Java Adventures

Java Adventures For Guiding & Organized your trip. Call/SMS/WA 087859576661. Call/SMS 082231902261. email : [email protected]

10 Makanan Instan Yang Bisa Kamu Bawa Waktu Naik Gunung Makanan instan biasa kita sebut dengan makanan siap saji adalah ...
18/05/2020

10 Makanan Instan Yang Bisa Kamu Bawa Waktu Naik Gunung

Makanan instan biasa kita sebut dengan makanan siap saji adalah makanan yang dapat disiapkan dengan cepat serta lebih praktis dibawa kemana-mana. Makanan jenis ini memang lebih banyak dibutuhkan bagi Anda yang sedang bepergian, terkhusus untuk Anda yang akan naik gunung.

Kegiatan naik gunung adalah salah satu kegiatan yang cukup menguras banyak energi. Maka sangat penting untuk mempersiapkan perbekalan seperti makanan yang bergizi namun tetap praktis dibawa. Pendakian akan berjalan lebih ringan, menyenangkan dan tidak mudah loyo dengan makanan bergizi serta penuh sumber energi.

Makanan instan untuk naik gunung – Makanan instan identik dengan mie instans, tapi apakah hanya makanan ini yang praktis untuk Anda bawa saat naik gunung? Jawabannya adalah “tidak”, ada beberapa jenis makanan lain yang juga praktis untuk dibawa naik gunung dan tentunya tetap bergizi. Berikut daftar makanan instan untuk naik gunung yang bisa Anda bawa dan tetap bergizi :

1. Oatmeal

Oatmeal merupakan salah satu jenis makanan bergizi yang dan praktis untuk dibawa dan diolah saat Anda naik gunung. Kemasan oatmeal sendiri cukup beragam, namun pendaki umumnya memilih jenis sereal sachet agar lebih ringkas dibawa dan tidak akan memakan tempat di dalam carier.

Oatmeal memiliki beberapa kandungan gizi seperti vitamin B kompleks dan serat pangan yang baik bagi tubuh, pencernaan dan kesehatan jantung. Rekomendasi makanan instans bagi pendaki karena Anda akan terhindar dari rasa lemas, mules dan bahkan mudah lapar, karena serat dan vitamin yang terkandung di dalamnya.

Oatmeal ini bisa Anda sajikan dengan tambahan topping seperti kismis kering, aprikot, kurma atau keju agar menambah cita rasa dan kelezatannya. Makanan instans anti repot dan sangat praktis bagi para pendaki.

2. Roti Gandum

Roti gandum adalah jenis makanan yang terbuat dari biji gandum utuh, tekstur roti lebih kasar, lebih tawar dan berwarna cokelat. Biasanya biji gandum utuh mempunyai lapisan lengkap seperti benih, dedak dan edosperma. Tiga lapisan tersebut memiliki kandungan tinggi protein, serat, antioksidan, magnesium, zat besi, vitamin B, karbohidrat dan mineral lainnya.

Karbohidrat dan protein tinggi akan sangat berguna sebagai sumber energi bagi seorang pendaki. Selain itu kandungan serat yang tinggi juga akan menjaga kekenyangan Anda, sehingga tidak akan mudah lapar. Jika tidak terlalu menyukai roti gandum, kamu juga bisa membawa roti tawar atau roti basah lainnya.

3. Sosis, Nugget atau TempURA

Sosis, Nugget dan tempura merupakan salah satu makanan instan untuk naik gunung yang kami rekomendasikan. Selain rasa yang enak, makanan ini juga sangat praktis untuk dibawa oleh pendaki. Sosis daging memiliki beberapa kandungan seperti vitamin B12, protein dan zat besi yang cukup tinggi.

Sosis ini bisa Anda oleh dengan berbagai cara, seperti sosis bakar, sosis asam manis, sosis goreng atau dinikmati secara langsung tanpa diolah. Bisa juga dijadikan sebagai pendamping roti atau kentang dengan menambahkan saus mayonaise dan sayuran seperti selada dan tomat.

Jika Anda tidak terlalu menyukai sosis, pilihan lainnya adalah nugget tempura, aneka bakso (bakso sapi, bakso ikan, tahu bakso dan semacamnya), atau otak-otak. Makanan setipe dengan rasa enak dan tetap praktis untuk dibawa saat mendaki gunung.

4. Madu, Coklat, Kurma atau Gula Merah

Kurma, gula merah, madu, kurma dan coklat adalah jenis makanan yang dapat memberikan tenaga ketika kamu mengonsumsinya, Coklat mengandung 170 kalori di setiap ons nya dan madu mengandung 64 kalori di setiap sendoknya, jenis makanan yang sangat baik untuk memulihkan stamina dan mengembalikan energi saat sedang mendaki gunung.

Keempat jenis makanan ini sangat mudah Anda temukan dalam banyak kemasan, seperti kurma yang dalam bentuk cair, madu dengan kemasan botol plastik dan sebagainya. Kemasan praktis yang ditawarkan tentu untuk mempermudah Anda membawanya saat naik gunung.

5. Sarden atau Tuna Kaleng Berbumbu

Makanan instan selanjutnya yang mudah diolah adalah sarden atau tuna kaleng yang sudah dibumbui. Anda hanya perlu memanaskannya atau juga dapat ditambah dengan irisan cabai, tomat dan bawang sesuai selera.

Sebagai pendamping Anda dapat memasak nasi, membawa lontong dari rumah atau menggunakan ubi-ubian seperti kentang. Umumnya jenis makanan ini digunakan untuk pendakian singkat misalnya satu hari semalam.

6. Kentang Goreng atau Ubi-ubian

Makanan instan untuk naik gunung – Kentang goreng atau jenis ubi-ubian lain uga dapat Anda bawa sebagai pengganti nasi. Selain praktis dan tidak perlu memasak pada saat naik gunung. Jenis makanan ini juga lebih mengenyangkan dan juga bergizi. Anda bisa memakannya dengan nugget, sosis, tempura dan semacamnya.

7. Cereal Bar

Cereal bar juga menjadi salah satu makanan instans, sangat praktis dibawa oleh para pendaki. Di setiap bungkus sereal bar terkandung kurang lebih 170 kalori. Baik untuk memulihkan energi dan mengembalikan tenaga Anda di tengah pendakian. Selain itu cereal bar juga cukup mengenyangkan, sehingga membuat Anda tidak mudah lapar.

8. Oralit

Jenis minuman yang sangat direkomendasikan saat mendaki gunung. Minuman yang dapat menggantikan cairan ION dalam tubuhmu. Oralit ini dapat kamu temukan di apotek mana saja. Cukup dengan mencampurkan oralit ke dalam satu boto air minum dan kocok hingga oralit menyatu dengan cairan. Anda dapat meminumnya saat merasa lelah di dalam pendakian.

9. Tahu & Tempe

Makanan instan untuk naik gunung – Makanan merakyat seperti tahu dan tempe ternyata juga menjadi makanan bergizi penuh nutrisi yang bisa Anda bawa saat pendakian. Anda dapat mengolahnya dengan bumbu atau tanpa bumbu, dapat direbus maupun digoreng. Namun perlu diperhatikan, karena jenis makanan ini tidak dapat bertahan terlalu lama. Sehingga baik untuk menu makanan di hari pertama saat pendakian.

10. Sup Krim atau Bubur Ayam Instan

Sup krim dan bubur ayam ternyata juga bisa kamu jadikan menu makanan saat naik gunung. Karena saat ini banyak sekali bubur ayam dan sup krim instan dengan packaging yang praktis dan ringkas. Kamu hanya perlu mencampurkan dengan air panas dan mengaduknya hingga kental.

Cara pembuatan praktis ini umumnya sudah dituliskan di belakang kemasan. Dibandingkan dengan mie instan, sup krim dan bubur ayam jauh lebih direkomendasikan terutama mengingat hawa dingin di area pegunungan. Pastinya akan sangat nikmat jika dapat menikmati makanan panas yang praktis dibuat.

Anda juga dapat membawa telur rebus, spageti kemasan, minuman wedang jahe dan berbagai minuman lain yang dapat menghangatkan tubuh. Nah, demikian 10 daftar makanan instan untuk naik gunung yang bisa Anda bawa dalam pendakian selain mie instan. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang merencanakan pendakian.

Biar Staminamu Tetap Prima Saat Mendaki, Jangan Lupa Lakukan 8 Hal Ini!1. Saat mendaki, tubuhmu melakukan aktivitas fisi...
04/01/2020

Biar Staminamu Tetap Prima Saat Mendaki, Jangan Lupa Lakukan 8 Hal Ini!

1. Saat mendaki, tubuhmu melakukan aktivitas fisik yang membuatnya kekurangan cairan. Cegah dehidrasi dengan minum cukup air sepanjang perjalanan

Pendakian merupakan aktivitas fisik yang membakar kalori, sehingga bikin kita berkeringat. Sekalipun udaranya dingin, tanpa sadar tahu-tahu baju kaos kita basah, ‘kan? Nah, keringat akibat aktivitas fisik ini bisa memicu terjadinya dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh, yang gejalanya antara lain kerongkongan kering, bibir pecah-pecah, pusing, kram, sampai berhenti berkeringat.

Jika dibiarkan, dehidrasi bisa berakibat fatal. Sayangnya, masih banyak pendaki yang mengabaikan hal ini. Jika biasanya kamu minum 2 liter air per hari, saat mendaki setidaknya kamu mesti minum air sekitar 6-8 liter perhari untuk menjaga kadar cairan dalam tubuh. Jadi, jangan lupa bawa air minum yang cukup selama pendakian.

Selain air mineral, minuman isotonik juga bisa membantu mengembalikan cairan tubuhmu lebih cepat. Sedang minuman hangat macam kopi atau coklat panas cuma boleh kamu minum saat sudah mendirikan tenda dan hendak beristirahat. Jika diminum sepanjang perjalanan, kopi dan cokelat justru bisa membuat proses dehidrasimu berjalan lebih cepat.

2. Berolahraga rutin dan melakukan peregangan sebelum dan sesudah mendaki akan membantu ototmu pulih lebih cepat dan terhindar dari kram

Seperti olahraga lainnya, jika kamu langsung mendaki tanpa pemanasan, tubuh bakal “kaget”. Ujung-ujungnya, otot-ototmu bisa mengalami kaku, pegal, dan kram yang bisa mengganggu pendakian. Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya kamu berolahraga rutin jauh-jauh hari sebelum melakukan pendakian. Selain itu, melakukan pemanasan sebelum mulai mendaki—terutama di bagian sendi— bisa membantu mencegah terkilir atau keseleo.

Kamu juga wajib memperhatikan barang bawaanmu agar tidak berlebihan sehingga tidak membebani ototmu terlalu berat. Oh iya, sebelum tidur di dalam tenda maupun di rumah usai mendaki, lakukan juga peregangan ringan untuk melemaskan kembali otot-ototmu yang mengencang selama perjalanan. Dijamin kamu terbebas dari pegal dan kram, tidurmu juga lebih enak.

3. Saat mendaki di siang hari, pastikan kulitmu terlindung dari sinar ultraviolet yang mengancam

Gunakan pakaian yang melindungimu dari sinar matahari
Sinar matahari memang baik untuk tubuh. Namun, udara yang dingin di pegunungan seringkali membuat pendaki abai dengan kondisi kulitnya saat mendaki di siang hari. Meski udaranya dingin, tanpa disadari kamu gampang terpapar sinar ultraviolet yang bisa membakar kulitmu.

Nah, biar kulitmu gak perih terbakar, gunakan topi serta pakaian yang tertutup agar matahari tidak langsung mengenai kulit. Selalu sediakan tabir surya dan berjalanlah di tempat yang teduh kalau memungkinkan. Kamu juga bisa melindungi bibirmu dari pecah-pecah dengan lip balm yang mengandung tabir surya

4. Cuaca buruk dan dinginnya udara gunung bisa menimbulkan hipotermia. Pastikan persiapanmu cukup memadai untuk mencegahnya

Gak bisa dipungkiri jika dinginnya udara di atas gunung serta cuaca buruk bisa menjadi masalah bagi pendaki. Apa jadinya jika hujan yang tiba-tiba bikin bajumu basah di tengah udara dingin yang menyergap? Atau, ketika tanpa sadar bajumu basah karena keringat. Bisa-bisa kamu masuk angin, bahkan sampai hipotermia.

Untuk menghindari hipotermia yang mengintaimu selama mendaki, sebaiknya kamu menyiapkan beberapa persiapan:

Beberapa hari sebelum mendaki, cobalah simulasikan udara gunung di rumahmu. Bisa dengan mengeset AC ke suhu yang rendah, menggunakan kipas angin, atau tidur di ubin. Jangan melawan hawa dingin yang menyergap, anggap aja itu suhu normal. Lama-lama, tubuhmu akan terbiasa.Saat mulai mendaki, jangan buru-buru mengenakan pakaian hangat atau berlapis-lapis. Biarkan dulu tubuhmu menyesuaikan diri dengan udara gunung betulan.Hindari menggunakan kaos berbahan katun sebagai layer pertama. Meski udara dingin, saat mendaki kamu akan tetap berkeringat. Kaos yang basah akan mudah memerangkap udara dingin; kamu bisa semakin rentan terkena hipotermia. Pilih kaos berbahan polyester yang mudah menguapkan keringat.Bawa pakaian ganti secukupnya. Kalau bajumu basah karena hujan atau keringat, sebaiknya segera ganti dengan kering. Selain itu, jangan lupa bawa jaket dan sleeping bag yang dilapisi polar atau bulu angsa yang efektif memerangkap panas.Siapkan poncho dan plas chamois. Pastikan poncho atau fly sheet berada di tempat yang mudah dijangkau agar sewaktu-waktu bisa kamu manfaatkan sebagai bivak darurat yang melindungimu dari hujan. Plas chamois bisa kamu gunakan untuk mengeringkan pakaianmu yang basah.

5. Agar rasa lelah dan kedinginan tidak mendekat, konsumsi makanan sehat dan buah-buahan selama pendakiaN

Saat melakukan pendakian, tubuhmu membakar kalori lebih dari biasanya. Untuk menjaga tubuhmu tetap hangat dan memulihkan rasa lelah lebih cepat, tubuhmu butuh lebih dari sekadar mie instan yang cuma bikin kenyang. Pastikan makananmu seimbang gizinya dengan membawa bahan makanan yang tak cuma satu macam.

Untuk cemilan, ada baiknya kamu membawa buah-buahan. Buah seperti pisang mengandung karbohidrat kompleks yang bisa diserap tubuh secara bertahap. Sebagian pendaki s**a membawa gula merah sebagai sumber kalori. Sayangnya, karbohidrat sederhana yang dikandung gula merah terlalu cepat diubah menjadi sumber tenaga, sehingga kurang bisa diandalkan untuk jangka panjang.

Kalau perlu, kamu juga bisa mengkonsumsi multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhmu selama mendaki.

6. Jangan bernafsu segera mencapai puncak. Nikmati perjalananmu pelan-pelan biar gak mengalami mountain sickness
Mendaki pelan-pelan untuk aklimatisasi

Saat mendaki, secara fisiologis tubuhmu melakukan penyesuaian atau yang dikenal dengan sebutan aklimatisasi. Hal ini sangat diperlukan, apalagi jika kamu mendaki di atas ketinggian 2.500 meter dpl karena kondisi tekanan udara dan kadar oksigennya jauh berbeda dengan di dataran rendah.

Jangan anggap remeh aklimatisasi. Jika tubuhmu gak melakukan aklimatisasi dengan sempurna, bisa-bisa kamu terkena penyakit mountain sickness atau altitude sickness di atas gunung. Gejalanya mulai dari mual, pusing, hilang nafsu makan, lemas, sampai sesak napas. Kalau dibiarkan, penderitanya bisa kehilangan nyawa, lho.

Untuk mencegahnya, jangan terburu nafsu untuk mendaki ke puncak meski tubuhmu kuat. Lakukan pendakian tidak lebih dari ketinggian 300m tiap harinya biar tubuhmu bisa menyesuaikan diri dengan baik.

7. Tubuh manusia berbeda-beda keadaannya. Kenali kondisi tubuhmu sendiri dan selalu bawa obat-obatan pribadi serta P3k

Kamulah yang paling memahami kondisi tubuhmu sendiri. Misalnya, apa aja alergimu, seberapa sensitif dirimu, gampang kena anemia atau nggak, dan sebagainya. Biar pendakianmu nyaman, jangan andalkan orang lain untuk menyediakan obat-obatan buatmu. Pastikan obat-obatan yang kamu perlukan ada di dalam tasmu. Jangan lupa bawa serta kotak P3K mungil untuk berjaga-jaga siapa tahu ada pendaki yang membutuhkan.

8. Terakhir, jangan lupa memanjatkan sebait doa pada Yang Maha Kuasa untuk melindungimu sepanjang tapak dihela

Sebelum memulai pendakian, sebait doa adalah hal yang tak boleh kamu abaikan. Memang sih, hal ini sulit dibuktikan secara ilmiah. Tapi, doa bisa membantu pikiranmu berada di keadaan yang positif yang sanggup mensugesti tubuh kamu untuk tetap berada dalam keadaan baik, seperti halnya efek plasebo. Jadi, gak ada salahnya, ‘kan, memohon perlindungan-Nya selama mendaki?

Itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penyakit-penyakit yang mengintai selama mendaki gunung. Eh, kalau kamu punya tips lainnya, jangan lupa dibagikan ke pembaca lainnya, ya. Salam lestari!

https://www.hipwee.com/travel/biar-staminamu-tetap-prima-saat-mendaki-jangan-lupa-lakukan-8-hal-ini/

Address

Tumpang

Opening Hours

Monday 08:00 - 15:00
Tuesday 08:00 - 15:00
Wednesday 08:00 - 15:00
Thursday 08:00 - 15:00
Friday 08:00 - 15:00
Saturday 08:00 - 15:00
Sunday 08:00 - 15:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Java Adventures posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category