Ongak - Ongak Deso

Ongak - Ongak Deso mengangkat sejarah, c***r budaya, kearifan lokal, misteri, keunggulan desa & keunikan setiap daerah

Salam BanggaDadiWong DesoFull video
09/09/2022

Salam Bangga
Dadi
Wong Deso

Full video

banyaknya tempat asyik di saat nongkrong di jantung kota

17/05/2021

Waduk Wonorejo Tulungagung

"Sileming palwa gabus, kumambanging watu item." (Tenggelamnya kapal gabus, mengambangnya batu hitam). Demikianlah yang t...
23/03/2021

"Sileming palwa gabus, kumambanging watu item." (Tenggelamnya kapal gabus, mengambangnya batu hitam). Demikianlah yang tertulis dalam jangka leluhur Jawa. Watu item adalah perlambang ajaran kuno yang lama terpendam, yang akan tampil ke permukaan kembali jika sudah tiba masanya. Kendati kecil dan berat massanya, ia akan timbul di permukaan air. Hal yang tampak mustahil menjadi keniscayaan. Palwa gabus adalah perlambang kekuatan-kekuatan lama yang sudah kehabisan daya niskalanya. Kendati besar dan mustahil tenggelam, jika sudah tiba masanya ia akan tenggelam. Hal yang tampak mustahil pun menjadi keniscayaan.

21/03/2021

Giri mulyo

07/03/2021

Nek Walik e Layar
" Udeng Khas Tulungagung"
YouTube (Ongak-Ongak Deso)

Salam Bangga
Dadi
Wong Deso

PRASASTI HIDUP “AMLA  ATAU  KEMLOKO” POHON LANGKA DI GN. BUDHEGKata “amla” (atau lengkapnya “amalaka”) diketahui berasal...
01/03/2021

PRASASTI HIDUP “AMLA ATAU KEMLOKO” POHON LANGKA DI GN. BUDHEG

Kata “amla” (atau lengkapnya “amalaka”) diketahui berasal dari Bahasa Sansekerta dan artinya asam atau masam (Apte,2017). Di dalam kitab Ayurveda sendiri kata “amla” merujuk kepada salah satu jenis tanaman yang digunakan dalam pengobatan masyarakat berperadaban Arya yang berbahasa Sansekerta, yaitu yang secara ilmiah disebut Phyllanthus emblica (Phyllanthaceae). Nama lain untuk tanaman ini antara lain “amala”, “amalaka”, “amalaki”.Di dalam bahasa-bahasa asli Nusantara, khususnya Austronesia Barat-Tengah (West-Central Austronesians) jenis tanaman ini dikenal dengan nama-nama daerah “melaka”, “mlaka”, “mloko”, “meloko” dan “balakka” (Khoiriyah dkk.,2015). Dalam Bahasa Indonesia standar nama tanaman ini adalah “Melaka”.Phyllanthus emblicamemiliki persebaran alami yang luas, mencakup Assam (India), Bangladesh, Borneo, Cina (bagian Tengah-Selatan dan Tenggara, termasuk Pulau Hainan), Himalaya (termasuk Nepal), India, Jawa, Kamboja, Laos, Semenanjung Malaya, Myanmar, Nusa Tenggara (termasuk Bali), Pakistan, Sri Lanka, Sumatera, Taiwan,Thailand, dan Vietnam (Balakrishnan dan Chakrabarty, 2007; Chakrabarty danBalakrishnan,2018).

Pohon kemloko atau Phyllanthus emblica dianggap sebagai salah satu jenis tumbuhan yang disucikan dalam Agama Hindu di tanah airnya, India dan Nepal serta senantiasa dikaitkan dengan ritual Penyembahan Dewa Wisnu dan Siwa (Bhatla dkk.,1984; Pandey dan Pandey,2016).

Silsilah Ki Ageng Juru Mertani - Tumenggung Surontani TulungagungSyech Maulana Ishaq atau lebih dikenal dengan  nama Sye...
22/02/2021

Silsilah Ki Ageng Juru Mertani - Tumenggung Surontani Tulungagung

Syech Maulana Ishaq atau lebih dikenal dengan nama Syech Wali Lanang dari negeri Bagdad ketika di Tanah jawa menikah dengan Dewi Sekardadu, seorang putri dari Raja Siyung laut dari negeri Blambangan.

Dari pernikahan tersebut menurunkan seorang anak laki laki yang kelak menjadi Raja di Giri Gajah Kedaton dengan gelar Prabu Satmoto atau lebih dikenal dengan nama Sunan Giri I.

Kemudian Sunan Giri menikah dengan Nyai Ageng Ratu, putri dari Sunan Ampel Denta, menurunkan seorang putra yang bernama Sunan Giri Dalem atau Kanjeng Sunan Giri Kidul Atau Sunan Giri II.

Sunan Giri Dalem menikah dengan Putri Sunan Mojogung II dari Gunung Jati menurunkan putra :
1. Sunan Giri Prapen atau lebih dikenal dengan nama Sunan Ratu Giri III
2. Pangeran Songeb ing Sobo atau Pangeran Made Pandhan l lebih dikenal dengan nama Panembahan Kawisguwa atau lebih dikenal dengan nama Panembahan Pakeringan.
3. Panembahan Agung Surabaya
4. Ratu Ayu Gede ing Sawo

Pangeran Songeb ing Sobo atau Panembahan Kawisguwo atau Panembahan Pakeringan kemudian menikah dengan Roro Janten , Putri Ki Ageng Selo dari garwa Putri Ki Ageng Sobo menurunkan :
1. Nyi Ageng Sabinah menikah dengan Ki Ageng Pemanahan bergelar Nyi Ageng Mataram
2. Ki Ageng Jurumertani atau Panembahan Mondoroko
3. Nyai Ageng Manggar
4. Nyai Ageng Lawah

Dari pernikahan Ki Ageng Juru Mertani dgn putri Ki Ageng Jakariya Ngalim dahu, Berputra :
1. Pangeran Manduranagoro, menjadi Patih Mataram pada masa Sultan Agung dengan gelar Adipati Pangeran Manduranagoro selama dua tahun menikah dengan RR Sobrah putri Ki Ageng Pemananahan.

2. Pangeran Juru Wiroprobo menikah dengan putri Ki Ageng Nitik Suro Hadi Prodjo.

3. Pangeran Juru Mayem atau Pangeran Juru Kiting, pada masa Sultan Agung mendapat gelar Panembahan Juru Mayem, Pangeran Juru Kiting menikah dengan Putri Panembahan Juminah menurunkan Tumenggung Surontani.

4. R Ayu Ronggowongso Hadiprojo menikah dgn Adipati Batang Raden Ronggo wongso Hadiprodjo I.

Address

Tulungagung

Telephone

+82217701922

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ongak - Ongak Deso posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Ongak - Ongak Deso:

Share