indonesia antriannya sudah ngga masuk akal.
Sebenarnya pelaksanaan Haji dengan visa Furodha Ini bukan hal baru. Namun sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu sebelum pandemi. Hanya saja pemerintah Indonesia menerapkan aturan khusus dalam undang-undang nomor 8 Tahun 2019, dalam pasal 18, bahwa keberangkatan Haji Mujamalah / visa Furodha harus melalui PIHK ( Penyelenggara Ibadah Haji Khusus). Karena itu masyarakat harus ceck dan receck Travel yang menawarkan paket Furodha. Apakah Travel tersebut telah terdaftar sebagai PIHK atau tidak.
Kasus tertahannya 46 Jamaah Haji di Bandara Jeddah pada Tahun Ini adalah contoh kasus Jamaah yang berangkat melalui Travel Tak berijin PIHK. Selain itu visa yang digunakan berasal dari negara lain tetapi berangkat dari Indonesia ( dokumen tidak memenuhi syarat).
Akan tetapi ranah dikeluarkannya visa Furodha Ini 100% adalah hak prerogative Kementrian Haji KSA, dalam Hal Ini travel sebonafid apapun tidak bisa menjamin bahwa 100% jamaah Furodha bisa berangkat. Dan Ini sudah terjadi sejak dulu, di mana Jamaah selalu diberikan pengertian bahwa travel tidak bisa menjamin 100% keberangkatan jamaah. Yang bisa travel usahakan adalah pemberian layanan, pendampingan dan fasilitas terbaik sesuai paket.
Untuk Travel Andalus Group Indonesia, Andalus Tour penyelenggaraan Haji Furodha bukan hal baru.
Dalam Hal Ini Andalus membagi Jamaah Furodha dalam 3 paket sesuai Fasilitas Dan Layanan yang diterima.
Paket Pertama yakni Furodha Arbain dengan durasi 21 hari. Harga mulai $20.500 dengan fasilitas pesawat Saudia, Hotel Movenpick di Makkah Dan Madinah, Maktab Apartment 114 Dan 115, konsumsi makan 3 Kali sehari full board, Muthowiff handal Dan berpengalaman, bus Saptco, Dan perlengkapan Abaya / Baju Taqwa, Kain Ihram / Mukenah,. seragam batik 2 stel, koper besar +kecil, cover koper, tas tenteng, tas sendal, toileters suitcase, bantal, sabuk, payung, syal, buku panduan manasik, masker, handspray, sticker dan yg penting adalah wireless guide.
Ada juga paket non Arbain start $17.900 dengan hotel Movenpick dan pesawat Saudia. Paket Maqbulah start $15.000 dengan hotel Ajyad Makarim ( Makkah) Dan Al Haram ( Madinah) dan pesawat Saudia. Semua dengan Maktab Apartment 114 Dan 115.
Berikut Ini contoh Brosur paket-paket Haji Furodha by Andalus Group
Andalus Tour