18/05/2026
Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) telah mengajukan Domba Temanggung atau yang dikenal sebagai Domba Teropong untuk mendapatkan pengesahan sebagai rumpun lokal asli dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Pengajuan tersebut dilakukan guna memperkuat standar genetik dan legalitas nasional domba khas lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang menjadi salah satu potensi unggulan peternakan daerah. Langkah ini diharapkan, dapat melindungi plasma nutfah lokal, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing peternak domba di Temanggung
"Dalam prosesnya, Pemkab Temanggung bersama tim ahli dari Kementerian Pertanian telah melaksanakan uji observasi lapangan untuk mengidentifikasi sejumlah ciri khas kemurnian domba, sebagai bagian dari tahapan penetapan rumpun lokal asli," tutur Kabid Peternakan, DKPPP Temanggung, Wisnu Widoyoko, Minggu (17/5/2026), di sela-sela Pameran Domba Temanggung di Alun-alun Temanggung.
Ciri-ciri domba asli Temanggung adalah berkacamata hitam atau terdapat pola bulu hitam di sekitar mata yang membuatnya tampak seperti memakai kacamata atau teropong. Kemudian ekornya termasuk tipe ekor tipis dengan bentuk seperti huruf V atau yang sering disebut ngotes, dan tanduk melengkung menyerupai blangkon, serta bentuk telinga lebar memanjang dan semi menggantung.
Ia menyebutkan, untuk populasi domba asli Temanggung di kisaran 20 ribu ekor yang tersebar di seluruh kecamatan, termasuk yang dipelihara oleh komunitas Domba Seni Lokal (DSL) Temanggung yang berjumlah lebih dari 50 peternak. (Fir;Ekp)