Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek

Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek Duta Wisata Kabupaten Trenggalek | Visit : www.kangyutrenggalek.blogspot.com | follow official twitter | salam Pariwisata!

Organisasi yang bergerak di bidang Kepariwisataan dan Kepemudaan di Kabupaten Trenggalek

Selamat atas terpilihnya para pemenang dan seluruh keluarga baru di Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek. Selamat bertugas...
08/06/2022

Selamat atas terpilihnya para pemenang dan seluruh keluarga baru di Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek. Selamat bertugas..

Daftar nama pemenang di Pemilihan Duta Wisata Kakang Mbakyu Trenggalek 2022 :

Kakang Mbakyu Trenggalek
15_Firdan Ihsanul In'am_SMAN 2 TRENGGALEK
08_Nadella Putri Shintani_Universitas Hayam Wuruk Perbanas


Wakil I Kakang dan Mbakyu
05_Muhammad Taufiqul Alim_SMAN 1 Durenan
14_Adellya Putri Banowati_Kecamatan Trenggalek

Wakil II Kakang dan Mbakyu
19_Dwi Bagus Saputra_SMKN 1 Trenggalek
22_Jenna Adelya Fansdena_Kecamatan Gandusari

Kakang dan Mbakyu Favorit
15_Firdan Ihsanul In'am_SMAN 2 TRENGGALEK
12_Maratus Sholikhah_STKIP PGRI TRENGGALEK

Kakang dan Mbakyu Persahabatan
21_Mas'ud Hamdani BIN Rohmad_Kecamatan Watulimo
20_Eggi Novitasari _Kecamatan Panggul

Kakang Berbakat
23_Mohamad Juniawan Saputra_SMKN 1 Trenggalek
04_Zalfa Sabrina Salsabila_SMAN 1 TRENGGALEK

Follow akun instagram kami di πŸ˜‡

Pendaftaran wes dibuka lur.Ayo daftaarrr!!
15/02/2022

Pendaftaran wes dibuka lur.
Ayo daftaarrr!!

VIRTUAL TALKS :   IN 4.0 ERABulan   tahun ini sangat berbeda dengan Ramadhan tahun lalu. Adanya pandemi Covid-19 memaksa...
04/05/2020

VIRTUAL TALKS : IN 4.0 ERA

Bulan tahun ini sangat berbeda dengan Ramadhan tahun lalu. Adanya pandemi Covid-19 memaksa kita untuk melakukan segalanya dari rumah dan menciptakan gaya hidup baru dengan mengaplikasikan teknologi dalam kegiatan sehari-hari.

Agar suasana tetap diimbangi aktivitas positif dan produktif, mengadakan agenda dengan tajuk β€œVirtual Talks : Trenggalek in 4.0 Era” yang akan membahas berbagai macam topik menarik mulai dari pengembangan diri, kebudayaan, sosial, ekonomi, hingga kesehatan dengan tokoh-tokoh berpengalaman Trenggalek yang ahli dibidangnya.

Kegiatan ini diselenggarakan mulai dari tanggal 5 – 20 Mei 2020 melalui dan live chat di youtube YouthPowerAction.

Yuk, ngabuburit produktif dengan menyimak materi menarik dari beberapa narasumber.

– Wakil Gubernur Jawa Timur
(*) – Bupati Trenggalek
– Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Kementerian Keuangan99 (*) - Kapolres Trenggalek
Miftahul Jannah – Direktur Operasi PT. PJB
(*) – Ketua PKK Jawa Timur
– Ketua Dekranasda Kab. Trenggalek
– Guru Besar Ilmu Etika Bisnis dan Profesi serta Dekan FISIP Universitas Brawijaya
dr. Djoko Susilo, Sp. P. – Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Soedomo Trenggalek
– Ph.D Student Rhode Island University, United States
– Anggota Kopassus
– Anchor & Passion Enthusiast
– Budayawan Trenggalek
– Jurnalist & LPDP Awarde Newcastle University, UK
Note : (*) Dalam konfirmasi

Kalian tinggal duduk manis, sambil menunggu adzan Maghrib berkumandang. Eits. jangan lupa daftar segera untuk mendapatkan privilege ya.

Pendaftaran gratis tanpa dipungut biaya :
bit.ly/YPAVirtualTalk atau follow akun πŸ‘

Tahun ini, 100 kegiatan menarik akan dihelat sepanjang tahun 2020. Mulai dari sport events, fashion, culinary, art & cul...
30/01/2020

Tahun ini, 100 kegiatan menarik akan dihelat sepanjang tahun 2020. Mulai dari sport events, fashion, culinary, art & culture dan kegiatan epic lainnya siap meramaikan Kab. Trenggalek.

Ada kegiatan yang menarik perhatianmu lur? 😁

Dulur dan  Coming Soon Festival Tari Klasik.Tari Klasik adalah Tari Tradisional yang lahir di lingkungan keraton, hidup ...
30/01/2020

Dulur dan

Coming Soon Festival Tari Klasik.

Tari Klasik adalah Tari Tradisional yang lahir di lingkungan keraton, hidup dan berkembang sejak zaman feodal, dan diturunkan secara turun temurun di kalangan bangsawan.

Kapan Festival Tari Klasik? Catat tanggalnya ya Lur, Tanggal 21 - 22 Maret 2020 di Destinasi Wisata Goa Lowo, Desa Watuagung Kecamatan Watulimo.

Sumber :
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Trenggalek

Sukses untuk Kakang Renanda dan Mbakyu Indira, perwakilan Kab. Trenggalek untuk pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Tim...
22/01/2020

Sukses untuk Kakang Renanda dan Mbakyu Indira, perwakilan Kab. Trenggalek untuk pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2020.

Mohon doa dan dukungannya lur.
Sukses!

Pakem Duta Wisata Kakang Mbakyu Trenggalek "Bledhak Sumarak"KONSEP DASAR dan FILOSOFIKonsep dasar design baju pakem Pagu...
01/01/2020

Pakem Duta Wisata Kakang Mbakyu Trenggalek "Bledhak Sumarak"

KONSEP DASAR dan FILOSOFI
Konsep dasar design baju pakem Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek terdiri dari:

1. Pakem Kakang (Terlampir)
a. Blangkon
b. Kuku Macan
c. Sorjan
d. Centhing
e. Panyingset
f. Keris
g. Jarik wiru
h. Slop

2. Pakem Mbakyu (Terlampir)
a. Konde
b. Mawar
c. Anting
d. Rias Wajah
e. Kebaya
f. Slendang
g. Bros
h. Cincin
i. Centhing
j. Jarik wiru
k. Heels
l. Hijab

3. Filosofi

a. Blangkon
Blangkon yang digunakan adalah gagrag Ngayogyakarta Hadiningrat dengan bendhol serta ujung ikatan blangkon berbentuk runcing kesamping sebagai simbol keseimbangan. Dapat disebut Blangkon Jebeh Senopaten. Jenis kain bebas, hanya saja motif yang digunakan adalah bledhak.

b. Sorjan
Baju Kakang yang semula beskap berubah menjadi sorjan motif udan liris berbahan tenun asli Trenggalek . Sedang pada bagian kerah baju, diberi dua kacing emas tambahan berukuran kecil sebagai bentuk ketegasan seorang Kakang.

c. Keris
Keris sebagai pusaka Kerajaan Mataram juga turut menjadi simbol adat Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan sejarah, Kabupaten Trenggalek pernah terpecah menjadi dua wilayah yang masuk kedalam pemerintahan Keraton Surakarta dan Ngayogyakarta. Berdasarkan diskusi Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek serta prosesi dan penggunaan adat pada Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke 825 yang menggunakan gagrag Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sehingga pada pemilihan keris-pun, Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek menyepakati penggunakan gagrag Ngayogyakarta Hadiningrat. Sengkelit (menyelipkan keris pada Centhing) yang dipilih adalah nyothe ngajeng yaitu menyelipkan keris pada centhing menempel dibagian perut sebelah kiri, menggambarkan kesiapan kesatria pariwisata yang siap ditugaskan untuk mempromosikan pariwisata, melawan hoax dan menjadi simbol pemuda Kabupaten Trenggalek. namun ketika berhadapan dengan bupati atau pengarsa lain, maka keris dipindahkan ke belakang

d. Kuku Macan
Dari berbagai macam pilihan hiasan baju adat, Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek memilih kuku macan. Hal ini tidak semata karena memang mudahnya mendapatkanya namun, kuku macan mencerminan kewibawaan dan ketangkasan sebagimana macan (harimau).

e. Centhing
Centhing adalah sarana pengikat jarik dengan perut. Warna merah menandakan kematangan bersikap bagi kakang dan cepat mengambil keputusan.

f. Panyingset
Panyingset (ikat pinggang) hanya digunakan oleh kakang. Mbakyu tidak mengenakanya, karena panyingset memiliki gambaran ketegasan pemimpin / pengayom sebagai laki-laki sedangkan Mbakyu lebih pada kelembutan dan keindahan cerminan pendamping laki-laki. Warna dasar hitam dengan kebebasan penggunaan warna tambahan. Menggambarkan sarana mempererat centhing dengan penggunanya.

g. Konde
Konde dijadikan media hiasan kepala oleh wanita dari berbagai macam adat di Indonesia. Pada adat Jawa, khususnya Trenggalek terdapat berbagai macam model dan jenis konde. Namun, Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek telah menyepakati untuk memilih gagrag Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai acuan.
h. Hijab
Hijab menjadi pilihan kedua ketika Mbakyu tidak mengenakan Konde. Pemakaian hijab diawali dengan menggunakan kerudung ninja berwarna hitam, kemudian kerudung kedua menggunakan warna putih tulang. (gambar terlampir)

i. Mawar
Pada setiap penggunaan baju pakem, Mbakyu Trenggalek sejak dulu selalu menggunakan hiasan bunga mawar dibelakang telinga. Selain menambah keindahan, juga sebagai simbol kewibawaan sebagai Gadis Jawa. Untuk jenis mawar yang digunakan adalah mawar merah, yang berada di belakang kedua telinga. Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek merencanakan untuk selalu menggunakan mawar asli (bunga hidup). Namun tidak menutup kemungkinan jika saat bertugas Mbakyu kesulitan mendapatkan bunga hidup, maka bisa diganti dengan bunga palsu yang menyerupai mawar asli.

j. Anting
Anting hanya digunakan oleh mbakyu yang tidak berhijab, jenis anting yang digunakan adalah ceplik (anting tidak menggantung tapi menancap di telinga). Sebagai penambah keanggunan gadis Jawa.

k. Rias Wajah
Riasan wajah pada mbakyu disesuaikan dengan kebutuhan. Penggunaan make up yang berlebihan, tidak diperkenankan. Pada Kakang, saat menggunakan baju pakem Kakang Mbakyu Trenggalek, tidak diperkenankan memanjangkan kumis dan jambang. Penggunaan make up yang berlebihan pada Kakang juga tidak diperkenankan.

l. Kebaya
Kebaya yang digunakan berwarna putih tulang, menyelaraskan jarik bledhak, dan tidak menggunakan kutu baru, karena kutu baru hanya digunakan oleh wanita Jawa yang sudah menikah. Sedangkan Mbakyu yang sudah menikah namun tetap aktif di Paguyuban ketika menggunakan kebaya, diharuskan memakai kebaya dengan kutu baru.

m. Selendang
Sebagai tambahan hiasan pada baju pakem Mbakyu, digunakan p**a selendang dengan warna dan motif yang sama dengan jarik. Penggunaanya disampirkan di bahu sebelah kanan dari depan kebelakang menjuntai menuju tangan kiri bagian dalam dan berakhir di bagian luar pergelangan tangan kiri. Pemakaian selendang pada jaman dahulu adalah untuk menggendong dan menimang anak, sehingga bagi Mbakyu Trenggalek mempunyai makna filosofis bahwa wanita haruslah ingat bahwa ia akan menjadi ibu sehingga harus siap mendidik putra putrinya suatu saat nati. Sehingga sang anak bisa patuh terhadap orangtua dan menjadi manusia Jawa yang njawani.

n. Bros
Tidak ada pakem khusus dalam penggunaan bros, karena digunakan sebagai asesoris penambah keindahan bagi mbakyu.

o. Cincin
Sebagaimana bros dan anting, jenis bahan dan model cincin tidak dibatasi. hanya saja ketiganya wajib digunakan Mbakyu saat bertugas.

p. Jarik wiru
Jarik merupakan pakaian penutup tubuh bagian bawah yang dikenakan oleh masyarakat Jawa pada jaman kerajaan. Cara Pemakaianya menggunakan gagrag Surakarta yakni jarik diwiru (dilipat kecil pada sisi kanan) dengan jumlah ganjil. Pada Kakang dilipat selebar 3 jari, sedangkan Mbakyu dilipat selebar 2 jari dengan timpalan (kain batas luar jarik) disembunyikan. Bagi Kakang, pemakaian jarik yang sudah diwiru dimulai dari kiri ke kanan dan wiru berakhir di tengah, sejajar dengan pusar. Sedang bagi Mbakyu berlaku kebalikannya. Hal ini menggambarkan bahwa Kakang dan Mbakyu merupakan gambaran hal yang bertolak belakang namun saling melengkapi. Setelah pemakaian jarik selesai, dilanjutkan dengan mengencangkanya dengan rafia, kemudian ditutup dengan centhing, serta ditambah panyingset bagi Kakang.
Jenis batik jarik yang digunakan adalah Bledhak Trenggalek. Dengan menggunakan contoh Bledhak dari Mbah Watiyah (pembatik asli Trenggalek), menurut penuturan beliau, bledhak merupakan jenis batik yang terdiri dari 2 warna saja menggunakan pewarnaan alami, serta masih menggunakan proses tradisional dalam pembuatanya. Sehingga kesan klasik akan muncul pada batik ini.

q. Heels
Mbakyu diharuskan menggunakan heels saat mengenakan pakem, hal ini sebagai penambah keanggunannya. Saat bertugas dengan Kakang, heels yang digunakan tidak boleh membuat Kakang terlihat lebih pendek dari Mbakyu, sehingga fleksibilitas ukuran tinggi diperkenankan. Jenis heel bebas hanya saja warna harus hitam, menyelaraskan slop Kakang yang juga berwarna hitam.

i. Selop
Sebagaimana Mbakyu yang memakai heel, Kakang diharuskan menggunakan sandal selop sebagai alas kaki, dengan warna hitam.

SECARA KHUSUS,.
PAKEM, KAKANG MBAKYU TRENGGALEK MENGENAKAN HASIL PRODUK LOKAL DENGAN DIPADUKAN DENGAN PENGGALIAN SEJARAH CUKUP DALAM UNTUK MENEMUKAN IDENTITAS DAERAH.

JARIK, BLANGKON, DAN SLENDANG, MENGGUNAKAN JENIS BATIK BLEDHAK ,JENIS BATIK TULIS YANG TERDIRI DARI 2 WARNA DENGAN DOMINAN WARNA PUTIH YANG BERASAL PEWARNAAN ALAM, SEHINGGA KESAN KLASIK DAN ELEGAN MUNCUL PADA BATIK INI.

PEMADUAN 2 GAYA BUSANA, ADAT YOGYAKARTA DAN SURAKARTA TURUT MENJADI PERTIMBANGAN DALAM PENYUSUNAN PAKEM DUTA WISATA TRENGGALEK, YANG MANA SECARA HISTORIKAL TRENGGALEK PERNAH TERBAGI ATAS 2 WILAYAH KEKUASAAN TERSEBUT.

Launching 31.12.2019

Photo by Kraton Art

Ikuti seleksi untuk menjadi perwakilan Kab. Trenggalek di Pemilihan Duta Batik Jawa Timur 2019Seleksi dilaksanakan tangg...
27/02/2019

Ikuti seleksi untuk menjadi perwakilan Kab. Trenggalek di Pemilihan Duta Batik Jawa Timur 2019

Seleksi dilaksanakan tanggal 10 Maret 2019.

Sampai jumpa.

Musyawarah Besar Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek 2.0
26/12/2018

Musyawarah Besar Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek 2.0

Hari ini Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek berkunjung ke SMAN 1 Panggul, antusiasme siswa/i di sana tidak kalah semanga...
14/09/2018

Hari ini Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek berkunjung ke SMAN 1 Panggul, antusiasme siswa/i di sana tidak kalah semangat dengan sekolah-sekolah lain yang telah kami kunjungi. Dan siang nanti, kami juga akan mengunjungi SMAN 1 Dongko.

Kira-kira antusiasmenya bagaimana ya?

Jangan lupa segera siapkan berkas pendaftaran, bisa cek di postingan sebelumnya ya. Pendaftaran akan segera dibuka!

Info selengkapnya juga bisa disimak di :
www.visit.trenggalekkab.go.id
www.instagram.com/kakangmbakyutrenggalek

Narahubung :
Mbakyu Dhita 082354286907
Mbakyu Devy 081331851449

#2018

Terima kasih antusiasme dari SMAN 1 Karangan, SMAN 1 Trenggalek dan SMAN 2 Trenggalek.Sampai jumpa di seleksi tahap 1 ya...
14/09/2018

Terima kasih antusiasme dari SMAN 1 Karangan, SMAN 1 Trenggalek dan SMAN 2 Trenggalek.

Sampai jumpa di seleksi tahap 1 ya. Pendaftaran akan segera dibuka. Siapkan dulu berkas pendaftarannya ya.

Salam pariwisata!

Address

Jln. Brigjen Soetran No. 9
Trenggalek
66315

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek:

Share