Kabupaten Sumbawa Barat terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di ujung barat Pulau Sumbawa, yaitu salah satu bagian daratan destinasi pariwisata dunia. Bak rangkaian paralel, sederet dengan Pulau Bali, Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Sumba,, Pulau Komodo, Pulau Flores, merupakan sederet pulak eksotis yang tercipta di belahan dunia trofis. Secara Koordinat pemetaan bumi, Kabupaten S
umbawa Barat terletak di antara 08o30’ – 09o05’ Lintang Selatan dan 116o 42’ – 177o-05’ Bujur Timur. Kabupten ini telah dianugerahi kekayaan alam yang sangat melimpah oleh yang Maha Pencipta, dengan posisi koordinat dan letaknya yang berada di utara Laut Flores dan selatan Samudra Hindia, membuat sumber daya alam perairannya sangat kaya, guratan ukiran alamnya pun sangat cantik. Kawasan pesisir yang diselimuti hamparan pasir putih dengan kokohnya karang sepanjang tepi pulau membuat daerah Sumbawa Barat dikenal dengan keindahan panorama alamnya, apalagi seluruh kawasan pantai dapat menyajikan panorama yang memuaskan penikmat matahari terbenam. Kombinasi teluk, selat dan bukit sepanjang garis pinggir pulau menjadi lukisan yang indah. Luas wilayah Kabupaten Sumbawa Barat adalah 1.849.002 Km2 , luasnya KSB di dominasi oleh barisan bukit dan gunung, tentu pesona alamnya pun indah. KSB terdiri dari 8 kecamatan, yaitu; Kecamatan Poto Tano, Kecamatan Seteluk, Kecamatan Taliwang, Kecamatan Brang Rea, Kecamatan Brang Ene, Kecamatan Jereweh, Kecamatan Maluk, dan Kecamatan Sekongkang. Masing-masing kecamatan tersebut memiliki ciri dan karakter wisata yang khas. Tak hanya kaya akan pesona alam, KSB juga memiliki budaya dan adat istiadat yang unik yg tidak akan ditemukan di daerah lain. Banyaknya pilihan wisata akan menambah hasrat dalam berwisata, mulai dari kekayaan alam yang memukau, jejeran bukit dan gunung yang menambah kedekatan dengan alam, sungai dan rawa yang menghadirkan berbagai flora dan fauna, panorama laut dan matahari tenggelam yang dramatis dari balik gugusan karang, komoditi pertanian yang subur dan hijau, situs sejarah dan rumah adat bangsawan yang tetap terjaga, kesenian beserta perangkatnya yang bernilai tinggi, serta masih banyak lagi keanekaragaman pesona ketika memijakkan kaki di tanah
“Pariri Lema Bariri”.