18/08/2026
Usung Tema Dananjaya, ISI Surakarta Resmi Buka PKKMB 2026/2027 untuk 1.302 Mahasiswa Baru
SURAKARTA, 18 Agustus 2026 – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta secara resmi membuka rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Acara pembukaan ini berlangsung khidmat di Pendopo Joyokusumo ISI Surakarta pada Selasa (18/8). Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., membuka acara secara simbolis yang ditandai dengan pemukulan gong di hadapan 1.302 mahasiswa baru dari berbagai fakultas yang hadir.
Pada tahun akademik ini, panitia pelaksana memilih tema “Dananjaya” sebagai maskot dan esensi utama kegiatan pengenalan kampus. Dananjaya merupakan nama lain dari tokoh pewayangan ksatria Arjuna yang dikenal sangat mahir memainkan busur panah bernama Gandiva. Pilihan maskot filosofis ini merepresentasikan sebuah proses panjang yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa seni sebelum mencapai tingkat kematangan optimal dalam berkarya di tengah masyarakat.
Dalam pidato sambutannya, Rektor Dr. Bondet Wrahatnala,Ssos.,M.Sn. menyampaikan bahwa PKKMB bukan sekadar agenda pengenalan fasilitas fisik kampus, jajaran dosen, atau organisasi kemahasiswaan semata. Momentum berharga ini merupakan langkah awal bagi seluruh mahasiswa baru untuk memulai perjalanan mendalam dalam mengenali potensi diri sendiri, menemukan karakter suara kreatif, dan menentukan kontribusi karya nyata yang ingin dihadirkan bagi masyarakat luas. Rektor juga menegaskan bahwa kehidupan kampus merupakan transisi krusial untuk membentuk pribadi yang jauh lebih dewasa, mandiri, berintegritas tinggi, tangguh, serta adaptif terhadap atmosfer akademik.
Lebih lanjut, Rektor mengaitkan perjalanan spiritual tokoh ksatria Arjuna dengan proses adaptasi para mahasiswa seni baru di lingkungan ISI Surakarta. Arjuna harus belajar keras, berlatih secara konsisten, mengendalikan hawa nafsu diri, dan bersabar dalam waktu lama sebelum akhirnya memperoleh senjata legendaris bernama Pasopati. Simbolisme tersebut bermakna sangat dalam bahwa kemampuan seni sejati tidak pernah lahir secara instan atau tiba-tiba. Bakat tersebut