27/03/2026
“Ke Baitullah itu… maunya kita, atau maunya Allah?”
Kalau kita bilang ini hanya keinginan kita,
kenapa banyak orang yang mampu… tapi belum juga berangkat?
Tapi kalau kita bilang ini panggilan Allah,
lalu kenapa ketika kesempatan itu datang… kita justru menunda?
Coba kita pikirkan pelan-pelan…
Kebaikan itu dianjurkan untuk disegerakan, bukan ditunda.
Dan umroh… adalah salah satu kebaikan besar yang Allah muliakan.
Artinya,
kalau hari ini Allah sudah bukakan jalan—
kita tahu caranya, kita lihat peluangnya, kita mulai kepikiran ke sana…
itu bukan kebetulan.
Masalahnya, kita sering berkata:
“Nanti kalau uang sudah cukup…”
“Nanti kalau sudah benar-benar siap…”
“Nanti kalau waktu sudah longgar…”
Padahal…
tidak ada jaminan kita akan sampai ke “nanti” itu.
Jangan-jangan…
bukan Allah yang menunda kita,
tapi kita yang menunda panggilan-Nya.
Karena yang berangkat ke Baitullah itu bukan yang paling siap…
tapi yang paling berani melangkah.
Dan seringnya,
kesiapan itu datang setelah kita memulai.
Kalau hari ini hati kita mulai tergerak…
mungkin itu bukan sekadar keinginan.
Mungkin itu cara Allah memanggil—
pelan, tapi pasti.
Sekarang pertanyaannya bukan lagi “mampu atau tidak”…
tapi…
kalau sudah ada kesempatan, kita mau menjawab… atau tetap menunda?
Kalau tulisan ini relate,
❤️ like biar lebih banyak yang tersentuh
💬 komen “Bismillah” kalau ingin dimudahkan ke Baitullah
📤 share ke orang yang juga kamu ingin ajak ke sana
➕ follow untuk konten pengingat hati lainnya