19/06/2015
Eforia objek wisata di Gunungkidul mulai perlu disikapi dengan penataan yang profesional. Jangan sampai menjadi bumerang bagi Gunungkidul.
===============
Tebing Pantai Runtuh, 11 Wisatawan Hilang
GUNUNG KIDUL, KOMPAS — Tebing Pantai Sadranan, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, runtuh pada Rabu (17/6) sore. Akibatnya, sejumlah wisatawan tertimpa reruntuhan tebing. Tiga orang meninggal, sedangkan 11 orang belum ditemukan.
Alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi wisatawan yang tertimbun runtuhan tebing di Pantai Sadranan, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Rabu (17/6). Hingga pukul 21.00 telah ditemukan tiga korban meninggal dan dua korban luka berat. Sebelas orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
Koordinator Search and Rescue (SAR) Satuan Perlindungan Masyarakat Wilayah II Pantai Baron, Marjono, mengatakan, tebing Pantai Sadranan runtuh sekitar pukul 15.00. "Saat kejadian, sejumlah wisatawan berada di bawah tebing, dan mereka tidak sempat menyelamatkan diri," ujarnya di lokasi kejadian.
Marjono mengatakan, sampai pukul 21.00, ada tiga korban yang ditemukan meninggal, sedangkan dua korban lain mengalami luka-luka.
Berdasarkan data Kepolisian Resor Gunung Kidul, korban meninggal adalah Joko Susanto (37), warga Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan dua orang lain belum diketahui identitasnya.
Adapun dua korban luka-luka adalah Karwati (40), warga Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, dan Ahmad Taufik (30), warga Kabupaten Magelang. Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari, Gunung Kidul. Karwati mengalami patah tulang di tumit kaki kiri, sementara Taufik mengalami luka di bagian kepala dan patah tulang paha kiri.
"Kami belum bisa memastikan jumlah korban yang tertimpa reruntuhan tebing karena medan yang sangat sulit," ujar Marjono.
Menurut dia, evakuasi dilakukan dengan menggali pasir di bawah reruntuhan tebing untuk memudahkan mengambil korban. Hal itu dilakukan karena reruntuhan tebing belum dapat dipindahkan meskipun tim evakuasi sudah mengerahkan satu ekskavator. "Kalau malam ini proses evakuasi belum selesai, kami lanjutkan besok," kata Marjono.
Ia menambahkan, tebing yang roboh adalah batuan karang yang sebelumnya diduga telah mengalami pelapukan. Saat kejadian, di Pantai Sadranan sedang ramai wisatawan yang sebagian ingin melaksanakan tradisi padusan menjelang Ramadhan.
11 orang dilaporkan hilang
Kepala Polres Gunung Kidul Ajun Komisaris Besar Hariyanto mengatakan, ada 11 orang yang dilaporkan hilang dalam insiden tersebut. Dia menyatakan, proses evakuasi terkendala pasang air laut yang mulai terjadi.
Alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi wisatawan yang tertimbun runtuhan tebing di Pantai Sadranan, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Rabu (17/6). Hingga pukul 21.00 telah ditemukan tiga korban meninggal dan dua korban luka berat. Sebelas orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
"Kami berhadapan dengan situasi alam. Kalau evakuasi tidak bisa selesai malam ini, akan kami lanjutkan besok. Namun, prinsipnya, evakuasi akan diteruskan hingga semua korban ditemukan," ujar Hariyanto.
Menurut seorang saksi mata, Ahmad Muhsani (19), tebing Pantai Sadranan runtuh tiba-tiba. Sebelumnya, tidak ada gejala yang menunjukkan tebing tersebut akan runtuh.
"Saya sedang berfoto sekitar 15 meter dari tebing. Tidak ada suara apa-apa sebelum tebing tersebut runtuh," kata warga Magelang itu.
Muhsani datang ke Pantai Sadranan bersama enam temannya untuk berwisata. Selain menikmati keindahan pantai, mereka juga melakukan aktivitas snorkeling (selam permukaan).
"Dari tujuh orang rombongan kami, ada dua orang yang masih hilang, kemungkinan tertimpa tebing. Saat tebing runtuh, ada cukup banyak wisatawan yang ada di bawahnya," lanjut Muhsani.
Hingga Rabu sekitar pukul 21.00, evakuasi masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai lembaga, termasuk SAR Daerah Istimewa Yogyakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul, TNI, dan kepolisian. Ada seorang korban lain yang sudah terlihat tubuhnya, tetapi belum bisa dievakuasi. Tim SAR terus berupaya menarik tubuh korban, tetapi belum berhasil.
Ratusan warga juga datang untuk menonton proses evakuasi. Petugas terpaksa membatasi akses masyarakat agar tidak mengganggu evakuasi yang masih berlangsung. Beberapa warga terlihat mendatangi posko korban untuk melaporkan anggota keluarganya yang hilang. Sebagian di antara mereka tak kuasa menahan tangis.