06/06/2026
# Kembali Kepada Cahaya Al-Qur'an (3)
# # Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar Al-Qur'an
Tidak sedikit orang tua yang rela mengeluarkan jutaan rupiah agar anak-anaknya pandai membaca, menulis, dan memperoleh pendidikan terbaik.
Mereka berharap anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sukses, memiliki masa depan yang baik, serta hidup bahagia di dunia dan akhirat.
Namun terkadang, orang tua yang sama masih menunda belajar membaca Al-Qur'an karena merasa malu, gengsi, atau menganggap usianya sudah tidak memungkinkan lagi untuk belajar.
Padahal Al-Qur'an adalah kitab yang kelak akan menemani kita hingga ke alam kubur, bahkan menjadi syafaat bagi para pembacanya pada hari kiamat.
Maka pertanyaannya bukanlah:
"Apakah saya masih bisa belajar?"
Tetapi:
"Mengapa saya masih menundanya?"
Banyak orang tua yang sebenarnya ingin belajar membaca Al-Qur'an.
Mereka ingin memperbaiki bacaannya.
Mereka ingin memahami ayat-ayat Allah.
Mereka ingin lebih dekat dengan Al-Qur'an.
Namun ada satu penghalang yang sering kali lebih besar daripada kesulitan belajar itu sendiri.
Yaitu rasa malu.
Ada yang berkata:
"Saya sudah tua."
Ada yang berkata:
"Malu belajar dari orang yang lebih muda."
Ada yang berkata:
"Bagaimana kalau orang tahu saya belum lancar membaca Al-Qur'an?"
Dan ada p**a yang berkata:
"Sudahlah, sudah terlambat."
Padahal sesungguhnya, yang memalukan bukanlah belum bisa membaca Al-Qur'an.
Yang memalukan adalah ketika Allah masih memberi umur, kesempatan, dan kesehatan, tetapi kita tidak mau belajar.
Coba kita renungkan.
Ketika tidak bisa menggunakan telepon genggam, kita belajar.
Ketika tidak memahami suatu pekerjaan, kita belajar.
Ketika ingin memperoleh penghasilan yang lebih baik, kita rela mengikuti pelatihan dan pendidikan.
Lalu mengapa ketika tidak mampu membaca kalam Allah dengan baik, kita justru merasa cukup dengan keadaan itu?
Bukankah Al-Qur'an lebih layak untuk diperjuangkan?
Bukankah Al-Qur'an akan menemani kita hingga ke alam kubur?
Bukankah Al-Qur'an akan menjadi syafaat bagi para pembacanya pada hari kiamat?
Saudaraku,
Jangan biarkan rasa malu menghalangi langkah menuju kebaikan.
Setiap ahli Al-Qur'an yang kita kagumi hari ini juga pernah belajar dari nol.
Mereka juga pernah terbata-bata.
Mereka juga pernah salah mengucapkan huruf.
Mereka juga pernah ditegur dan diperbaiki bacaannya.
Tidak ada seorang pun yang lahir langsung menjadi ahli Al-Qur'an.
Semua berawal dari keberanian untuk belajar.
Bahkan Rasulullah ο·Ί memberikan kabar gembira bagi orang yang masih terbata-bata membaca Al-Qur'an.
"Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia masih terbata-bata serta mengalami kesulitan dalam membacanya, maka baginya dua pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)
Perhatikanlah.
Bukan dicela.
Bukan direndahkan.
Justru diberi dua pahala.
Karena Allah melihat kesungguhan dan perjuangannya.
Maka jika hari ini Anda merasa sudah terlambat untuk belajar Al-Qur'an, ketahuilah:
Seterlambat apa pun kita memulai, itu tetap lebih baik daripada tidak memulai sama sekali.
Mungkin kita tidak akan menjadi qari terkenal.
Mungkin kita tidak akan menjadi hafizh 30 juz.
Tetapi bukankah sangat indah jika suatu hari kita dapat menghadap Allah sambil berkata:
"Ya Allah, aku telah berusaha belajar membaca kitab-Mu dengan kemampuan yang Engkau berikan kepadaku."
Maka jangan tunggu besok.
Jangan tunggu pensiun.
Jangan tunggu anak-anak besar.
Jangan tunggu waktu luang yang belum tentu datang.
Mulailah hari ini.
Satu huruf.
Satu ayat.
Satu halaman.
Satu langkah kecil menuju Al-Qur'an.
Karena perjalanan yang panjang selalu dimulai dengan langkah pertama.
Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk kembali belajar Al-Qur'an dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang dekat dengan kitab-Nya.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
---
πΏ Ingin mendapatkan tulisan-tulisan inspiratif tentang Al-Qur'an, pendidikan keluarga, dan pembinaan generasi?
π Website
https://program-rumahtahfidz-cahayaazami.netlify.app
βοΈ Channel/Saluran WhatsApp
https://whatsapp.com/channel/0029VaiTdLg6rsQk2I2WiN0p
---
Serial: Kembali Kepada Cahaya Al-Qur'an (3)
Bersambung sore ini, insya Allah:
"Beranikah Kita Mengorbankan Waktu dan Biaya Untuk Al-Qur'an?" π·
Rumah Tahfidz Yayasan Cahaya Azami Takengon β Program Tahfidz AlQur'an, Sosial, dan Kemanusiaan di Aceh Tengah