28/04/2026
Pembangunan Unit Usaha Khusus Agro Oleh KDMP Perean.
Selama ini, para petani di Desa Perean menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Sebagaimana kita ketahui, terdapat tiga subak utama yaitu Subak Palian, Subak Bunyuh, dan Subak Perean, dengan total lahan basah yang dikelola mencapai sekitar 250 hingga 300 hektar.
Mayoritas masyarakat Perean menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya sebagai petani padi. Tetapi, sebagian besar petani hanya mengelola lahan dalam skala kecil, berkisar antara 30 are hingga 1 hektar. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan terhadap berbagai permasalahan, terutama sejak awal musim tanam.
Permasalahan dimulai dari keterbatasan modal, kesulitan dalam pengadaan pupuk dan bibit, hingga tantangan dalam perawatan tanaman seperti serangan hama dan ketidakpastian cuaca. Semua itu berujung pada satu fase paling krusial: masa panen.
Ironisnya, di saat panen seharusnya menjadi momen kebahagiaan, justru menjadi beban terberat bagi petani. Risiko gagal panen akibat hama dan cuaca sering kali menghantui. Bahkan ketika panen berhasil, petani masih dihadapkan pada persoalan lain, yaitu sistem pembelian hasil panen yang belum transparan. Peran tengkulak yang dominan sering membuat harga jual tidak berpihak kepada petani, sehingga keuntungan yang diperoleh jauh dari maksimal.
Melihat kondisi tersebut, hadir sebuah harapan baru melalui Koperasi Desa Merah Putih Perean.
Koperasi ini akan menjadi wadah perjuangan bersama, dengan menghadirkan unit usaha di bidang agro yang bekerja sama langsung dengan para subak. Tidak hanya itu, koperasi juga akan menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan MoU dengan PT Eratani, sebuah perusahaan agritech yang berpengalaman dalam mendukung ekosistem pertanian di Indonesia.
Kolaborasi ini akan memberikan solusi menyeluruh bagi petani, mulai dari:
* Akses permodalan yang lebih mudah dan terstruktur
* Pendampingan intensif oleh tenaga ahli sejak masa tanam hingga panen
* Penyediaan sarana produksi pertanian yang lebih terjamin
* Hingga kepastian pembelian hasil panen secara langsung dengan harga yang transparan mengikuti pasar
Hasil panen petani akan dibeli langsung, dan sistem pembayarannya akan dipotong secara adil untuk pelunasan modal. Sisa keuntungan sepenuhnya menjadi milik petani, sehingga mereka dapat lebih sejahtera dan mandiri.
Ke depan, koperasi ini tidak hanya fokus pada padi, tetapi juga akan mengembangkan potensi pertanian lainnya seperti durian, sayur-sayuran, hingga bunga pacah yang selama ini menjadi sumber penghasilan harian masyarakat untuk kebutuhan adat dan upacara di Bali.
Inilah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi desa.
Mari kita bersatu, bergotong-royong, dan saling mendukung dalam membangun kekuatan ekonomi melalui Koperasi Desa Merah Putih Perean. Karena koperasi ini adalah milik kita, dari kita, oleh kita, dan untuk kita.
Bersama, kita majukan Desa Perean