Tidore Goes International

Tidore Goes International All About Tidore. Lets Make Tidore Go International

03/07/2020
08/06/2020

IKAN KAKATUA SANGAT PENTING, JANGAN DIMAKAN!!

KENAPA IKAN INI PENTING BAGI LINGKUNGAN KITA?

Ikan Kakatua memakan alga dan terumbu karang yang mati.
Setiap hari mereka menghabiskan 90% waktu mereka untuk mengunyah/makan. Mereka membersihkan terumbu karang yang hidup dengan memakan alga yg menghambat pertumbuhan terumbu karang. Terumbu karang yg dibersihkan dari alga akan lebih kuat bertahan hidup menghadapi perubahan suhu air, polusi dan kondisi air yang keruh.

Setelah ikan Kakatua makan mereka akan mengeluarkan kotoran berupa pasir putih halus yang banyak sekali.
Setiap ekor ikan Kakatua dewasa akan mengeluarkan kotoran berupa pasir putih halus sebanyak 450 kilogram setiap tahun. Jadi semakin banyak dan lama ikan ini hidup, jumlah pasir putih yg dihasilkan akan semakin banyak. Pantai berpasir putih yang cantik dengan populasi terumbu karang yang indah merupakan hasil kerja ikan Kakatua.

Ikan kakatua merupakan ikan herbivora yg jumlahnya sangat sedikit di alam. Jika ikan Kakatua ini terus diburu, maka jumlah alga akan semakin banyak di laut sehingga kondisi terumbu karang tidak sehat. Hal ini selain mematikan ekosistem dan membuat laut tidak indah. Sehingga laut tidak akan indah untuk diselami atau dinikmati saat wisata snorkeling. Dimana banyak populasi ikan Kakatua, maka selain laut indah, ikan2 jenis lain akan semakin banyak tinggal di terumbu karang yang sehat sehingga bagus untuk mata pencaharian Nelayan.

Tolong edukasi/beritahu teman2 anda dan para nelayan yang anda kenal. Stop menangkap dan memakan ikan Kakatua. Jangan lagi membeli ikan Kakatua di pasar dan supermarket.
Silakan bagikan artikel ini untuk memberi tahu banyak orang...

Penerjemahan dan pengeditan dari artikel & foto E. Conolly & penambahan informasi dari website Smithsonian National Museum of Natural History oleh Melissa A Situmorang:

Sagu ikan tore dan kuah kuning.. Makanan sederhana dan sehat
06/06/2020

Sagu ikan tore dan kuah kuning.. Makanan sederhana dan sehat

Ketika alam memberi isyarat... Gunung Tidore bersorban.. cerita sedih berpulang nya orang2 terkasih Foto by gogo
02/06/2020

Ketika alam memberi isyarat... Gunung Tidore bersorban.. cerita sedih berpulang nya orang2 terkasih

Foto by gogo

Bire tetoRumah bambu khas Tidore
31/05/2020

Bire teto
Rumah bambu khas Tidore

Panen tomat di desa gurabunga TidoreFoto by gogo
25/05/2020

Panen tomat di desa gurabunga Tidore
Foto by gogo

Di ambil dr FB Rara djamaluddinMEMBACA GEJALA ALAM"(Tidore: Nyata ora, Nyata Alam) Sepintas mengsinkronkan "DOLABIlOLO" ...
22/05/2020

Di ambil dr FB Rara djamaluddin

MEMBACA GEJALA ALAM"
(Tidore: Nyata ora, Nyata Alam)

Sepintas mengsinkronkan "DOLABIlOLO" yang menjadikan gejala alam sebagai pedoman penentuan tgl 1 hari bulan dilangit(Tahun qamaria/thn bulan) bahwa :gasung ma bunga ruru ora fane futu moi(Tidore), gasung ma bunga ruru ma nonako ara sung yo kado(ternate).

Hari ini, Jumat tgl 22/05/2020M (tgl 1 bln Syawal 1441H versi kalender Tidore), bunga padang lamun/gusung telah hanyut. Ini bertanda bahwa bulan baru telah tiba(1 syawal ) sebagaimana yang diisyaratkan oleh para tetua. Wallaha'Wallan bissawab

Loc:pantai seli

By Husain AliDiplomasi “Istana” Mareku (Episode III)(Cerita tentang Almansur, Sangaji Sahmardan dan Gurabesi)===========...
22/04/2020

By Husain Ali

Diplomasi “Istana” Mareku (Episode III)

(Cerita tentang Almansur, Sangaji Sahmardan dan Gurabesi)
===================================
Setelah menerima mandat diplomatik dari istana Mareku untuk mencari Kapita Perang yang kuat sekaligus berdiplomasi dan melakukan ekspansi teritorial atas nama Sultan Tidore, Sangaji Patani Sahmardan naik ke juanga, angkat sauh dan meninggalkan bandar Sum Podo.
***
Angin utara bertiup kencang, laut bagian Selatan Nampak teduh. Juanga Sahmardan berlayar tenang, hingga merapat di sebuah doro (pelabuhan kecil) bernama Yaba, di Kipae, Patani.
***
Setiba di Patani, Sangaji Sahmardan mengirimkan kabar kepada Sangaji Maba, Kapita Bicoli dan Buli tentang mandat yang diterima dari Istana Mareku. Ketiga sejawat Sahmardan menerima kabar ini dan segera berlayar ke Patani menemui Sangaji Sahmardan.
***
Dengan empat juanga, Sangaji Patani, Maba, Kapita melakukan perjalanan mengeliling pulau-pulau hingga akhirnya menjangkau Waigeo.
Di suatu tempat bernama Kabu, rombongan ini bertemu dengan Kapita Waigeo bernama Gurabesi.
***
Ketika Gurabesi memperoleh informasi bahwa Sultan Almansur membutuhkan orang paling berani dan paling kuat, diapun menyanggupi. Sahmardan dan Gurabesi lalu menghadap Sultan.
***
Sepuluh tahun kemudian, dibawah komando Sangaji Sahmardan dan Kapita Gurabesi serta didukung oleh Sangaji Maba, Kapita Bicoli dan Kapita Buli, dengan diplomasi yang baik akhirnya Papua daratan dipersembahkan untuk Kerajaan Tidore.
======================================
Bersambung😆🙏

Ket Foto :
1. Pantai Kipae zaman doeloe (dok pribadi sumber : ANRI)
2. Kora-kora (Group Maluku Utara Tempoe Doeloe)
3. Kepala Kampung Patani (Group Maluku Utara Tempoe Doeloe)

Address

Tidore

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tidore Goes International posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Tidore Goes International:

Share